Cegah Curanmor, Mahasiswa KKN Rumah Zakat Gandeng Polisi Edukasi Warga Cibiru Wetan

Mahasiswa KKN Tematik Rumah Zakat 2026 UIN Sunan Gunung Djati Bandung bersama pihak kepolisian dan peserta kegiatan SIAGA usai penyuluhan keamanan lingkungan di Desa Cibiru Wetan, Kabupaten Bandung, Jumat (31/7/2026). (Dok. Pribadi/KKN Tematik Rumah Zakat 2026)
Mahasiswa KKN Tematik Rumah Zakat 2026 UIN Sunan Gunung Djati Bandung bersama pihak kepolisian dan peserta kegiatan SIAGA usai penyuluhan keamanan lingkungan di Desa Cibiru Wetan, Kabupaten Bandung, Jumat (31/7/2026). (Dok. Pribadi/KKN Tematik Rumah Zakat 2026)

Cibiru Wetan, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Rumah Zakat 2026 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung menggandeng kepolisian untuk memberikan edukasi pencegahan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kepada warga RW 05, Desa Cibiru Wetan, Kabupaten Bandung, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan bertajuk SIAGA (Sinergi Keamanan Warga) tersebut digelar di Balai RW 05 sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap keamanan lingkungan. Kegiatan ini menyasar warga, khususnya para kepala keluarga, agar memiliki pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan tindak kriminal serta pentingnya menjaga keamanan secara bersama-sama.

Bacaan Lainnya

Program SIAGA berangkat dari hasil observasi mahasiswa KKN dan kondisi keamanan yang disampaikan pengurus RW 05. Wilayah tersebut disebut menghadapi persoalan pencurian kendaraan bermotor sehingga diperlukan langkah pencegahan yang melibatkan masyarakat secara aktif.

Sebelumnya, warga RW 05 sempat menjalankan kegiatan ronda malam sebagai salah satu bentuk pengamanan lingkungan. Namun, pelaksanaannya belum berjalan secara optimal. Kondisi tersebut kemudian menjadi perhatian mahasiswa KKN untuk menghadirkan pendekatan pencegahan yang tidak hanya mengandalkan penjagaan fisik, tetapi juga meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan warga.

Dalam kegiatan penyuluhan, IPTU Ricky K. Susanto, Bhabinkamtibmas Desa Cibiru Wetan dari Polsek Cileunyi, menjadi pemateri utama. Ia menyampaikan materi mengenai keamanan lingkungan serta langkah-langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah pencurian kendaraan bermotor.

Salah satu hal yang ditekankan adalah pentingnya membangun kerja sama keamanan secara lebih luas. Menurutnya, pengamanan lingkungan tidak cukup dilakukan oleh satu wilayah saja, tetapi membutuhkan koordinasi antara warga, pengurus RW dan RT, serta wilayah yang berada di sekitarnya.

“Keamanan lingkungan perlu dilakukan secara bersama-sama. Karena itu, kerja sama dengan wilayah atau RW yang berdekatan juga penting, sehingga apabila ada situasi yang mencurigakan, informasi dapat segera diteruskan dan dikoordinasikan,” ujar IPTU Ricky K. Susanto.

Selain penguatan koordinasi antarwilayah, warga juga diberikan sejumlah langkah sederhana untuk mengurangi risiko pencurian kendaraan bermotor. Di antaranya memastikan kendaraan dalam keadaan terkunci, tidak meninggalkan kunci pada kendaraan, memilih tempat parkir yang aman, serta meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan sekitar.

Ketua Tim KKN Tematik Rumah Zakat 2026, Adi Maulana, mengatakan kegiatan SIAGA diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kembali kepedulian warga terhadap keamanan lingkungan.

“Kami tidak ingin kegiatan ini hanya berhenti sebagai program selama KKN berlangsung. Harapannya, setelah kegiatan selesai, warga tetap melanjutkan komunikasi dan kerja sama dalam menjaga keamanan lingkungan,” kata Adi Maulana.

Menurut Adi, mahasiswa KKN berupaya mendorong masyarakat agar keamanan dipahami sebagai tanggung jawab bersama. Dengan komunikasi yang baik antara warga, pengurus lingkungan, dan aparat keamanan, potensi persoalan di lingkungan diharapkan dapat lebih cepat diketahui dan ditindaklanjuti.

Salah seorang warga RW 05 berinisial H menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pemahaman tambahan mengenai pentingnya kewaspadaan dalam menjaga kendaraan dan lingkungan tempat tinggal.

“Selama ini keamanan sering dianggap sebagai tugas ronda atau pengurus saja. Dari kegiatan ini kami jadi lebih memahami bahwa warga juga harus ikut memperhatikan lingkungan dan saling memberi informasi,” ujar H.

Warga lainnya, D, menilai penyuluhan tersebut bermanfaat karena memberikan langkah-langkah sederhana yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Hal-hal seperti memastikan kendaraan aman dan tidak meninggalkan kunci memang terlihat sederhana, tetapi justru perlu dibiasakan. Kami juga berharap komunikasi antarwarga bisa lebih aktif,” ujarnya.

Selain penyuluhan, kegiatan SIAGA menjadi ruang diskusi antara mahasiswa KKN, warga, dan pihak kepolisian. Diskusi tersebut membahas kondisi keamanan lingkungan serta langkah-langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Tim KKN selanjutnya mendorong warga untuk memperkuat komunikasi melalui grup warga, meningkatkan pengamanan kendaraan secara mandiri, serta membangun koordinasi dengan pengurus RT dan RW maupun aparat kepolisian. Sistem ronda yang sebelumnya tidak berjalan secara optimal juga dapat ditata kembali dengan pembagian tugas dan mekanisme pengawasan yang lebih jelas.

Program SIAGA merupakan bagian dari KKN Tematik Rumah Zakat 2026 UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam membangun kewaspadaan serta memperkuat kerja sama keamanan lingkungan.

Setelah masa KKN berakhir, keberlanjutan upaya tersebut diharapkan dapat diteruskan oleh warga melalui komunikasi dan koordinasi yang lebih aktif, baik di tingkat RW maupun dengan wilayah di sekitarnya dan aparat keamanan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *