Cikoneng, Krajan.id – Puluhan lansia yang tergabung dalam Kampung Ramah Lansia Dusun Cikoneng 3 mengikuti kegiatan membatik bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Rumah Zakat 2026 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara mahasiswa KKN dan pengelola Kampung Ramah Lansia Dusun Cikoneng 3. Para peserta tidak hanya mengikuti proses membatik, tetapi juga terlibat sejak tahap awal pembuatan pola hingga pencantingan kain.
Karya yang dihasilkan dalam kegiatan tersebut direncanakan menjadi sarung bantal. Aktivitas membatik juga menjadi salah satu kegiatan kreatif yang mempertemukan para lansia dalam suasana santai dan rekreatif.
Rangkaian kegiatan pada hari itu diawali dengan pemeriksaan kesehatan dan senam bersama. Para peserta menjalani penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pengecekan tekanan darah sebelum mengikuti senam.
Kegiatan senam berlangsung sekitar pukul 07.30 hingga 10.00. Setelah itu, para lansia beristirahat dan menikmati kudapan yang telah disiapkan oleh pengelola sebelum melanjutkan kegiatan utama, yakni membatik.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN dan Kampung Ramah Lansia Cikoneng 3 bermula dari kunjungan mahasiswa pada 8 Agustus 2026. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa berdiskusi dengan pengelola Kampung Ramah Lansia, Fitri dan Herlin, mengenai berbagai kegiatan yang selama ini dilakukan untuk mendampingi para lansia.
Kampung Ramah Lansia Cikoneng 3 telah memiliki sejumlah kegiatan rutin. Kegiatan tersebut antara lain pemeriksaan kesehatan, senam, pemberian makanan tambahan, edukasi kesehatan, serta kegiatan sosial.
Dalam pelaksanaannya, pengelola juga bekerja sama dengan Puskesmas dan BPJS Kesehatan untuk mendukung pemeriksaan kesehatan berkala bagi para lansia.
Dari pertemuan tersebut, mahasiswa KKN kemudian diajak untuk turut mendampingi kegiatan membatik yang telah dijadwalkan pada pekan berikutnya.
Keterlibatan mahasiswa tidak berhenti pada pendampingan saat kegiatan berlangsung. Mereka juga membantu proses persiapan hingga tahapan lanjutan setelah kain selesai dicanting.
Pada kegiatan membatik, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok beranggotakan sekitar lima orang dan didampingi dua mahasiswa KKN.
Pembagian kelompok dilakukan untuk memudahkan peserta mengikuti setiap tahapan kegiatan. Suasana semakin cair ketika para peserta diminta membuat yel-yel kelompok.
Gelak tawa beberapa kali terdengar ketika para lansia mencoba menunjukkan kekompakan kelompok masing-masing. Aktivitas tersebut membuat kegiatan membatik tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga menjadi ruang interaksi antarpeserta.
Setelah pembagian kelompok, mahasiswa membagikan tiga lembar kain kepada setiap kelompok. Kain tersebut nantinya diproses menjadi sarung bantal.
Para lansia kemudian mulai membuat sketsa menggunakan pensil. Tahap ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk menuangkan gagasan mereka ke atas kain sebelum memasuki proses pencantingan.
Motif yang dibuat cukup beragam. Sebagian peserta memilih motif tumbuhan, sementara peserta lainnya menggambar pohon kelapa hingga barisan hewan.
Pilihan motif tersebut menunjukkan bahwa setiap peserta memiliki gagasan masing-masing dalam membuat pola. Mahasiswa KKN kemudian mendampingi peserta ketika mulai memasuki tahapan pencantingan.
Di tengah proses menggambar, suasana berlangsung santai dan diselingi candaan. Salah seorang peserta bahkan menceritakan kebiasaannya melihat cucu menggambar.
“Biasanya lihat cucunya yang gambar, malah saya yang gambar,” ujar salah seorang lansia peserta sambil tertawa.
Setelah pola selesai dibuat, mahasiswa membantu memastikan kain dari setiap kelompok tetap teridentifikasi sebelum proses pencantingan dimulai.
Para peserta kemudian menggunakan canting untuk menggoreskan malam atau lilin cair mengikuti pola yang telah mereka buat sebelumnya. Tahapan ini membutuhkan ketelitian agar malam tetap berada pada garis pola.
Meski demikian, para lansia terlihat antusias mencoba proses tersebut dan menyelesaikan bagian masing-masing. Mahasiswa KKN memberikan pendampingan selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan berlangsung hingga menjelang siang. Sebagian peserta kemudian meninggalkan lokasi setelah dijemput oleh anak atau cucu.
Sementara itu, mahasiswa KKN melanjutkan sejumlah tahapan berikutnya, termasuk proses pewarnaan dan penjemuran kain. Proses tersebut tetap dilakukan dengan pendampingan dari pengelola Kampung Ramah Lansia Cikoneng 3.
Dengan demikian, keterlibatan mahasiswa tidak hanya berlangsung ketika para lansia membuat pola dan mencanting. Mereka juga membantu memastikan kain dapat melanjutkan proses produksi hingga menjadi karya yang direncanakan.
Ketua Tim KKN Tematik Rumah Zakat 2026, Adi Maulana, mengatakan kegiatan membatik diharapkan dapat menjadi ruang bagi para lansia untuk tetap aktif sekaligus mencoba kegiatan kreatif bersama.
“Kami melihat kegiatan membatik ini bukan hanya soal menghasilkan sebuah karya, tetapi juga bagaimana para lansia bisa menikmati prosesnya bersama-sama. Kami ingin ikut mendampingi dan membuat kegiatan yang sederhana ini menjadi ruang bagi mereka untuk tetap aktif, berkarya, dan berinteraksi,” ujar Adi Maulana, Ketua Tim KKN Tematik Rumah Zakat 2026.
Pernyataan tersebut menempatkan kegiatan membatik bukan semata sebagai aktivitas untuk menghasilkan produk. Proses berkegiatan bersama menjadi bagian penting dalam kolaborasi antara mahasiswa dan para lansia.
Bagi mahasiswa KKN, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat, khususnya para lansia. Pendampingan dilakukan melalui aktivitas yang bersifat kreatif dan rekreatif.
Selain mendampingi kegiatan membatik, mahasiswa KKN turut membantu menyiapkan hadiah untuk kegiatan lomba yang direncanakan oleh pengelola Kampung Ramah Lansia Cikoneng 3 pada Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi mahasiswa KKN Tematik Rumah Zakat 2026 dengan Kampung Ramah Lansia Dusun Cikoneng 3.
Kolaborasi itu mempertemukan kegiatan pengabdian mahasiswa dengan aktivitas rutin yang telah dijalankan oleh pengelola kampung lansia. Sebelumnya, Kampung Ramah Lansia Cikoneng 3 telah memiliki berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan, edukasi, dan aktivitas sosial bagi para lansia.
Melalui kegiatan membatik, aktivitas pendampingan kemudian diperluas ke bidang kreatif. Para lansia mendapat kesempatan untuk mencoba proses baru sekaligus menghasilkan karya secara bersama-sama.
Bagi peserta, kegiatan tersebut menjadi pengalaman untuk terlibat langsung dalam proses pembuatan kain bermotif. Sementara bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi bagian dari pengalaman menjalankan program KKN dengan berinteraksi secara langsung bersama masyarakat.
Pendampingan juga berlangsung secara bertahap. Mahasiswa tidak hanya hadir pada saat kegiatan membatik, tetapi sebelumnya berdiskusi dengan pengelola untuk memahami kegiatan yang telah berjalan dan bentuk keterlibatan yang dapat dilakukan.
Ke depan, kolaborasi antara mahasiswa KKN dan Kampung Ramah Lansia Cikoneng 3 diharapkan dapat terus berkembang melalui kegiatan lain yang sesuai dengan kebutuhan dan minat para lansia.
Kegiatan membatik di Cikoneng 3 pada akhirnya tidak hanya menghasilkan kain yang akan diproses menjadi sarung bantal. Lebih dari itu, kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana ruang berkarya dapat menjadi bagian dari aktivitas bersama para lansia, sekaligus membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat dalam pendampingan masyarakat secara langsung.





