UMKM Berdaya: Dari Rumah ke Rumah, KKN UNS 165 Dampingi UMKM Progowati lewat Legalitas, Branding, dan Digitalisasi Pembayaran

Foto bersama mahasiswa KKN UNS 165 Desa Progowati dengan para pelaku UMKM dalam acara sosialisasi “UMKM Berdaya” di Gor Prasojo, Desa Progowati, Minggu (4/8/26) (Dok. Pribadi/KKN 165 UNS 2026)
Foto bersama mahasiswa KKN UNS 165 Desa Progowati dengan para pelaku UMKM dalam acara sosialisasi “UMKM Berdaya” di Gor Prasojo, Desa Progowati, Minggu (4/8/26) (Dok. Pribadi/KKN 165 UNS 2026)

Progowati, Krajan.id – Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) kelompok 165 menggagas program kolaboratif bertajuk “UMKM Berdaya” yang menyasar tiga aspek utama: legalitas usaha, identitas visual merek (branding), dan digitalisasi sistem pembayaran untuk pelaku usaha di Desa Progowati, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, pada Minggu (4/8/26).

Dalam mengeksekusi program tersebut, tim KKN 165 UNS memilih skema pendampingan langsung dari rumah ke rumah (door-to-door) yang berlangsung sejak 14 Juli hingga 4 Agustus 2026, sebelum akhirnya disempurnakan melalui agenda sosialisasi puncak.

Bacaan Lainnya

Ketua Pelaksana KKN 165 UNS, Salsa, menjelaskan bahwa metode door-to-door sengaja diterapkan sebagai strategi eksekusi program agar pendampingan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

“Sejak awal program ini memang kami rancang lewat skema door-to-door agar dapat mendampingi warga secara lebih personal dan intim. Dengan cara ini, kami bisa memahami permasalahan riil yang dihadapi tiap pelaku UMKM secara mendalam saat mengeksekusi program, sekaligus mendata mereka untuk diundang ke acara sosialisasi puncak,” ujar Salsa.

Saat mahasiswa mendatangi kediaman warga untuk menjalankan program, kendala akses pembayaran digital menjadi salah satu hal yang paling dirasakan pelaku usaha. Ibu Siti Rahayu, salah satu pelaku UMKM yang didampingi, mengaku sangat terbantu dengan hadirnya program ini karena sebelumnya sering kehilangan calon pembeli akibat belum memiliki fasilitas transaksi non-tunai.

“Wah kebetulan sekali, Mbak. Pembeli saya sering tidak jadi beli hanya karena saya tidak punya QRIS, sedangkan saya sendiri bingung bagaimana cara membuatnya,” tutur Siti.

Melalui eksekusi door-to-door tersebut, mahasiswa KKN 165 UNS mendata dan memfasilitasi pendaftaran akun QRIS resmi bagi 10 pelaku UMKM di Desa Progowati. Selain itu, mahasiswa juga menjaring dua UMKM percontohan untuk didampingi secara intensif, yaitu Cemilan Berkah Izzuna Zabdan yang berhasil didampingi hingga memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB), serta Emping Singkong Raya yang berhasil didampingi dalam pembuatan desain logo dan kemasan (branding) profesional.

Mahasiswa KKN UNS 165 saat memberikan pendampingan secara langsung (door-to-door) kepada salah satu pelaku UMKM olahan pangan di Desa Progowati
(Dok. Pribadi/KKN 165 UNS 2026)
Mahasiswa KKN UNS 165 saat memberikan pendampingan secara langsung (door-to-door) kepada salah satu pelaku UMKM olahan pangan di Desa Progowati
(Dok. Pribadi/KKN 165 UNS 2026)

Rangkaian program “UMKM Berdaya” ini kemudian mencapai puncaknya pada Minggu (4/8/2026) melalui acara sosialisasi bersama di Gedung Olahraga (GOR) Prasojo, Desa Progowati. Pada agenda puncak tersebut, KKN 165 UNS menggandeng Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Magelang untuk memaparkan materi legalitas usaha dan pentingnya NIB, dengan menampilkan Cemilan Berkah Izzuna Zabdan yang telah berhasil didampingi hingga mengantongi NIB sebagai contoh riil.

Sementara itu, sesi penguatan identitas merek diisi langsung oleh mahasiswa KKN 165 UNS melalui edukasi pentingnya branding serta pemaparan hasil desain logo dan kemasan produk dari UMKM percontohan, Emping Singkong Raya. Pada kesempatan yang sama, program digitalisasi pembayaran turut menjadi sorotan, ditandai dengan penyerahan stand akrilik QRIS siap pakai secara resmi kepada 10 pelaku UMKM yang telah didaftarkan sebelumnya.

Antusiasme warga terlihat tinggi sepanjang jalannya kegiatan, tergambar dari banyaknya pelaku UMKM yang antusias bertanya dan berdiskusi langsung dengan mahasiswa maupun narasumber dari DPMPTSP. Program “UMKM Berdaya” bukan sekadar bantuan teknis yang datang dan pergi, melainkan pendampingan yang membekas karena dijalankan dari rumah ke rumah, memahami persoalan masing-masing pelaku usaha secara personal. Ke depan, KKN 165 UNS berharap semangat kolaboratif ini terus dijaga oleh warga sendiri, sehingga UMKM Desa Progowati mampu berdiri lebih kuat, mandiri, dan siap menghadapi tantangan bisnis yang terus berkembang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *