Desa Widoro, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) 88 Desa Widoro menghadirkan inovasi ramah lingkungan dengan mengadakan Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah.
Program ini digelar sebagai upaya edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah yang sering kali dibuang sembarangan.
Ketua KKN UNS 88 Desa Widoro, Tomi Leo Putra Diningrat, dari Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat desa.
“Kami ingin menghadirkan program yang bukan hanya sebatas edukasi, tetapi juga bisa menjadi keterampilan baru yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Koordinator program sekaligus pemateri workshop, Onete Suzegy Semestha Putri Rachmawati, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNS, menjelaskan bahwa latar belakang kegiatan ini berangkat dari kebiasaan masyarakat Desa Widoro yang kerap membuang minyak jelantah setelah sekali pakai.
“Kalau dibuang sembarangan, minyak jelantah bisa mencemari lingkungan. Dari situ muncul ide untuk mengolah limbah rumah tangga jadi sesuatu yang bermanfaat,” terangnya.
Menurut Onete, pilihan mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi bukan tanpa alasan. Produk ini relatif mudah dibuat, bahan tambahannya mudah didapat, dan hasilnya juga menarik.
“Lilin aromaterapi punya pasar yang cukup bagus. Bisa digunakan sendiri sebagai pengharum ruangan, atau bahkan dijual sebagai produk kreatif,” tambahnya.
Dalam workshop, masyarakat diajak mempraktikkan langsung proses pembuatan lilin aromaterapi. Minyak jelantah yang sudah disaring dicampur dengan stearin untuk mengeraskan tekstur lilin. Setelah itu, ditambahkan pewangi sesuai selera sebelum dituangkan ke wadah dengan sumbu. Proses ini cukup sederhana sehingga dapat dipraktikkan sendiri di rumah.
Antusiasme masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan remaja, tampak tinggi. Banyak peserta yang mengaku baru mengetahui bahwa minyak jelantah bisa diolah menjadi produk bernilai guna.
“Alhamdulillah, banyak ibu-ibu yang penasaran dan semangat mencoba. Respon mereka sangat positif,” kata Onete.
Selain memberikan solusi pengelolaan limbah rumah tangga, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi kreatif.
“Dari sisi lingkungan, jelas membantu mengurangi pencemaran. Dari sisi ekonomi, bisa menjadi usaha kecil-kecilan. Minimal untuk kebutuhan rumah sendiri, jadi lebih hemat,” lanjutnya.
Pemerintah Desa Widoro pun menyambut baik program ini. Mereka menilai kegiatan tersebut sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan mendorong pemberdayaan warga. Dukungan ini semakin memperkuat keyakinan tim KKN UNS 88 bahwa lilin aromaterapi dari minyak jelantah berpotensi dikembangkan sebagai produk lokal desa.
Ke depan, tim KKN UNS 88 berencana melakukan pendampingan lebih lanjut agar masyarakat bisa mandiri memproduksi lilin aromaterapi. Bahkan, peluang pemasaran akan diperluas dengan memperkenalkan produk melalui media sosial maupun bazar UMKM desa.
“Kalau dikelola secara berkelompok, misalnya oleh PKK atau karang taruna, potensinya bisa semakin besar. Bahkan bisa menjadi salah satu ciri khas Desa Widoro,” tutur Onete optimistis.
Baca Juga: Mahasiswa KKN PPM UNISRI Dorong UMKM Sorogaten Masuk Google Maps
Harapan besar disampaikan tim KKN UNS 88 agar program ini tidak berhenti sebatas workshop. Mereka ingin keterampilan ini dapat benar-benar dijalankan masyarakat sehingga bermanfaat untuk jangka panjang.
“Harapannya, masyarakat lebih peduli dalam mengelola limbah rumah tangga, sekaligus punya keterampilan baru untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Semoga program ini tetap berlanjut meski KKN sudah selesai,” pungkas Onete.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNS berhasil menghadirkan inisiatif sederhana namun penuh manfaat, mengubah sesuatu yang dianggap sampah menjadi produk bernilai. Workshop ini tidak hanya membekali masyarakat dengan pengetahuan baru, tetapi juga memberikan harapan akan lahirnya peluang usaha lokal berbasis ekonomi kreatif di Desa Widoro.
Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





