KKN UNS Kelompok 26 dan Pertamina Patra Logistik melalui Pertamina Sehat Gelar Edukasi dan Pelatihan Gerak Dasar Motorik Anak Usia Dini di Desa Dukuh

Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan Edukasi dan Pelatihan Gerak Dasar Motorik Anak Usia Dini di TK Pertiwi 1 Dukuh, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali bersama KKN UNS Kelompok 26 dan Pertamina Patra Logistik. (Dok. Pribadi/KKN 26 UNS)
Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan Edukasi dan Pelatihan Gerak Dasar Motorik Anak Usia Dini di TK Pertiwi 1 Dukuh, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali bersama KKN UNS Kelompok 26 dan Pertamina Patra Logistik. (Dok. Pribadi/KKN 26 UNS)

Dukuh, Krajan.id – Kemampuan motorik anak perlu distimulasi sejak usia dini melalui aktivitas yang sesuai dengan tahap perkembangan. Hal tersebut menjadi perhatian KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 26 bersama Pertamina Patra Logistik melalui program Pertamina Sehat yang menggelar edukasi dan pelatihan gerak dasar motorik di TK Pertiwi 1 Dukuh, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jumat (24/7/2026).

Kegiatan tersebut menggabungkan latihan motorik halus, motorik kasar, dan sensorik melalui permainan serta aktivitas fisik sederhana. Anak-anak tidak hanya memperoleh penjelasan, tetapi juga langsung mempraktikkan setiap gerakan dengan pendampingan mahasiswa.

Bacaan Lainnya

Program ini ditujukan untuk mendukung stimulasi tumbuh kembang anak sekaligus memperkenalkan aktivitas fisik dengan cara yang menyenangkan. Rangkaian kegiatan disusun bertahap, mulai dari aktivitas di dalam kelas hingga permainan gerak di luar ruangan.

Penanggung Jawab Kegiatan, Zulfikar, terlebih dahulu memberikan contoh berbagai gerakan kepada anak-anak. Setelah melihat contoh tersebut, anak-anak TK Pertiwi 1 Dukuh mengikuti gerakan secara langsung dengan didampingi mahasiswa KKN UNS Kelompok 26.

Latih Motorik Halus dan Sensorik

Pelatihan diawali dengan aktivitas motorik halus di dalam ruang kelas. Anak-anak diminta menggaris lurus sesuai warna menggunakan kertas HVS yang telah dilengkapi pembatas berwarna.

Aktivitas tersebut digunakan untuk melatih koordinasi gerakan tangan sekaligus menghubungkan instruksi yang diterima dengan gerakan yang dilakukan anak. Kegiatan dibuat sederhana agar anak dapat mengikuti tahapan latihan sesuai kemampuan mereka.

Setelah itu, kegiatan berlanjut pada stimulasi sensorik menggunakan kacang hijau. Anak-anak diajak meraba kacang hijau sebelum kemudian memindahkannya dari satu wadah ke dalam cup plastik menggunakan sendok plastik.

Latihan tersebut menitikberatkan pada koordinasi gerakan tangan dan kemampuan anak dalam mengendalikan gerakan saat memindahkan benda. Mahasiswa memberikan pendampingan selama proses berlangsung agar setiap anak dapat mengikuti aktivitas dengan baik.

Kegiatan motorik halus dan sensorik menjadi bagian awal sebelum anak-anak melakukan aktivitas fisik yang lebih aktif. Setelah rangkaian kegiatan di dalam kelas selesai, pelatihan dilanjutkan di luar ruangan.

Berlari hingga Lempar Tangkap Bola

Di luar ruangan, anak-anak mengikuti sejumlah latihan motorik kasar. Salah satunya adalah berlari melewati cone yang telah disusun sebagai lintasan.

Selain berlari, anak-anak juga diminta melompat melewati cone. Aktivitas tersebut dirancang untuk melatih kecepatan dan kelincahan melalui gerakan yang sederhana dan mudah diikuti anak usia dini.

Antusias para anak-anak TK Pertiwi 1 Dukuh dalam mengikuti kegiatan estafet bola plastik. (Dok. Pribadi/KKN 26 UNS)
Antusias para anak-anak TK Pertiwi 1 Dukuh dalam mengikuti kegiatan estafet bola plastik. (Dok. Pribadi/KKN 26 UNS)

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan permainan lempar tangkap bola plastik. Anak-anak juga mengikuti permainan estafet bola dengan memindahkan bola dari tangan ke tangan.

Rangkaian permainan tersebut menjadi sarana bagi anak untuk melatih koordinasi gerakan tangan dengan respons tubuh. Mahasiswa KKN mendampingi anak-anak selama kegiatan agar aktivitas dapat berlangsung secara terarah sekaligus tetap menyenangkan.

Zulfikar mengatakan kegiatan tersebut tidak semata-mata mengajak anak bergerak dan bermain. Menurut dia, aktivitas yang diberikan juga menjadi bagian dari stimulasi kemampuan motorik anak.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak TK Pertiwi 1 Dukuh tidak hanya diajak untuk bergerak dan bermain, tetapi juga memperoleh stimulasi yang dapat mendukung perkembangan kemampuan motorik mereka. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kebiasaan hidup aktif dan sehat sejak usia dini,” ujar Zulfikar.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa berupaya mengenalkan aktivitas fisik kepada anak dengan metode yang dekat dengan dunia mereka, yakni permainan. Setiap kegiatan dilakukan secara bertahap agar anak dapat mengikuti latihan tanpa menghilangkan unsur bermain.

Dilengkapi Sarana Pendukung

Selain memberikan edukasi dan pelatihan, KKN UNS Kelompok 26 bersama Pertamina Patra Logistik juga menyerahkan sejumlah sarana pendukung kepada TK Pertiwi 1 Dukuh.

Bantuan tersebut meliputi sound system, perlengkapan P3K, buku, alat tulis, serta sejumlah perlengkapan pendukung lainnya. Sarana tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pihak sekolah untuk menunjang kegiatan belajar dan aktivitas anak.

Penyerahan bantuan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan setelah pelatihan gerak dasar motorik. Dengan adanya sarana pendukung tersebut, hasil kegiatan diharapkan tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan program, tetapi dapat terus dimanfaatkan oleh sekolah.

Kegiatan berlangsung selama kurang lebih tiga jam. Kepala Sekolah TK Pertiwi 1 Dukuh, Martini, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas edukasi dan bantuan yang diberikan melalui kolaborasi tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada tim KKN UNS Kelompok 26 dan Pertamina Patra Logistik atas edukasi dan bantuan yang diberikan. Kami sangat terbantu dengan semua bantuan yang telah diberikan,” ungkap Martini.

Bagi pihak sekolah, kegiatan tersebut memberikan tambahan aktivitas yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran maupun aktivitas anak. Materi mengenai gerak dasar juga dapat menjadi referensi bagi pendidik untuk memberikan stimulasi melalui kegiatan yang melibatkan gerakan tubuh.

Kolaborasi Mahasiswa dan Pertamina Sehat

Kegiatan edukasi dan pelatihan tersebut merupakan salah satu program kerja KKN UNS Kelompok 26 yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Pertamina Patra Logistik melalui Pertamina Sehat.

KKN UNS Kelompok 26 terdiri atas 10 mahasiswa dari sejumlah program studi. Mereka adalah Zulfikar Abdul Madjid dari Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga FKOR, Nabila Mira Ananda dari Pendidikan Ekonomi FKIP, Naufal Hafidh Syahruri dari Pendidikan Kepelatihan Olahraga FKOR, Nur Laila Rahmasari dari Ilmu Tanah FP, dan Nivia Octaviani dari Pendidikan Ekonomi FKIP.

Selanjutnya, Yogi Kurniawan dari Manajemen FEB, Selvia Lumban Gaol dari Ilmu Tanah FP, Lutfi Nanda Oktavia Ramadhani dari Pendidikan Ekonomi FKIP, Sabrina Nada Cahyaningrum dari Pendidikan Kepelatihan Olahraga FKOR, serta Ubaydillah Fachry Al-khatami dari Manajemen FEB.

Program tersebut dilaksanakan di bawah pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Dona Budi Kharisma, S.H., M.H.

Kolaborasi antara mahasiswa KKN dan Pertamina Patra Logistik melalui Pertamina Sehat diarahkan tidak hanya pada pelaksanaan kegiatan dalam satu hari. Penyerahan berbagai sarana pendukung menjadi bagian dari upaya agar manfaat program dapat terus dirasakan pihak sekolah.

Pelatihan gerak dasar juga menempatkan aktivitas fisik sebagai bagian dari stimulasi perkembangan anak. Dengan memadukan kegiatan motorik halus, sensorik, dan motorik kasar, anak memperoleh pengalaman melakukan berbagai gerakan secara langsung.

Program tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya menciptakan kegiatan belajar yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Aktivitas berupa permainan dapat menjadi sarana untuk mengenalkan gerakan sekaligus membangun pengalaman belajar yang menyenangkan.

KKN UNS Kelompok 26 bersama Pertamina Patra Logistik melalui Pertamina Sehat berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi TK Pertiwi 1 Dukuh. Dukungan terhadap sekolah diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang aktif dan menyenangkan sekaligus mendukung tumbuh kembang anak usia dini.

Keberlanjutan program kemudian bergantung pada pemanfaatan sarana yang telah diberikan serta penerapan aktivitas yang dapat dilakukan secara rutin di lingkungan sekolah. Dengan begitu, edukasi dan pelatihan yang telah dilakukan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat menjadi bagian dari aktivitas anak dalam proses belajar sehari-hari.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *