KKN UNS 254 Dorong Warga Kwadungan Gunung Olah Limbah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Cair

Mahasiswa KKN UNS 254 melaksanakan sosialisasi dan praktik pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi Pupuk Organik Cair (POC) di Aula Desa Kwadungan Gunung, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung pada Jumat (14/8/2026). (Dok. Pribadi/KKN 254 UNS)
Mahasiswa KKN UNS 254 melaksanakan sosialisasi dan praktik pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi Pupuk Organik Cair (POC) di Aula Desa Kwadungan Gunung, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung pada Jumat (14/8/2026). (Dok. Pribadi/KKN 254 UNS)

Kwadungan Gunung, Krajan.id – Mahasiswa KKN UNS Kelompok 254 mengajak warga Desa Kwadungan Gunung, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, memanfaatkan limbah organik rumah tangga menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Edukasi tersebut dilakukan melalui sosialisasi dan praktik langsung di Aula Desa Kwadungan Gunung, Jumat (14/8/2026).

Program tersebut mengambil pendekatan sederhana, yakni mengolah sisa sayuran dan buah-buahan yang selama ini umumnya dibuang setelah digunakan. Mahasiswa memperkenalkan limbah tersebut sebagai bahan yang masih dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pupuk organik cair bagi tanaman.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tidak hanya berisi penyampaian materi. Warga juga diajak mengikuti praktik pengolahan secara langsung. Melalui metode tersebut, mahasiswa KKN UNS 254 memberikan gambaran mengenai cara memilah limbah organik sekaligus tahapan dasar pembuatan POC dengan bahan yang tersedia di lingkungan rumah.

Pendekatan praktik menjadi bagian penting dalam kegiatan karena masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori. Warga dapat melihat secara langsung proses pengolahan limbah rumah tangga sehingga diharapkan lebih mudah menerapkannya secara mandiri.

Rara dan Tia selaku penanggung jawab program kerja mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman praktis kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah organik yang dihasilkan setiap hari.

“Kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa limbah rumah tangga, khususnya sisa sayuran dan buah-buahan, masih memiliki manfaat dan dapat diolah menjadi POC. Harapannya, masyarakat dapat menerapkan pengolahan ini secara mandiri di rumah,” ujar Rara dan Tia.

Pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi POC juga diperkenalkan sebagai salah satu cara untuk mengubah kebiasaan dalam mengelola sampah organik. Sisa bahan pangan yang sebelumnya berakhir sebagai limbah dapat diproses kembali menjadi bahan yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan tanaman.

Bagi masyarakat, pengolahan dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar rumah dapat menjadi pilihan yang relatif sederhana. Selain mengurangi limbah organik yang dibuang, kegiatan tersebut memperkenalkan konsep pemanfaatan kembali bahan rumah tangga dalam pengelolaan lingkungan.

Kegiatan KKN UNS 254 di Desa Kwadungan Gunung ini sekaligus menunjukkan peran mahasiswa dalam memberikan edukasi berbasis kebutuhan masyarakat. Pengetahuan mengenai pengelolaan limbah disampaikan melalui kegiatan yang dekat dengan aktivitas sehari-hari warga.

Melalui sosialisasi dan praktik tersebut, KKN UNS 254 mendorong masyarakat untuk melihat limbah organik bukan semata sebagai sampah. Dengan pengelolaan yang tepat, sisa sayuran dan buah-buahan dapat dimanfaatkan kembali menjadi POC dan mendukung upaya pengelolaan lingkungan yang lebih mandiri serta berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *