Karangawen, Krajan.id – Pengembangan desa wisata tidak hanya bergantung pada daya tarik destinasi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dalam melayani wisatawan. Hal itu menjadi perhatian Kelompok KKN 71 Universitas Sebelas Maret (UNS) periode Juli-Agustus 2026 melalui sosialisasi kepemanduan wisata bagi calon tour guide di Kalurahan Karangawen, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul.
Sosialisasi bertajuk “Optimalisasi Peran Tour Guide dalam Mempromosikan Potensi Desa Wisata” tersebut digelar di Balai Kalurahan Karangawen, Jumat (14/8/2026), pukul 10.30-11.30 WIB. Kegiatan diikuti para calon tour guide yang telah ditunjuk oleh pihak kalurahan.
Kegiatan ini diarahkan untuk membekali calon pemandu agar tidak hanya mampu mendampingi wisatawan, tetapi juga memahami cara menyampaikan informasi mengenai potensi lokal secara tepat dan menarik.
Materi disampaikan Anis Kusumaningrum Damayanti, mahasiswa Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok, Fakultas Ilmu Budaya UNS. Latar belakang tersebut menjadi salah satu dasar dalam penyampaian materi mengenai komunikasi dan wawasan budaya yang berkaitan dengan kepemanduan wisata.
Dalam sosialisasi, peserta dikenalkan dengan lima pilar yang menjadi dasar seorang tour guide profesional. Pilar pertama berkaitan dengan peran tour guide sebagai duta destinasi, penyampai informasi, sekaligus storyteller yang mengenalkan sejarah dan budaya desa kepada wisatawan.
Pilar kedua membahas pedoman dalam menjalankan tugas kepemanduan. Calon tour guide diarahkan untuk memahami karakter wisatawan, membangun komunikasi yang ramah, menciptakan suasana yang menyenangkan, serta mampu mencari solusi ketika menghadapi kendala selama perjalanan.
Aspek teknis kepemanduan menjadi materi berikutnya. Peserta mendapat penjelasan mengenai pentingnya kontak mata, intonasi bicara, bahasa tubuh, senyum, dan kepercayaan diri ketika berinteraksi dengan wisatawan.
Selain pelayanan secara langsung, kemampuan memperkenalkan destinasi melalui media digital juga menjadi bagian dari pembekalan. Peserta diperkenalkan dengan sejumlah platform, seperti Instagram, TikTok, Facebook, YouTube, Traveloka, dan Tripadvisor. Penggunaan platform tersebut diarahkan untuk mendukung promosi melalui konten yang menarik dan jadwal unggahan yang konsisten.
Pengetahuan mengenai potensi lokal juga dinilai penting. Seorang tour guide perlu memahami sejarah dan budaya setempat, destinasi yang dikunjungi, serta informasi praktis seperti rute, transportasi, penginapan, dan kuliner. Pengetahuan tersebut dilengkapi dengan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Peserta juga mendapat panduan mengenai hal-hal yang perlu dilakukan dan dihindari saat menjalankan tugas. Ketepatan waktu, kerapian berpakaian, dan sikap ramah menjadi bagian yang ditekankan. Sebaliknya, tour guide diingatkan untuk tidak memberikan informasi yang tidak benar, bersikap cuek, atau meninggalkan peserta selama kegiatan wisata berlangsung.
Aspek keamanan wisatawan turut menjadi perhatian. Calon pemandu dibekali pemahaman mengenai kesiapan menghadapi kondisi cuaca, kebutuhan membawa obat-obatan, serta pengetahuan terhadap fasilitas pendukung di lokasi wisata. Fasilitas tersebut antara lain toilet, mushala, tempat parkir, dan jalur evakuasi.
Kepala Kalurahan Karangawen Erman Susilo mengatakan kegiatan tersebut membantu meningkatkan kesiapan calon tour guide dalam mendukung pengembangan desa wisata.
“Sosialisasi ini sangat membantu para calon tour guide agar lebih siap dan profesional. Ini sejalan dengan tujuan kalurahan mengembangkan desa wisata Karangawen ke depan,” ujarnya.
Interaksi antara pemateri dan peserta berlangsung dalam sesi tanya jawab. Salah seorang peserta, Edi dari Kepuh, menanyakan cara menciptakan suasana tetap menyenangkan ketika kondisi perjalanan tidak sesuai dengan rencana.
Dalam pembahasan tersebut, pemateri menekankan pentingnya menyiapkan rencana cadangan serta memahami karakter wisatawan. Kemampuan beradaptasi dinilai menjadi bagian penting dari profesionalisme seorang pemandu wisata.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari rangkaian program KKN UNS di Kalurahan Karangawen selama Juli-Agustus 2026. Pembekalan calon tour guide diharapkan dapat mendukung kesiapan masyarakat dalam mengelola kunjungan wisata sekaligus memperkuat pengembangan potensi Karangawen sebagai desa wisata.
Penguatan kapasitas pemandu menjadi salah satu bagian penting karena interaksi langsung dengan wisatawan turut menentukan pengalaman selama berada di destinasi. Dengan bekal pengetahuan mengenai pelayanan, komunikasi, potensi lokal, promosi, serta keselamatan, calon tour guide di Karangawen diharapkan dapat menjalankan perannya secara lebih terarah.





