Lomba Kebersihan Tebuireng Putri Diikuti 34 Kamar, Khoiriyah 102 Raih Juara Pertama

Para santri menunjukkan piagam penghargaan dan trofi usai pengumuman pemenang lomba kebersihan kamar di Pondok Pesantren Tebuireng Putri, Jombang, dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026. Kamar Nyai Khoiriyah 102 meraih juara pertama, disusul Nyai Khoiriyah 101 sebagai juara kedua dan Nyai Nafiqoh 203 di posisi ketiga. (Dok. Ustadzah Wirda Arwana)
Para santri menunjukkan piagam penghargaan dan trofi usai pengumuman pemenang lomba kebersihan kamar di Pondok Pesantren Tebuireng Putri, Jombang, dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026. Kamar Nyai Khoiriyah 102 meraih juara pertama, disusul Nyai Khoiriyah 101 sebagai juara kedua dan Nyai Nafiqoh 203 di posisi ketiga. (Dok. Ustadzah Wirda Arwana)

Jombang, Krajan.id – Sebanyak 34 kamar santri mengikuti lomba kebersihan yang diselenggarakan Pondok Pesantren Tebuireng Putri, Jombang, dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026. Penilaian berlangsung selama sebulan, mulai 19 September hingga 18 Oktober 2026.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi antarkamar, tetapi juga menjadi sarana menanamkan kebiasaan hidup bersih, kedisiplinan, dan tanggung jawab di lingkungan pesantren.

Bacaan Lainnya

Anggota Unit Kesehatan dan Kebersihan Lingkungan Pondok (UKKLP), Wirda Arwana, menjelaskan bahwa lomba tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran santri tentang pentingnya menjaga kebersihan sekaligus memperkuat kerja sama antarpenghuni kamar.

Penilaian mencakup sejumlah aspek, mulai dari kebersihan dan kerapian rak sepatu, ranjang, gantungan baju, lantai, serta rak buku, hingga kamar mandi dan kamar pembina. Penilaian dilakukan oleh para pembina putri bersama sejumlah tamu penilai yang hadir secara berkala selama perlombaan berlangsung.

Berdasarkan hasil penilaian, kamar Nyai Khoiriyah 102 berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati kamar Nyai Khoiriyah 101, sedangkan kamar Nyai Nafiqoh 203 meraih juara ketiga.

Namira Asyifa Azzahra, siswi kelas VII SMP sekaligus ketua kamar Nyai Khoiriyah 102, mengaku senang atas pencapaian tersebut. Menurut dia, keberhasilan kamarnya tidak terlepas dari kebiasaan menjaga kebersihan secara bersama-sama.

Para penghuni kamar menjalankan kegiatan ro’an atau kerja bakti serta menerapkan jadwal piket harian. Meski demikian, menjaga kedisiplinan seluruh penghuni agar tetap konsisten membersihkan kamar menjadi tantangan tersendiri.

“Kami melaksanakan ro’an bareng dan harus diobraki anak-anaknya biar pada kompak bersih-bersih,” ujar Namira.

Selain piket harian, para penghuni kamar mengadakan ro’an besar setiap pekan. Kegiatan ini dilakukan untuk membersihkan kamar secara menyeluruh sekaligus menjaga kerapian lingkungan tempat tinggal mereka.

Namira menilai kebersihan kamar tidak cukup dijaga hanya ketika ada perlombaan. Kekompakan dan kebiasaan membersihkan kamar secara rutin menjadi bagian penting agar lingkungan tetap bersih dan nyaman.

Karena itu, para penghuni kamar berkomitmen mempertahankan kebersihan meskipun masa penilaian telah berakhir. Mereka berharap kebiasaan yang sudah terbentuk selama perlombaan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di pesantren.

“Kami akan tetap mempertahankan kebersihan kamar ini walopun perlombaan sudah selesai,” kata Namira.

Melalui kegiatan tersebut, kebersihan di lingkungan pesantren diharapkan tidak hanya menjadi target untuk meraih penghargaan, tetapi juga menjadi bagian dari kedisiplinan santri. Kebiasaan menjaga kebersihan, menjalankan piket, dan bekerja sama dapat membantu membangun lingkungan tempat tinggal yang lebih tertib dan sehat.

Lomba ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan lingkungan bersama membutuhkan keterlibatan seluruh penghuni. Konsistensi dalam menjalankan kebiasaan tersebut menjadi tantangan setelah kompetisi berakhir.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *