Nologaten, Krajan.id – Kebiasaan mengelola uang tidak selalu harus dimulai dari hal besar. Mengenalkan anak pada konsep kebutuhan, keinginan, dan menabung dapat menjadi langkah awal untuk membangun literasi keuangan sejak dini.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Gemilang Literasi bertema “Pentingnya Menabung Sejak Dini” yang digelar di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Al Rosiqul-Zhafira, Nologaten, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 31 Agustus 2026.
Kegiatan itu diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri atas anak-anak dan ibu-ibu di sekitar TBM Al Rosiqul-Zhafira. Materi mengenai pengelolaan keuangan disampaikan Saufi Afriyandi dari Komunitas Generasi Cerdas Keuangan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada sejumlah konsep dasar pengelolaan uang. Anak-anak diajak memahami pentingnya menabung, mengatur uang, serta membedakan kebutuhan dan keinginan sebelum menggunakan uang yang dimiliki.
Materi disampaikan dengan pendekatan ringan dan interaktif agar lebih mudah dipahami anak-anak. Dengan cara tersebut, pembahasan mengenai keuangan tidak berhenti pada pengetahuan teoritis, tetapi diarahkan pada kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Jovanka Dulman selaku ketua pelaksana. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan flashmob yang melibatkan peserta. Aktivitas tersebut menjadi bagian pembuka sebelum peserta mengikuti sesi utama mengenai literasi keuangan.
Pada sesi materi, peserta diajak mengenali perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Pemahaman tersebut menjadi salah satu dasar dalam menentukan prioritas ketika menggunakan uang. Anak-anak juga diperkenalkan pada cara sederhana untuk mulai menyisihkan uang sebagai tabungan.
Selain materi, panitia membagikan buku tabungan dan celengan kepada peserta. Sarana tersebut digunakan untuk memperkenalkan praktik menabung secara langsung sehingga peserta dapat mulai menerapkan kebiasaan tersebut setelah kegiatan berakhir.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan challenge menabung. Tantangan tersebut diarahkan untuk mendorong peserta menerapkan kebiasaan yang telah diperkenalkan selama kegiatan dalam kehidupan sehari-hari.
Pengurus TBM Al Rosiqul-Zhafira, Khoirul Ummi, menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman positif bagi anak-anak dan masyarakat sekitar. Menurut dia, kegiatan itu membantu anak-anak yang sebelumnya belum banyak memahami cara menabung untuk mengenal konsep tersebut dengan lebih mudah.
“Saya merasa dengan diadakan acara ini menjadi aktivitas positif bagi anak-anak dan masyarakat sekitar. Anak-anak yang awalnya kurang mengetahui bagaimana menabung, akhirnya menjadi lebih memahami. Ditambah lagi dengan materi yang disampaikan secara ringan dan menyenangkan, sehingga anak-anak mudah memahami materi yang disampaikan,” ujar Khoirul Ummi.
Sementara itu, Jovanka Dulman mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengenalkan kebiasaan menabung, tetapi juga membangun dasar pengelolaan keuangan pada anak.
“Acara ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada anak-anak sebagai fondasi awal dalam mengatur keuangan sejak dini, serta membantu mereka menentukan mana keinginan dan kebutuhan, sekaligus mempersiapkan tabungan untuk masa depan,” ujar Jovanka.
Pengenalan kebiasaan menabung sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman anak mengenai penggunaan uang. Anak tidak hanya belajar menyimpan uang, tetapi juga belajar menentukan prioritas dan mempertimbangkan kebutuhan sebelum melakukan pengeluaran.
Keterlibatan ibu-ibu dalam kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa pendidikan keuangan dapat diperkuat melalui lingkungan terdekat anak. Pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan dapat diteruskan melalui pembiasaan di rumah, sehingga pengelolaan uang tidak hanya menjadi materi dalam sebuah kegiatan edukasi.
Gemilang Literasi diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak dan masyarakat sekitar untuk mengenal literasi keuangan secara lebih praktis. Kebiasaan sederhana seperti menyisihkan uang, mencatat tabungan, dan membedakan kebutuhan dengan keinginan dapat menjadi fondasi bagi pengelolaan keuangan yang lebih bertanggung jawab pada masa mendatang.
Dengan demikian, menabung tidak sekadar dipahami sebagai aktivitas menyimpan uang, tetapi sebagai proses membangun kedisiplinan dan kemampuan mengambil keputusan keuangan. Pembiasaan sejak usia dini diharapkan dapat membantu anak tumbuh lebih mandiri dan memiliki kesadaran dalam merencanakan kebutuhan di masa depan.





