Teknik dan Inovasi Terkini: Optimalisasi Produksi Ikan Lele di Desa Tambaksari

Kegiatan pemaparan berupa edukasi serta demonstrasi. (doc. Pribadi)
Kegiatan pemaparan berupa edukasi serta demonstrasi. (doc. Pribadi)

Desa Tambaksari, Krajan.id – Program KKN Tematik Universitas Diponegoro (UNDIP) 2024 menghadirkan inovasi dalam upaya meningkatkan produktivitas budidaya ikan lele di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal. Program kerja multidisiplin ini dilaksanakan pada Minggu (17/11/2024), bertajuk “Penerapan Suplementasi Asam Amino Metionin dalam Pakan sebagai Upaya Percepatan Produksi Pembudidaya Lele Sangkuriang.”

Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Ir. Diana Rachmawati M.Si. dan beranggotakan Dr. Tita Elfitasari, S.Pi., M.Sc. dan Tristiana Yuniarti, S.Pi., M.Si. Tujuannya adalah memberikan edukasi sekaligus praktik langsung kepada pembudidaya tentang cara optimalisasi budidaya ikan lele melalui teknik modern.

Bacaan Lainnya

Salah satu teknik yang diperkenalkan adalah penambahan probiotik pada pakan ikan. Gunawan Maulana, mahasiswa KKN, menjelaskan bahwa probiotik pada pakan mampu meningkatkan nilai gizi sehingga pakan lebih mudah dicerna.

“Probiotik pada pakan dapat membantu pertumbuhan ikan lebih cepat dan sehat serta mengurangi biaya produksi karena pakan menjadi lebih efisien,” ujar Gunawan.

Selain itu, probiotik juga membantu menjaga kualitas air dengan mengurangi sisa pakan yang tidak termakan.

Safhira Salsabila Briyana, anggota tim lainnya, menjelaskan tentang manfaat probiotik yang diberikan langsung ke kolam. Ia menyebutkan, “Probiotik pada air kolam mampu meningkatkan sistem kekebalan ikan dan menekan pertumbuhan patogen yang dapat menyebabkan penyakit. Ini membuat ikan tidak mudah stres atau sakit.”

Cara penerapannya cukup mudah, yaitu dengan mencampurkan probiotik ke dalam air atau melalui pakan.

Selain penambahan probiotik, mahasiswa juga menekankan pentingnya pemantauan kualitas air secara rutin. Mutiara Tabitha Kamal, menjelaskan bahwa kualitas air kolam yang buruk dapat memicu stres pada ikan, menghambat pertumbuhan, hingga meningkatkan risiko kematian.

“Pemantauan parameter seperti suhu, pH, dan kadar oksigen harus dilakukan secara berkala untuk memastikan ikan tetap sehat dan tumbuh optimal,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa standar kualitas air untuk budidaya lele bisa merujuk pada peraturan budidaya yang ada.

Inovasi lainnya adalah penerapan metode bioflok. Bernadetha menjelaskan bahwa bioflok merupakan sistem yang memungkinkan penguraian limbah di kolam sehingga kadar amonia yang berlebih dapat dikurangi.

Baca Juga: Partisipasi Mahasiswa KKN Reguler UIN Walisongo Posko 22 dalam Program Posyandu di Desa Pagerwojo

“Dengan bioflok, penggunaan air menjadi lebih efisien karena air bisa digunakan lebih lama. Bahan-bahannya juga mudah didapat, seperti molase, probiotik, dan kapur dolomit,” jelas Bernadetha Edelweis.

Proses pembentukan bioflok melibatkan aerasi hingga menghasilkan busa yang menjaga kualitas air tetap optimal.

Daffa Fahreza Helmy, mahasiswa yang bertanggung jawab dalam pemasaran digital, menjelaskan pentingnya penggunaan teknologi untuk memperluas pasar. Ia mengatakan,

“Di era digital, pemasaran melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook, serta platform e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia, dapat membantu pembudidaya menjangkau pasar yang lebih luas dan efisien.” Menurutnya, strategi pemasaran digital tidak hanya mempermudah promosi tetapi juga meningkatkan daya saing produk di pasar.

Dr. Diana Rachmawati mengapresiasi antusiasme para mahasiswa dan masyarakat dalam kegiatan ini. “Program ini adalah bentuk kolaborasi yang baik antara universitas dan masyarakat. Kami berharap teknik-teknik yang diperkenalkan dapat membantu pembudidaya meningkatkan hasil panen mereka secara berkelanjutan,” ujar Diana.

Baca Juga: Mahasiswa KKN UNDIP Dorong Digitalisasi Transaksi BUMDes Desa Tambaksari Melalui Fasilitas QRIS

Dengan pendekatan edukatif dan inovatif, program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Desa Tambaksari.

Kegiatan ini juga mendapat tanggapan positif dari para pembudidaya lele setempat. Salah satu pembudidaya, Pak Agus, mengaku senang mendapatkan ilmu baru yang dapat langsung diaplikasikan.

“Kami jadi tahu bagaimana cara meningkatkan produksi lele dengan biaya yang lebih efisien,” katanya. Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis tetapi juga membuka peluang baru dalam pengembangan budidaya ikan lele di daerah tersebut.

Dosen Pembimbing Lapangan:

  1. Dr. Ir. Diana Rachmawati, M.Si 
  2. Dr. Tita Elfitasari, S.Pi., M.Sc
  3. Tristiana Yuniarti, S.Pi., M.Si

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *