KKM 86 UNIBA Dorong Peluang Usaha Warga Pasir Tundun lewat Pelatihan Brownies Kukus

Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 86 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menyelenggarakan pelatihan pembuatan brownies kukus bersama warga setempat khususnya para ibu rumah tangga untuk menambah ragam ide olahan kuliner bernilai jual. (Dok. Pribadi/Kelompok KKM 86 UNIBA)
Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 86 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menyelenggarakan pelatihan pembuatan brownies kukus bersama warga setempat khususnya para ibu rumah tangga untuk menambah ragam ide olahan kuliner bernilai jual. (Dok. Pribadi/Kelompok KKM 86 UNIBA)

Warunggunung, Krajan.id – Keterampilan mengolah pangan menjadi salah satu cara yang dapat dikembangkan masyarakat untuk membuka peluang usaha rumahan. Hal itu menjadi fokus Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 86 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) melalui pelatihan pembuatan brownies kukus bersama warga Kampung Pasir Tundun, Desa Warunggunung, Kabupaten Lebak, Jumat (14/8/2026).

Pelatihan yang berlangsung pukul 16.00-18.00 WIB tersebut menyasar warga, khususnya ibu rumah tangga. Kegiatan tidak hanya memperkenalkan cara membuat brownies kukus, tetapi juga memberikan alternatif keterampilan yang dapat diterapkan untuk kebutuhan konsumsi keluarga maupun dikembangkan menjadi usaha mikro.

Bacaan Lainnya

Penanggung jawab kegiatan, Fadhilah Alawiyah, mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk memperkenalkan resep yang relatif sederhana dengan bahan yang mudah diperoleh.

“Melalui pembuatan brownies kukus ini, kami ingin membagikan resep kue yang sederhana, hemat bahan, namun memiliki cita rasa yang diminati banyak orang. Harapannya, keterampilan ini bisa dipraktikkan sendiri di rumah atau bahkan dijadikan ide usaha mikro bagi warga Pasir Tundun,” ujar Fadhilah.

Dalam kegiatan tersebut, Fadhilah didampingi Ridho Agung Mahendra dan Adriyan Maulana. Ketiganya terlibat dalam menyiapkan peralatan dan bahan, sekaligus memandu warga mengikuti setiap tahapan pembuatan brownies kukus.

Pelatihan dilakukan secara langsung sehingga warga tidak hanya menyimak demonstrasi, tetapi juga dapat mempraktikkan proses pengolahan adonan hingga pengukusan. Pendekatan tersebut diharapkan membantu peserta memahami teknik dasar untuk menghasilkan brownies dengan tekstur yang sesuai.

Ridho mengatakan keterlibatan warga secara langsung menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.

“Kami mengajak warga ikut langsung mempraktikkan proses pencampuran bahan hingga teknik pengukusan agar mengerti tekstur brownies yang pas,” kata Ridho.

Selain mengikuti praktik, warga juga berdiskusi mengenai bahan dan kemungkinan pengembangan produk. Adriyan Maulana mengatakan sejumlah peserta aktif menanyakan takaran bahan, cara mempertahankan tekstur brownies, hingga perkiraan modal apabila produk tersebut dipasarkan.

“Warga sangat aktif bertanya mengenai takaran bahan, tips agar brownies lembut, hingga estimasi modal jika ingin dijual. Diskusi mengalir dengan sangat menyenangkan,” tutur Adriyan.

Antusiasme juga terlihat dari respons warga yang mengikuti kegiatan hingga selesai. Salah seorang warga Kampung Pasir Tundun menilai pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sangat bermanfaat, bahannya mudah didapat dan caranya ternyata simpel. Sekarang jadi tahu resep brownies kukus yang lembut, bisa buat camilan keluarga atau dijual,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan mencicipi hasil olahan bersama dan sesi foto antara mahasiswa KKM 86 UNIBA dan warga Kampung Pasir Tundun. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya berbagi keterampilan memasak, tetapi juga memperkenalkan alternatif keterampilan ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan dari lingkungan rumah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *