Sidoarjo, Krajan.id – Tiga mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur menggelar pelatihan video editing kreatif dan digital marketing bagi anggota PKK RT 4 Kalitengah, Sidoarjo, Sabtu (12/4/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pelaku usaha rumahan, dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pemasaran produk lokal.
Pelatihan yang berlangsung di kediaman salah satu anggota PKK, Ibu Endang, tersebut merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Komputer dan Masyarakat. Kegiatan didampingi dosen Program Studi Sistem Informasi, Eristya Maya Safitri, S.Kom., M.Kom., dan diikuti oleh sepuluh peserta anggota PKK yang sebagian besar memiliki usaha skala rumah tangga.
Berdasarkan hasil observasi mahasiswa, peserta sebenarnya sudah cukup akrab dengan teknologi seperti telepon pintar dan media sosial. Namun, pemanfaatannya masih terbatas untuk kebutuhan komunikasi sehari-hari dan belum dioptimalkan sebagai sarana pemasaran produk.
“Di tingkat kesenjangan keterampilan digital, mereka sebenarnya sudah bisa menggunakan smartphone atau media sosial, namun belum memanfaatkan potensinya secara maksimal untuk kegiatan pemasaran,” ujar Akbar Pangestu selaku ketua kelompok.
Dalam pelatihan tersebut, materi video editing dipilih karena dinilai relevan dengan tren pemasaran digital saat ini. Konten video dianggap mampu menyampaikan informasi produk secara lebih jelas sekaligus meningkatkan kepercayaan calon konsumen dibandingkan promosi berbasis foto semata.
Mayoritas produk yang dipasarkan anggota PKK RT 4 Kalitengah berupa aneka makanan dan camilan rumahan. Meski demikian, pelaku usaha masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari naik-turunnya motivasi berjualan, kebingungan menghitung laba bersih saat menggunakan platform digital, hingga persoalan pengiriman barang kepada konsumen di luar daerah.
Menurut pemateri, peluang pemasaran digital bagi pelaku usaha lokal di lingkungan tersebut cukup besar. Selama ini, sebagian anggota PKK telah terbiasa menawarkan produk secara langsung dari rumah ke rumah. Kebiasaan tersebut dinilai dapat dikembangkan melalui media digital agar menjangkau pasar yang lebih luas.
“Dengan memanfaatkan digital marketing, segmen pembeli bisa bertambah. Langkah sederhana bisa dimulai dari membuat katalog di WhatsApp Business atau membagikan konten produk melalui status WhatsApp,” katanya.
Pelatihan juga menunjukkan hasil positif. Berdasarkan perbandingan pretest dan posttest, terjadi peningkatan pemahaman peserta mengenai pemasaran digital. Selain itu, minat peserta untuk kembali berjualan dan memasarkan produknya juga mengalami peningkatan.
Materi mengenai jenis-jenis konten video pemasaran menjadi sesi yang paling banyak mendapat perhatian peserta. Meski demonstrasi praktik editing dilakukan secara terbatas karena keterbatasan waktu dan fasilitas, peserta tetap memperoleh panduan melalui modul yang dapat dipelajari secara mandiri setelah kegiatan berakhir.
Diskusi terbuka yang digelar di tengah kegiatan turut mengungkap berbagai pengalaman menarik dari peserta. Salah seorang anggota PKK menceritakan pengalamannya memasarkan kerupuk melalui Facebook dan secara tidak terduga mendapatkan pelanggan dari Jakarta.
Sebaliknya, ada pula peserta yang mengaku pernah mencoba menjual produk melalui platform layanan pesan-antar makanan daring, namun mengalami kerugian akibat perhitungan margin keuntungan yang kurang tepat dan jumlah pembeli yang masih terbatas.

Diskusi tersebut menunjukkan bahwa sebagian pelaku usaha mikro telah mencoba memanfaatkan teknologi digital, tetapi masih membutuhkan pemahaman yang lebih baik mengenai strategi pemasaran dan pengelolaan usaha secara berkelanjutan.
Selain membahas pemasaran produk, peserta juga mengangkat fenomena iklan yang kerap muncul di sela-sela konten video pendek pada platform digital. Topik tersebut menjadi bagian dari diskusi mengenai perilaku pengguna media digital dan strategi promosi yang efektif di era media sosial.
Mahasiswa pelaksana menilai salah satu potensi terbesar yang dimiliki anggota PKK adalah jaringan sosial yang sudah terbentuk kuat melalui kegiatan organisasi. Jaringan tersebut dapat menjadi modal penting untuk saling mendukung pemasaran produk dan memperluas jangkauan pasar.
“Ibu-ibu PKK memiliki jaringan yang potensial. Jika dimanfaatkan dengan baik, mereka bisa saling membantu meningkatkan nilai jual produk masing-masing,” ujarnya.

Pasca kegiatan, pendampingan dilakukan melalui penyerahan modul materi kepada pengurus PKK agar peserta dapat mempelajari kembali materi secara mandiri. Ke depan, peserta diharapkan mampu membuat video promosi sederhana dan mengunggahnya secara konsisten di media sosial.
Mahasiswa berharap pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis peserta, tetapi juga menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya digital marketing dalam meningkatkan daya saing produk lokal di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.





