Mahasiswa KKN Undip dan Karang Taruna Jirapan Rawat Lingkungan Lewat Pengecatan Jalan

Mahasiswa KKN Undip Tim II 2026 turut membantu proses pengecatan jalan bersama Karang Taruna dan warga Desa Jirapan. (Dok. Pribadi/Mahasiswa KKN Undip)
Mahasiswa KKN Undip Tim II 2026 turut membantu proses pengecatan jalan bersama Karang Taruna dan warga Desa Jirapan. (Dok. Pribadi/Mahasiswa KKN Undip)

Sragen, Krajan.id – Kolaborasi antara mahasiswa dan pemuda desa menjadi bagian dari upaya merawat lingkungan di Desa Jirapan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (Undip) Tim II Tahun 2026 bersama Karang Taruna setempat bergotong royong melakukan pengecatan ruas jalan lingkungan desa.

Kegiatan yang berlangsung pada malam hari tersebut tidak sekadar menjadi aktivitas fisik, tetapi juga mempertemukan mahasiswa dengan pemuda dan warga dalam kegiatan sosial di lingkungan tempat mereka melaksanakan KKN. Sejumlah anggota Karang Taruna, mahasiswa, dan warga sekitar terlibat langsung dalam proses pengerjaan.

Bacaan Lainnya

Pengecatan dilakukan secara bersama-sama dengan pembagian tugas yang sederhana. Sebagian peserta menyiapkan bahan dan mengaduk cat, sementara lainnya mengaplikasikan cat pada bagian tepi jalan menggunakan kuas. Meski dilaksanakan pada malam hari dengan penerangan yang terbatas, pekerjaan tetap berlangsung secara bergotong royong.

Mahasiswa KKN Undip dan anggota Karang Taruna Jirapan bergotong royong mengecat jalan menggunakan cat pelapis anti bocor. (Dok. Pribadi/Mahasiswa KKN Undip)
Mahasiswa KKN Undip dan anggota Karang Taruna Jirapan bergotong royong mengecat jalan menggunakan cat pelapis anti bocor. (Dok. Pribadi/Mahasiswa KKN Undip)

Cat yang digunakan merupakan cat pelapis anti bocor yang diaplikasikan pada bagian tepi jalan. Selain menjadi penanda pada ruas jalan, bahan tersebut digunakan sebagai pelapis untuk membantu melindungi permukaan bagian yang dicat.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa program KKN tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan program kerja yang telah dirancang, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat. Interaksi langsung dengan Karang Taruna menjadi salah satu cara mahasiswa memahami sekaligus terlibat dalam kehidupan sosial di desa.

Bagi pemuda Desa Jirapan, kehadiran mahasiswa KKN juga menjadi bagian dari kerja bersama dalam menjaga fasilitas di lingkungan mereka. Kegiatan pengecatan dilakukan melalui koordinasi dan pembagian pekerjaan sehingga proses yang sederhana dapat dikerjakan secara kolektif.

Dari sisi mahasiswa, kegiatan tersebut menjadi pengalaman untuk membangun komunikasi dan kerja sama dengan masyarakat. Mereka tidak hanya menjalankan kegiatan dalam kapasitas sebagai peserta KKN, tetapi turut mengambil bagian dalam aktivitas yang melibatkan warga secara langsung.

Gotong royong dalam pengecatan jalan juga memperlihatkan bahwa kontribusi terhadap lingkungan dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana. Perawatan fasilitas umum, misalnya, tidak selalu membutuhkan program berskala besar. Keterlibatan warga dan pemuda dalam pekerjaan bersama dapat menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Kolaborasi mahasiswa KKN Undip dan Karang Taruna Jirapan diharapkan dapat memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat selama masa pengabdian. Lebih dari sekadar pengecatan jalan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa dan generasi muda desa untuk membangun kebersamaan melalui kerja nyata.

Kegiatan ini sekaligus menempatkan Karang Taruna sebagai mitra mahasiswa dalam aktivitas kemasyarakatan. Hubungan tersebut penting karena keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya ditentukan oleh program yang dibawa, tetapi juga oleh kemampuan mereka berbaur dan merespons kebutuhan lingkungan bersama warga.

Dengan demikian, kegiatan pengecatan jalan di Desa Jirapan menjadi contoh sederhana bagaimana program KKN dapat berjalan beriringan dengan inisiatif masyarakat. Semangat kebersamaan menjadi unsur penting agar kegiatan perawatan lingkungan tidak berhenti pada pekerjaan fisik, tetapi turut memperkuat kepedulian terhadap fasilitas dan lingkungan tempat tinggal bersama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *