Semarak Literasi di Desa Tanggan, Lomba Membaca Nyaring Jadi Ruang Ekspresi Siswa SD

Siswa SD mengikuti Lomba Membaca Nyaring yang diselenggarakan KKN UNS Kelompok 90 di Balai Desa Tanggan, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen. (Dok. Pribadi/Rosita)
Siswa SD mengikuti Lomba Membaca Nyaring yang diselenggarakan KKN UNS Kelompok 90 di Balai Desa Tanggan, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen. (Dok. Pribadi/Rosita)

Tanggan, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar lomba membaca nyaring bagi siswa sekolah dasar di Desa Tanggan, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi anak, mulai dari kelancaran membaca hingga pemahaman terhadap isi bacaan.

Lomba yang berlangsung di Balai Desa Tanggan tersebut diikuti sekitar 14 siswa dari sejumlah sekolah dasar di desa setempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNS berupaya menghadirkan pembelajaran literasi yang tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca, tetapi juga mendorong anak untuk berani tampil dan menyampaikan pemikirannya.

Bacaan Lainnya

Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB. Setiap sekolah dasar mengirimkan lima hingga tujuh siswa sebagai perwakilan. Para peserta kemudian membacakan buku yang telah disiapkan dan diberikan oleh mahasiswa KKN UNS.

Berbeda dari kegiatan membaca biasa, lomba ini juga menguji kemampuan peserta dalam memahami informasi. Setelah membacakan buku, setiap siswa diminta mengulas kembali isi bacaan menggunakan bahasa dan pemahaman mereka sendiri.

Melalui tahapan tersebut, peserta tidak hanya dituntut membaca dengan lancar, tetapi juga memahami pesan yang terkandung dalam buku. Kemampuan menyampaikan kembali isi bacaan menjadi bagian penting untuk melihat sejauh mana siswa dapat menangkap informasi yang diperoleh.

Penilaian dilakukan oleh juri yang merupakan perwakilan dari Kecamatan Gesi. Sejumlah aspek menjadi pertimbangan, antara lain ekspresi, intonasi, kelancaran membaca, serta kemampuan peserta dalam menjelaskan kembali isi buku.

Aspek-aspek tersebut membuat perlombaan tidak semata-mata menilai kecepatan atau ketepatan membaca. Peserta juga memperoleh kesempatan untuk menunjukkan pemahaman, penghayatan, dan keberanian berbicara di hadapan orang lain.

Dari sekitar 14 peserta yang mengikuti perlombaan, tiga siswa berhasil meraih posisi sebagai pemenang. Ketiganya berasal dari SD Tanggan 3, yakni Khofifah Nikmatul Hasanah, Rafanda Aqila Putriyana, dan Azkadina Kirey Agusta.

Capaian tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kemampuan dan keberanian siswa dalam mengikuti kegiatan literasi. Bagi peserta lainnya, perlombaan ini juga menjadi kesempatan untuk melatih keterampilan membaca dan memperoleh pengalaman tampil di depan juri maupun teman sebaya.

Lomba membaca nyaring merupakan bagian dari rangkaian program kerja literasi mahasiswa KKN UNS selama menjalankan pengabdian di Desa Tanggan. Kegiatan ini dirancang untuk mendekatkan aktivitas membaca kepada anak-anak melalui pendekatan yang lebih interaktif dan menyenangkan.

Upaya tersebut penting karena kemampuan literasi tidak hanya berkaitan dengan keterampilan mengenali kata dan membaca kalimat. Anak juga perlu dibiasakan memahami isi bacaan, mengolah informasi, serta menyampaikan kembali gagasan dengan bahasa yang mudah dipahami.

Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kebiasaan membaca sejak usia dini. Selain itu, pengalaman mengikuti perlombaan dapat membantu siswa membangun kepercayaan diri dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi.

Program literasi tersebut dilaksanakan dengan dukungan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan anak-anak untuk mengembangkan kemampuan literasi melalui kegiatan yang melibatkan sekolah, mahasiswa, dan masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan di Desa Tanggan juga menunjukkan bahwa penguatan literasi dapat dilakukan melalui ruang-ruang publik yang dekat dengan kehidupan warga. Balai desa, yang umumnya digunakan untuk pelayanan masyarakat, dapat dimanfaatkan sebagai tempat belajar dan berinteraksi bagi anak-anak.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UNS berharap semangat membaca dapat terus tumbuh di kalangan siswa sekolah dasar di Desa Tanggan. Pembiasaan membaca dan pemahaman bacaan sejak dini diharapkan menjadi bekal bagi anak-anak untuk mengembangkan pengetahuan serta menghadapi tantangan pembelajaran pada jenjang berikutnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *