Secang, Krajan.id – Ketukan rebana kembali terdengar di SMA Islam Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan hadroh yang sebelumnya belum berjalan optimal mulai dihidupkan kembali melalui pelatihan dan pendampingan yang dilakukan mahasiswa Magang Kependidikan Terintegrasi (MKT) Universitas Tidar.
Pendampingan tersebut menjadi salah satu program kerja mahasiswa MKT selama menjalankan praktik di SMA Islam Secang. Kegiatan tidak hanya berfokus pada kemampuan peserta didik memainkan alat musik rebana, tetapi juga diarahkan untuk membangun kerja sama, kekompakan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepercayaan diri.
Sebelumnya, SMA Islam Secang memiliki kelompok seni musik Islami bernama “Nasyid”. Kelompok tersebut pernah menjadi bagian dari aktivitas sekolah, tetapi belum berjalan secara optimal. Kondisi itu menjadi salah satu alasan mahasiswa MKT mengambil peran melalui program pelatihan dan pendampingan.
Potensi peserta didik menjadi modal penting dalam menghidupkan kembali kegiatan tersebut. Sebagian siswa mengikuti pendidikan nonformal di pondok pesantren sehingga telah memiliki pengalaman dalam berbagai kegiatan keagamaan. Pengalaman itu kemudian dikembangkan melalui latihan hadroh secara bertahap.
Pada tahap awal, peserta didik kembali diperkenalkan dengan alat musik serta pola dasar pukulan rebana. Latihan kemudian berkembang pada penguasaan tempo dan pola permainan. Peserta juga dilatih membangun kekompakan sebagai sebuah kelompok.
Dalam permainan hadroh, setiap anggota memiliki peran masing-masing. Karena itu, kemampuan yang dibutuhkan bukan hanya keterampilan memainkan alat musik secara individu. Peserta juga perlu mampu mendengarkan permainan anggota lain, menyesuaikan tempo, serta menjaga kerja sama agar menghasilkan permainan yang selaras.
Proses tersebut berlangsung seiring dengan meningkatnya antusiasme peserta didik. Dari latihan yang semula sederhana, kelompok hadroh mulai menunjukkan perkembangan hingga akhirnya memperoleh kesempatan tampil dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di SMA Islam Secang, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Ahbabul Rasul: Cintai Rasulnya, Teladani Akhlaknya, Wujudkan Generasi Mulia”. Dalam rangkaian acara, lantunan shalawat, pembacaan Maulid Simtudduror, dan irama rebana menjadi bagian dari kegiatan.
Penampilan tersebut menjadi kesempatan bagi kelompok hadroh untuk menunjukkan hasil latihan sekaligus pengalaman tampil di hadapan warga sekolah. Bagi peserta didik, panggung itu menjadi bagian dari proses belajar yang sebelumnya dimulai dari latihan dasar.
Bagi mahasiswa MKT, proses tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan program kerja. Pendampingan sejak tahap latihan hingga persiapan penampilan menjadi bagian dari upaya memberikan kontribusi terhadap pengembangan kegiatan siswa di sekolah.
Namun, keberhasilan tampil dalam satu kegiatan belum menjadi akhir dari proses. Tantangan berikutnya adalah menjaga agar kelompok hadroh dapat terus berjalan setelah program pendampingan selesai. Dukungan sekolah dan konsistensi peserta didik menjadi faktor penting agar kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai aktivitas sesaat.
Jika dikelola secara berkelanjutan, kelompok hadroh berpeluang berkembang menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Keberlanjutan itu sekaligus dapat menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan seni musik Islami sekaligus kemampuan bekerja dalam tim.
Lebih dari sekadar memainkan rebana, kegiatan hadroh memberikan pengalaman kepada siswa untuk belajar disiplin, berbagi peran, mendengarkan anggota lain, dan bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing. Proses latihan juga dapat menjadi ruang untuk membangun keberanian dan rasa percaya diri.
Dari latihan sederhana hingga tampil dalam peringatan Maulid Nabi, perjalanan kelompok hadroh SMA Islam Secang menunjukkan bahwa pengembangan kegiatan siswa dapat dimulai dari langkah yang sederhana. Pendampingan mahasiswa MKT menjadi pemantik untuk menghidupkan kembali potensi yang sebelumnya belum berkembang secara optimal.
Momentum penampilan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H diharapkan menjadi awal bagi keberlanjutan kelompok hadroh di SMA Islam Secang. Dengan dukungan sekolah dan komitmen peserta didik, kegiatan tersebut memiliki peluang untuk terus berkembang dan menjadi bagian dari aktivitas sekolah.





