Kebonsari, Krajan.id – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tidak hanya menjadi sarana pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, tetapi juga menghadirkan ruang belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan warga. Melalui pendekatan yang menyenangkan, mahasiswa KKN 245 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) menggelar program “Belajar dan Bermain” untuk anak-anak di RW 2 Kebonsari, Surabaya.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 9–10 Juli 2026, dipusatkan di Musholla Sabilil Muttaqin. Program ini menyasar anak-anak usia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga siswa kelas 4 Sekolah Dasar (SD) dengan menggabungkan aktivitas edukatif dan permainan sebagai media pembelajaran.
Berbeda dari kegiatan belajar formal di sekolah, mahasiswa KKN menghadirkan suasana yang lebih interaktif agar anak-anak dapat menerima materi dengan cara yang menyenangkan. Selama sekitar 90 menit pada setiap sesi, peserta diajak mengikuti berbagai aktivitas yang dirancang untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menanamkan kebiasaan hidup bersih.
Pada hari pertama, Kamis (9/7), anak-anak mengikuti kegiatan mewarnai yang bertujuan melatih kemampuan motorik halus. Di sela-sela aktivitas tersebut, mahasiswa menyampaikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri serta kepedulian terhadap lingkungan melalui dialog yang melibatkan peserta secara aktif.
Memasuki hari kedua, Jumat (10/7), suasana pembelajaran dibuat lebih dinamis melalui berbagai permainan kelompok, kuis edukatif, serta pemberian apresiasi kepada peserta yang aktif mengikuti kegiatan. Pendekatan ini menjadi salah satu cara untuk meningkatkan keberanian anak dalam berpartisipasi sekaligus menumbuhkan semangat belajar.

Koordinator kegiatan, Aisyah Fachriya Praditya, mengatakan bahwa konsep pembelajaran dikemas dalam bentuk permainan agar materi lebih mudah dipahami oleh anak-anak.
“Kami ingin menunjukkan bahwa belajar itu bisa sangat menyenangkan. Lewat tema ‘Belajar dan Bermain’, kami menyelipkan edukasi seperti cara membuang sampah yang benar dan merawat kebersihan tubuh melalui gim dan kuis. Alhamdulillah, respons anak-anak luar biasa. Mereka berani tampil dan aktif menjawab,” ujar Aisyah di lokasi kegiatan, Jumat (10/7).
Menurutnya, metode dialog interaktif dan gamifikasi dipilih karena mampu mendorong anak untuk lebih berani berkomunikasi, sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang tidak membosankan.
Kegiatan tersebut juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga menilai program yang dibawa mahasiswa KKN memberikan alternatif aktivitas yang bermanfaat selama masa libur sekolah sekaligus memperkuat pendidikan karakter anak di lingkungan sekitar.

Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya Kelompok 245 Melakukan Wawancara dengan salah satu orang tua peserta, Jumat (10/7/2026). (Dok. KKN 245 UINSA)
Salah seorang orang tua peserta, Ari Perbatasari, mengaku anaknya sangat menikmati seluruh rangkaian kegiatan yang diberikan mahasiswa KKN.
“Anak saya senang sekali karena kegiatannya seru. Harapan saya ke depan, waktu kegiatannya jangan terlalu singkat,” tutur Ari.
Apresiasi dari warga menunjukkan bahwa kegiatan sederhana yang dikemas secara kreatif mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan, program ini juga membuka ruang interaksi yang lebih erat antara mahasiswa dengan warga.
Melalui kombinasi aktivitas kreatif, permainan edukatif, dan penyampaian materi yang komunikatif, mahasiswa KKN UINSA berupaya menanamkan nilai-nilai kebersihan, kepedulian terhadap lingkungan, serta rasa percaya diri kepada anak-anak sejak usia dini. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang berkesan sekaligus menjadi bekal dalam membentuk kebiasaan positif di kehidupan sehari-hari.
Program “Belajar dan Bermain” menjadi salah satu bentuk implementasi pengabdian mahasiswa yang tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan, baik bagi anak-anak maupun warga RW 2 Kebonsari.





