KKN UNS 254 Gali Potensi Kopi Kwadungan Gunung sebagai Identitas Desa

Mahasiswa KKN UNS 254 berfoto bersama pelaku usaha kopi Zaenal Arifin dalam observasi dan diskusi bersama mengenai potensi kopi di Kwadungan Java Coffee, Desa Kwadungan Gunung, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung pada Minggu (25/7/2026). (Dok. Pribadi/KKN 254 UNS)
Mahasiswa KKN UNS 254 berfoto bersama pelaku usaha kopi Zaenal Arifin dalam observasi dan diskusi bersama mengenai potensi kopi di Kwadungan Java Coffee, Desa Kwadungan Gunung, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung pada Minggu (25/7/2026). (Dok. Pribadi/KKN 254 UNS)

Kwadungan Gunung, Krajan.id – Potensi kopi lokal menjadi salah satu perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 254 dalam menjalankan program di Desa Kwadungan Gunung, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung.

Perhatian tersebut diwujudkan melalui observasi dan diskusi bersama pelaku usaha kopi di Kwadungan Java Coffee dan Omah Kopi Kwadungan Gunung pada Minggu (25/7/2026). Kegiatan itu dilakukan untuk memahami lebih jauh perkembangan usaha kopi sekaligus menggali peluang penguatan identitas Desa Kwadungan Gunung melalui produk lokal.

Bacaan Lainnya

Dalam observasi tersebut, mahasiswa melihat langsung pengelolaan usaha, proses pengolahan produk, hingga pemasaran kopi. Mereka juga berdiskusi dengan pelaku usaha mengenai perjalanan pengembangan kopi lokal serta jangkauan pasar yang telah dicapai.

Pemilik Omah Kopi Kwadungan Gunung, Zaenal Arifin (43), menjelaskan bahwa kopi merupakan salah satu komoditas yang memiliki peluang ekonomi bagi masyarakat. Kondisi geografis Desa Kwadungan Gunung yang berada di lereng Gunung Sindoro dengan suhu relatif sejuk dinilai mendukung pengembangan kopi arabika.

Bagi mahasiswa KKN UNS 254, potensi tersebut tidak berhenti pada aspek produksi. Kopi juga dinilai memiliki peluang untuk menjadi bagian dari identitas desa, terutama karena produk tersebut telah berkembang dan memiliki jaringan pemasaran di luar wilayah Temanggung.

Informasi mengenai sejarah usaha, karakteristik kopi, proses pengolahan, hingga pemasaran menjadi bagian dari hasil observasi mahasiswa. Data dan pengalaman pelaku usaha tersebut menjadi bahan untuk memahami bagaimana potensi lokal dapat diperkenalkan secara lebih terarah.

Penanggung jawab program kerja KKN UNS 254, Bima Kuncara Aji, mengatakan observasi secara langsung diperlukan agar mahasiswa memperoleh gambaran mengenai potensi kopi yang dimiliki Desa Kwadungan Gunung.

“Ya, kami ingin melihat lebih dekat bagaimana kopi menjadi bagian dari kehidupan dan potensi ekonomi masyarakat Kwadungan Gunung. Dari hasil observasi ini, kami melihat bahwa kopi tidak hanya memiliki nilai sebagai komoditas, tetapi juga dapat menjadi identitas yang memperkuat branding desa,” ujar Bima.

Dari sisi pemasaran, produk kopi Omah Kopi Kwadungan Gunung telah menjangkau sejumlah daerah di Indonesia. Usaha tersebut juga menjalin kerja sama dengan mitra di Kota Solo.

Selain pasar domestik, terdapat peluang pemasaran ke luar negeri. Produk kopi tersebut disebut memiliki rencana pengiriman ke sejumlah negara, di antaranya Austria, Rusia, Arab Saudi, Yunani, dan Dubai.

Kondisi tersebut menjadi perhatian mahasiswa karena menunjukkan bahwa produk yang berasal dari desa memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Namun, bagi KKN UNS 254, capaian pemasaran itu juga perlu ditempatkan sebagai bagian dari penguatan potensi desa secara keseluruhan.

Pendekatan yang dilakukan mahasiswa bukan sekadar memperkenalkan kopi sebagai hasil pertanian. Mereka melihat kopi sebagai salah satu pintu masuk untuk mengenalkan karakter Desa Kwadungan Gunung, termasuk kondisi geografis, aktivitas ekonomi masyarakat, dan produk lokal yang berkembang di dalamnya.

Observasi tersebut menjadi salah satu langkah awal KKN UNS 254 dalam menggali potensi unggulan desa. Hasil pengamatan diharapkan dapat menjadi bahan bagi mahasiswa untuk menyusun pendekatan branding desa yang sesuai dengan karakter dan potensi yang telah dimiliki masyarakat.

Potensi kopi Kwadungan Gunung menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi desa tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi. Pengelolaan identitas produk, informasi mengenai asal-usulnya, serta kemampuan memperkenalkannya kepada pasar juga menjadi bagian penting dalam membangun daya saing produk lokal.

Melalui kegiatan tersebut, KKN UNS 254 berupaya memahami potensi yang sudah tumbuh di tengah masyarakat sebelum menentukan langkah pengembangan. Kopi menjadi salah satu potensi yang dinilai memiliki ruang untuk terus dikembangkan sekaligus menjadi penanda bagi Desa Kwadungan Gunung sebagai wilayah penghasil kopi di Kabupaten Temanggung.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *