Bantul, Krajan.id – Kelompok 30 Kuliah Kerja Nyata Program Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menutup rangkaian program kerja dengan mengadakan cek kesehatan gratis di Pasar Bantul, pada Sabtu (15/2/2025). Rangkaian program selama Januari hingga Februari 2025 ini adalah KKN perdana yang terlaksana di Pasar Bantul.
Program KKN yang diselenggarakan di pasar mungkin belum familiar bagi khalayak umum. Universitas Mercu Buana Yogyakarta yang memiliki kelas khusus karyawan memberikan kesempatan bagi mahasiswa/i-nya untuk mengabdi kepada masyarakat melalui format KKN yang lebih fleksibel tanpa harus menetap di perumahan warga, yakni melalui pemberdayaan masyarakat di pasar-pasar.

Kelompok 30, sebagai bagian dari KKN-PPM UMBY Angkatan XLVI, mengusung tiga program utama untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang dan masyarakat sekitar, yaitu sosialisasi pemasaran digital, pengelolaan limbah organik menjadi eco enzyme, layanan cek kesehatan gratis, dan olahraga bersama.
Rangkaian dibuka dengan acara Penerjunan Mahasiswa pada (23/1/2025) oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Nugraeni. Penerjunan disambut oleh Lurah Pasar Bantul, Rohadi, serta perwakilan Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPSI) Pasar Bantul.
“Kami berharap tiga program yang kami usung ini dapat menjadi awal keterbukaan bagi warga pasar terhadap perubahan era pemasaran. Program ini juga diharapkan menjadi langkah awal bagi mereka untuk lebih mengenal pemasaran digital serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan agar tetap sehat dan nyaman untuk beraktivitas. Dengan demikian, pasar tradisional tidak lagi dipandang kuno dan kumuh, tetapi semakin menarik bagi konsumen, khususnya generasi muda,” papar Roziqotul Hasanah selaku Ketua Kelompok 30.
Salah satu program utama yang dijalankan adalah sosialisasi pemasaran digital, yang dilaksanakan pada minggu kedua. Sosialisasi ini menyasar pedagang pakaian yang mengalami penurunan jumlah pengunjung pascapandemi COVID-19.
Mahasiswa KKN mengenalkan penggunaan marketplace sebagai platform pemasaran yang mudah diakses dan dikelola, terutama bagi pedagang berusia 40-68 tahun. Program ini bertujuan untuk meminimalkan kekhawatiran pedagang dalam beradaptasi dengan era digital.
Selain pemasaran digital, Kelompok 30 turut berkolaborasi dengan Bank Sampah “Gemah Ripah” dalam sosialisasi pengelolaan limbah sampah pada Minggu (2/2/2025). Bank Sampah “Gemah Ripah”, yang adalah bank sampah pertama di Indonesia, memberikan pemahaman kepada pedagang pasar mengenai kiat pengelolaan sampah dengan metode 3R: Reduce, Reuse, dan Recycle.
Pemateri dari Bank Sampah juga memberikan pemaparan dan praktik langsung untuk pengelolaan sampah organik agar menjadi cairan eco enzyme. Pengelolaan sampah dengan metode fermentasi asal Thailand ini direspons secara antusias.

(doc. Intania Ayumirza/UMBY)
Peserta sosialisasi dapat membawa pulang hasil eco enzyme yang sudah mereka buat. Harapannya, edukasi ini dapat berlanjut dan diterapkan oleh masing-masing peserta, terutama para pedagang bahan makanan organik, dalam upaya melestarikan lingkungan di Pasar Bantul.
Sebagai puncak program kerja, pada Sabtu (15/2/2025) mahasiswa Kelompok 30 menggandeng Puskesmas Bantul II untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pedagang dan pengurus APPSI Pasar Bantul.
Pemeriksaan meliputi berat badan, tekanan darah, kadar gula darah, asam urat, serta konsultasi medis gratis. Meskipun program ini telah berakhir, mahasiswa berharap pengabdian di pasar tradisional seperti Pasar Bantul dapat terus berlanjut.
Baca Juga: Lewat Media Digital, KKN UMBY Kelompok 26 Tingkatkan Visibilitas Wisata dan UMKM Rejosari
“Pasar-pasar tradisional memiliki potensi besar untuk dijadikan lokasi KKN-PPM karena merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Selain menjadi tempat transaksi jual beli, pasar ini juga menjadi pusat interaksi sosial yang melibatkan berbagai kalangan. Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, seperti edukasi lingkungan, pelatihan kewirausahaan, serta program kesehatan berkelanjutan,” tutup Roziqotul.
Dengan terlaksananya program-program ini, diharapkan hasil dari KKN-PPM di Pasar Bantul dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa di masa depan untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sosial dan ekonomi lokal.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





