Hilirisasi Kopi Jadi Langkah KKN UNS 254 Dorong Nilai Tambah Produk Lokal

Serah Terima: Penyerahan sertifikat kepada narasumber sosialisasi hilirisasi produk kopi di Aula Kantor Desa Kwadungan Gunung, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung pada Jumat (14/8/2026). (Dok. Pribadi/KKN UNS 254)
Serah Terima: Penyerahan sertifikat kepada narasumber sosialisasi hilirisasi produk kopi di Aula Kantor Desa Kwadungan Gunung, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung pada Jumat (14/8/2026). (Dok. Pribadi/KKN UNS 254)

Kwadungan Gunung, Krajan.id – Upaya meningkatkan nilai ekonomi komoditas kopi menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 254. Mereka menggelar sosialisasi hilirisasi kopi di Desa Kwadungan Gunung, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya membahas produksi kopi sebagai komoditas pertanian. Mahasiswa memperkenalkan tahapan pengembangan produk agar hasil kopi lokal dapat diolah, dikemas, dan dipasarkan dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Bacaan Lainnya

Sosialisasi menghadirkan pemateri dari Kwadungan Java Coffee. Materi yang diberikan mencakup pengolahan produk, branding, kualitas, kemasan, hingga pemasaran digital. Masyarakat diajak melihat bahwa pengembangan kopi tidak berhenti setelah biji dipanen.

Hilirisasi menjadi salah satu pendekatan yang diperkenalkan untuk mengembangkan potensi tersebut. Melalui proses pengolahan dan pengemasan, kopi dapat diposisikan sebagai produk siap pasar dengan identitas yang lebih jelas.

Selain menjaga kualitas, identitas produk dinilai penting untuk membedakan kopi lokal dengan produk lain. Kemasan dan merek menjadi bagian dari proses tersebut karena dapat membantu konsumen mengenali asal serta karakter produk yang ditawarkan.

Ketua KKN UNS Kelompok 254, Jagad Subandrio, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat melihat potensi kopi Kwadungan Gunung dari perspektif yang lebih luas.

“Kami melihat kopi bukan hanya sebagai hasil pertanian, tetapi juga sebagai potensi yang dapat menjadi identitas Desa Kwadungan Gunung. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat agar semakin percaya diri dalam mengembangkan, mengenalkan, dan memasarkan produk kopi lokal,” ujar Jagad.

Pemanfaatan media digital juga menjadi bagian dari pembahasan. Masyarakat diperkenalkan pada penggunaan berbagai platform digital untuk memperkenalkan produk, membangun citra merek, serta menjangkau calon konsumen di luar wilayah desa.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan komoditas kopi membutuhkan proses yang terintegrasi. Produksi menjadi tahap awal yang kemudian dapat dilanjutkan dengan pengolahan, pengemasan, pembangunan merek, dan pemasaran.

Bagi Desa Kwadungan Gunung, langkah tersebut dapat menjadi ruang untuk mengembangkan potensi kopi berdasarkan sumber daya yang sudah dimiliki masyarakat. Pengembangan produk juga membuka peluang agar manfaat ekonomi dari komoditas kopi tidak hanya berasal dari penjualan hasil pertanian dalam bentuk bahan mentah.

Kegiatan KKN UNS Kelompok 254 tersebut menjadi bagian dari pendampingan dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Melalui pengenalan konsep hilirisasi, masyarakat didorong untuk melihat kopi sebagai komoditas yang dapat dikembangkan menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih besar.

Upaya tersebut sekaligus memperluas cara pandang terhadap pengembangan kopi lokal. Tidak hanya mengejar produksi, masyarakat juga diperkenalkan pada pentingnya kualitas, identitas produk, serta strategi pemasaran yang menyesuaikan perkembangan perilaku konsumen.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *