Gedebeg, Krajan.id – Pemahaman terhadap kondisi tanah menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan lahan pertanian. Hal itu menjadi perhatian mahasiswa KKN 20 Universitas Sebelas Maret (UNS) yang memberikan edukasi mengenai pupuk organik dan pengecekan pH tanah kepada petani Desa Gedebeg, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.
Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Gedebeg pada 10 Agustus 2026. Selain penyampaian materi, petani diajak mempraktikkan langsung cara mengecek pH tanah menggunakan alat yang telah disediakan.

Edukasi ini menghadirkan narasumber dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Ngawen. Materi yang diberikan mencakup pemanfaatan pupuk kandang sebagai bahan dasar pupuk organik serta pentingnya mengetahui tingkat keasaman tanah sebelum menentukan pengelolaan lahan dan pemupukan.
Setelah materi disampaikan, peserta mengikuti praktik pengukuran pH tanah. Melalui praktik tersebut, petani dapat mengenali kondisi tanah berdasarkan hasil pengukuran sekaligus memperoleh gambaran mengenai pentingnya menyesuaikan pengelolaan lahan dengan karakteristik tanah.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai pengelolaan tanah dan penggunaan pupuk. Interaksi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk membahas penerapan materi yang diperoleh dalam kegiatan pertanian sehari-hari.
Selain BPP Ngawen, kegiatan juga mendapat dukungan dari perwakilan PT Maxxi yang turut memberikan pengenalan mengenai produk pertanian. Pemerintah Desa Gedebeg mendukung pelaksanaan kegiatan dengan menyediakan Balai Desa sebagai lokasi edukasi.
Penanggung jawab program kerja KKN 20 UNS, Luthfi Halim, mengatakan kegiatan tersebut dapat terlaksana sesuai rencana berkat dukungan berbagai pihak.
“Kegiatan yang dilaksanakan pada 10 Agustus 2026 kemarin berjalan dengan lancar dan sesuai dengan yang telah direncanakan. Kami sangat terbantu dengan adanya dukungan dari BPP Ngawen, perwakilan PT Maxxi, serta kelompok tani Desa Gedebeg,” ujar Luthfi.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN 20 UNS berharap pengetahuan mengenai pupuk organik dan pH tanah dapat diterapkan oleh petani dalam pengelolaan lahan. Pengetahuan tersebut diharapkan turut mendukung pengelolaan pertanian Desa Gedebeg agar lebih produktif dan berkelanjutan.





