KKN Literasi UNS Terapkan STEAM untuk Dukung Pendidikan dan Pembangunan Berkelanjutan di Gedong

Dokumentasi bersama. (Dok. Pribadi/Tim KKN Literasi Kelompok 288 UNS)
Dokumentasi bersama. (Dok. Pribadi/Tim KKN Literasi Kelompok 288 UNS)

Gedong, Krajan.id – Mahasiswa Kelompok 288 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Literasi Universitas Sebelas Maret (UNS) mengembangkan sejumlah program edukasi berbasis kebutuhan masyarakat di Kelurahan Gedong, Kabupaten Karanganyar, pada 2026. Program tersebut mencakup edukasi kesehatan, pengembangan kreativitas, literasi digital, pengelolaan lingkungan, hingga keselamatan kerja.

Berbagai kegiatan itu dirancang untuk memperluas akses pengetahuan sekaligus mendorong masyarakat menerapkan keterampilan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan yang digunakan menggabungkan unsur Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) dengan praktik langsung yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kelompok sasaran program ini beragam, mulai dari anak-anak, siswa sekolah dasar, remaja, ibu rumah tangga, hingga pekerja teknis. Sebelum melaksanakan kegiatan, mahasiswa melakukan identifikasi kebutuhan dan potensi lokal, kemudian berkoordinasi dengan perangkat kelurahan serta tokoh masyarakat.

Materi edukasi selanjutnya disampaikan melalui peragaan, praktik, dan permainan interaktif. Pendekatan tersebut digunakan agar masyarakat tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam menerapkan pengetahuan yang diberikan.

Pendidikan dan Kesehatan Menjadi Perhatian

Pada bidang pendidikan dan pengembangan kreativitas, mahasiswa mengadakan Workshop Membatik Sapu Tangan. Kegiatan ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk menghasilkan karya seni secara mandiri sekaligus mengenal potensi nilai ekonomi dari keterampilan membatik.

Program tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat tentang pendidikan berkualitas.

Di bidang kesehatan, Kelompok 288 KKN Literasi UNS memperkenalkan program Gembira Gerak untuk membiasakan pola hidup aktif. Mahasiswa juga memberikan edukasi Isi Piringku guna meningkatkan pemahaman tentang komposisi makanan bergizi seimbang bagi anak.

Kegiatan tersebut berkaitan dengan SDGs tujuan kedua tentang pengentasan kelaparan dan peningkatan gizi serta tujuan ketiga mengenai kehidupan sehat dan sejahtera.

Selain edukasi, mahasiswa mengembangkan Eco-Friendly Dental Education Chair (EDEC), yakni kursi periksa sekaligus media simulasi untuk edukasi kesehatan gigi anak yang dirancang dengan memperhatikan aspek ramah lingkungan.

Pengembangan EDEC mengintegrasikan unsur pendidikan dengan pemanfaatan sarana edukasi yang mendukung proses pembelajaran. Program ini dikaitkan dengan SDGs tujuan keempat tentang pendidikan berkualitas dan tujuan ke-12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Untuk mendukung pembentukan karakter anak, mahasiswa turut memperkenalkan Paspor Kebaikan Anak. Media tersebut digunakan untuk mencatat dan merefleksikan kebiasaan positif yang dilakukan anak dalam kehidupan sehari-hari.

Literasi Digital hingga Keselamatan Kerja

Program KKN juga menyasar kebutuhan masyarakat di bidang teknologi dan keselamatan kerja. Salah satunya melalui sosialisasi pencegahan phishing, yaitu upaya penipuan digital yang bertujuan memperoleh informasi sensitif dengan menyamar sebagai pihak tepercaya.

Edukasi ini diharapkan membantu masyarakat mengenali risiko kejahatan digital dan meningkatkan kewaspadaan ketika menerima pesan, tautan, atau permintaan informasi yang mencurigakan. Kegiatan tersebut berkaitan dengan SDGs tujuan ke-16 tentang perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh.

Sementara itu, untuk mendukung keselamatan pekerja teknis, mahasiswa mendistribusikan helm las bagi pekerja pengelasan. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan perhatian terhadap keselamatan kerja dan mendukung pembangunan industri yang lebih aman, sejalan dengan SDGs tujuan kesembilan.

Di bidang lingkungan dan ketahanan pangan keluarga, mahasiswa mengadakan program Mandiri Sayur. Kegiatan ini mengajak masyarakat memanfaatkan galon air mineral bekas sebagai wadah tanam untuk menanam sayuran di pekarangan.

Pemanfaatan barang bekas tersebut menggabungkan praktik berkebun dengan upaya mengurangi limbah rumah tangga. Program ini berkaitan dengan SDGs tujuan kedua mengenai ketahanan pangan dan tujuan ke-12 tentang konsumsi serta produksi yang bertanggung jawab.

Mahasiswa juga mengadakan sosialisasi pemilahan dan pengelolaan limbah rumah tangga bagi ibu-ibu di Dusun Kluwih. Edukasi ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan sampah yang tepat guna mendukung kebersihan lingkungan dan mencegah munculnya sumber penyakit.

Kegiatan tersebut berkaitan dengan upaya mewujudkan kehidupan sehat dan sejahtera sebagaimana tercantum dalam SDGs tujuan ketiga.

Keberlanjutan Menjadi Tantangan Berikutnya

Rangkaian program Kelompok 288 KKN Literasi UNS tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan selama masa pengabdian. Mahasiswa juga menekankan pentingnya pemanfaatan media edukasi dan keterampilan yang telah diperkenalkan agar tetap berguna setelah program berakhir.

Sekolah, warga, dan mitra lokal diharapkan dapat melanjutkan penggunaan sarana pembelajaran maupun menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara mandiri.

Melalui pendekatan STEAM, kegiatan KKN ini menghubungkan pembelajaran dengan persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Mulai dari kesehatan anak dan kreativitas, hingga keamanan digital, pengelolaan sampah, serta keselamatan kerja, setiap program diarahkan untuk menjawab kebutuhan yang berbeda.

Keberlanjutan kegiatan tersebut akan bergantung pada pemanfaatan hasil program oleh masyarakat dan dukungan lingkungan setempat. Dengan keterlibatan berbagai kelompok warga, program edukasi di Kelurahan Gedong diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *