Kelompok 17 KPM Mandiri UIN SUNA Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SD Negeri 040472 Beganding

Siswa SD Negeri 040472 Beganding mengikuti kegiatan sosialisasi anti-bullying yang digelar Kelompok 17 KPM Mandiri UIN Suna, Selasa (11/8/2026). (Dok. Pribadi/Kelompok 17 KPM Mandiri UIN SUNA)
Siswa SD Negeri 040472 Beganding mengikuti kegiatan sosialisasi anti-bullying yang digelar Kelompok 17 KPM Mandiri UIN Suna, Selasa (11/8/2026). (Dok. Pribadi/Kelompok 17 KPM Mandiri UIN SUNA)

Beganding, Krajan.id – Edukasi mengenai perundungan atau bullying menjadi perhatian Kelompok 17 KPM Mandiri UIN Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe melalui kegiatan sosialisasi di SD Negeri 040472 Beganding. Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang bentuk, dampak, serta cara mencegah perundungan di lingkungan sekolah.

Kegiatan berlangsung pada, Selasa (11/8/2026) dengan dukungan kepala sekolah dan jajaran guru. Pihak sekolah menyambut baik kehadiran mahasiswa KPM serta mendukung pelaksanaan sosialisasi agar berjalan dalam suasana yang kondusif.

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan materi mengenai berbagai bentuk perundungan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah. Materi mencakup tindakan berupa ejekan, penghinaan, pengucilan, hingga kekerasan fisik.

Mahasiswa juga menjelaskan bahwa perundungan tidak hanya berdampak pada siswa yang menjadi korban. Tindakan tersebut dapat memengaruhi hubungan antarsiswa dan menciptakan suasana belajar yang kurang aman.

Penyampaian materi dikemas secara interaktif agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Para siswa mengikuti setiap sesi dengan antusias dan mendapat kesempatan memahami contoh tindakan yang termasuk dalam kategori perundungan.

Selain mengenali bentuk bullying, siswa juga diarahkan untuk memahami pentingnya mengambil sikap ketika menemukan tindakan perundungan. Keberanian untuk mencegah dan melaporkan kejadian menjadi bagian dari pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Koordinator Kelompok 17 KPM Mandiri menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepekaan siswa terhadap tindakan bullying. Edukasi tersebut juga diharapkan mendorong siswa untuk tidak menjadi bagian dari perilaku perundungan.

“Kami berharap siswa tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga berani bersikap ketika melihat atau mengalami bullying,” ujar kepala sekolah.

Kegiatan sosialisasi berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari pihak sekolah maupun siswa. Materi yang disampaikan menjadi bagian dari upaya mahasiswa KPM untuk memberikan edukasi yang relevan dengan kehidupan siswa di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan tersebut, pencegahan bullying tidak hanya ditempatkan sebagai persoalan korban dan pelaku. Siswa juga diperkenalkan pada peran lingkungan sekolah dalam menciptakan ruang belajar yang aman, saling menghargai, dan bebas dari perundungan.

Bagi Kelompok 17 KPM Mandiri, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi kepada generasi muda. Pesan yang dibawa tidak berhenti pada pengenalan jenis-jenis bullying, tetapi juga pada pentingnya keberanian untuk mencegah dan melaporkan tindakan tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *