Mahasiswa KKN Undip Bantu Pendataan Rumah Tidak Layak Huni di Desa Jirapan

Mahasiswa KKN Undip bersama perangkat Desa Jirapan saat pelaksanaan survei RTLH. (Dok. Pribadi)
Mahasiswa KKN Undip bersama perangkat Desa Jirapan saat pelaksanaan survei RTLH. (Dok. Pribadi)

Sragen, Krajan.id – Upaya meningkatkan ketepatan pendataan rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa Jirapan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip). Salah satunya Firdaus Aulia Rahman, mahasiswa Fakultas Teknik Program Studi Teknik Sipil.

Pada awal Agustus 2026, Firdaus bersama perangkat Desa Jirapan turun langsung ke lapangan untuk mendata kondisi rumah warga yang menjadi sasaran survei. Pendataan dilakukan dengan mendatangi rumah warga satu per satu dan mengamati kondisi fisik bangunan.

Bacaan Lainnya

Aspek yang diperiksa antara lain kondisi dinding, atap, struktur bangunan, serta kelayakan hunian secara keseluruhan. Pendekatan langsung tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi rumah warga secara lebih faktual.

Survei RTLH tidak hanya berkaitan dengan pencatatan kondisi fisik rumah. Data yang dikumpulkan diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih sistematis mengenai kondisi hunian masyarakat dan menjadi bahan pertimbangan pemerintah desa dalam menentukan prioritas penanganan.

Keterlibatan Firdaus dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari program kerja KKN Undip di Desa Jirapan. Namun, kegiatan lapangan itu sekaligus memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk memahami kondisi masyarakat secara lebih dekat.

Sebagai mahasiswa Teknik Sipil, Firdaus dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dalam konteks yang lebih nyata. Pengamatan terhadap kondisi bangunan di lapangan memberikan pemahaman mengenai persoalan hunian yang dihadapi masyarakat sekaligus pentingnya pendataan sebagai tahap awal perencanaan penanganan.

Bagi pemerintah desa, keberadaan data yang akurat menjadi salah satu unsur penting dalam menentukan kebijakan. Hasil survei dapat digunakan sebagai bahan penyusunan program dan pemetaan rumah yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Titik lokasi salah satu rumah warga yang menjadi sasaran survei RTLH di Desa Jirapan. (Dok. Pribadi)
Titik lokasi salah satu rumah warga yang menjadi sasaran survei RTLH di Desa Jirapan. (Dok. Pribadi)

Dengan demikian, pendataan RTLH menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah desa yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya menjalankan agenda akademik melalui KKN, tetapi juga terlibat dalam pekerjaan lapangan yang mendukung proses perencanaan pembangunan desa.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kontribusi mahasiswa dalam program KKN dapat diarahkan pada kebutuhan konkret di tingkat desa. Melalui keterlibatan dalam pendataan rumah warga, mahasiswa turut membantu menyediakan informasi awal yang dapat mendukung upaya peningkatan kualitas hunian secara lebih terarah.

Bagi Desa Jirapan, data hasil survei diharapkan dapat menjadi salah satu pijakan dalam menentukan langkah penanganan rumah tidak layak huni sesuai kondisi dan kebutuhan warga. Sementara bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses belajar untuk memahami persoalan pembangunan tidak hanya melalui teori, tetapi juga melalui interaksi dan kerja langsung bersama masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *