Sumberejo, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 80 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret (FKIP UNS) 2025 mengadakan sosialisasi dan pelatihan pembuatan minyak angin aromaterapi di Dusun Secang, Desa Sumberejo, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Minggu (19/1/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam bidang kesehatan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Dwi Qomiratun, mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UNS, yang menggagas program pelatihan sebagai bentuk edukasi bagi anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Dusun Secang. Acara berlangsung di balai pertemuan dusun dan dihadiri oleh Kepala Dusun, anggota PKK, serta mahasiswa KKN 80 UNS.
Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai kandungan, manfaat, efek samping, dan proses pembuatan minyak angin aromaterapi. Para peserta dibimbing mulai dari tahap pengenalan bahan, proses pencampuran, hingga pengemasan produk minyak angin aromaterapi.
Pelatihan ini diawali dengan sesi pengenalan bahan yang digunakan, seperti menthol crystals, peppermint oil, camphor, dan gondopuro oil. Mahasiswa KKN 80 membagi peserta ke dalam empat kelompok, di mana masing-masing kelompok mencoba langsung membuat minyak angin aromaterapi dengan bimbingan Dwi Qomiratun. Setelah bahan-bahan dicampurkan sesuai takaran, larutan minyak angin dituangkan ke dalam botol roll-on berukuran 10 ml untuk kemudahan penggunaan.
Dwi Qomiratun menyampaikan bahwa pelatihan ini bukan hanya sekadar mengenalkan manfaat minyak angin aromaterapi, tetapi juga untuk mendorong masyarakat memanfaatkan potensi herbal lokal. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi awal bagi masyarakat Dusun Secang untuk mengembangkan produk minyak angin berbasis komunitas yang memiliki nilai ekonomis,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari warga, terutama anggota PKK yang sangat antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan minyak angin. Mereka tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga langsung mempraktikkan proses produksi dengan didampingi mahasiswa KKN.
Kepala Dusun Secang, Bapak Sunanto, memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN 80. “Kami sangat berterima kasih atas kegiatan ini. Ilmu yang diberikan sangat bermanfaat dan semoga bisa diterapkan oleh warga kami dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Ketua TP PKK Desa Sumberejo, Ibu Dwi Retno, juga menyampaikan rasa senangnya. “Saya mewakili Ibu-Ibu PKK sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Terima kasih kepada mahasiswa KKN UNS 80 yang telah berbagi ilmu dan pengalaman. Kami berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan lagi ke depannya,” katanya.
Sebagai hasil dari kegiatan ini, mahasiswa KKN 80 UNS menerima permintaan produksi sebanyak 40 botol minyak angin aromaterapi untuk acara tingkat kecamatan. Permintaan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap produk yang dihasilkan dan membuka peluang usaha baru bagi warga.
Untuk memenuhi permintaan ini, mahasiswa KKN bekerja sama dengan perangkat desa, memberikan pelatihan tambahan kepada warga yang ingin belajar lebih dalam mengenai pembuatan minyak angin aromaterapi. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses adopsi keterampilan di masyarakat sehingga produksi minyak angin dapat dikembangkan sebagai usaha mandiri.
“Kami sangat senang melihat minat yang besar dari masyarakat. Ke depan, kami berharap keterampilan yang kami bagikan dapat menjadi modal bagi warga untuk berwirausaha di bidang produk herbal,” tutur Dwi Qomiratun.
Baca Juga: Pengoptimalan Sumber Daya Petani: Mahasiswa KKN UNS 130 Kenalkan Pupuk Organik Cair dari Air Leri di Tlogoharjo

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat Dusun Secang dapat memproduksi minyak angin aromaterapi secara mandiri. Selain untuk kebutuhan pribadi, produk ini juga memiliki potensi besar sebagai produk lokal yang dapat dipasarkan lebih luas.
Pada akhir kegiatan, anggota PKK membawa pulang minyak angin aromaterapi yang telah mereka buat sebagai hasil praktik. Diharapkan, ilmu yang diperoleh dapat terus diterapkan, sehingga manfaat dari kegiatan ini dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat.

Dengan semangat inovasi dan pemberdayaan, mahasiswa KKN 80 UNS terus berupaya menghadirkan program-program bermanfaat bagi masyarakat, tidak hanya dalam aspek kesehatan tetapi juga dalam pengembangan ekonomi berbasis komunitas.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





