Kersoharjo, Krajan.id – Pemuda Desa Kersoharjo, Kabupaten Ngawi, didorong untuk tidak sekadar menjadi pengguna media sosial, tetapi turut memanfaatkannya sebagai sarana mengenalkan potensi ekonomi desa. Upaya tersebut dilakukan mahasiswa Kelompok 186 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui pelatihan digitalisasi konten.
Pelatihan yang berlangsung di Balai Desa Kersoharjo pada Sabtu (8/7/2026) itu menyasar remaja dan pemuda setempat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pemberdayaan yang diarahkan untuk meningkatkan keterampilan digital sekaligus membuka ruang kreativitas bagi generasi muda desa.
Materi pelatihan tidak hanya membahas cara membuat video. Peserta juga diajak memahami bagaimana media sosial dapat digunakan untuk memperkenalkan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta potensi alam yang dimiliki Desa Kersoharjo.
Mahasiswa KKN UNS memberikan edukasi mengenai peran remaja sebagai salah satu penggerak ekonomi lokal. Pemuda diharapkan mampu mengenali potensi ekonomi di lingkungan sekitarnya, kemudian mengolahnya menjadi gagasan atau kegiatan yang memiliki nilai bagi masyarakat.
Pendekatan tersebut juga diarahkan untuk menumbuhkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan. Salah satunya melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana membangun branding dan mengenalkan produk maupun potensi desa kepada khalayak yang lebih luas.
Puluhan remaja karang taruna mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan materi mulai dari teknik pengambilan gambar, menentukan ide konten, menyusun naskah video, hingga proses penyuntingan menggunakan aplikasi yang mudah digunakan.
Mahasiswa KKN juga mengenalkan cara mempertahankan perhatian audiens ketika sebuah konten dipublikasikan di media sosial. Peserta diperkenalkan dengan rumus sederhana Hook, Retention, Value, dan Call to Action (CTA).
Hook digunakan untuk menarik perhatian penonton pada bagian awal video. Retention berkaitan dengan upaya mempertahankan minat penonton agar terus mengikuti isi konten. Sementara itu, Value menekankan informasi atau manfaat yang diberikan kepada audiens. Tahap terakhir adalah Call to Action atau CTA, yakni ajakan kepada audiens untuk berinteraksi melalui tanda suka, komentar, membagikan konten, atau mengikuti akun.
Setelah mendapatkan materi, peserta tidak hanya berhenti pada pembelajaran teori. Mereka langsung mempraktikkan pembuatan video pendek dengan mengangkat berbagai potensi yang ada di Desa Kersoharjo.
Produk UMKM lokal dan potensi alam desa menjadi objek yang dieksplorasi dalam praktik tersebut. Peserta belajar bagaimana mengemas objek di sekitar mereka menjadi materi visual yang informatif dan menarik untuk dipublikasikan melalui media sosial.
Kegiatan praktik itu sekaligus memperkenalkan pola kerja produksi konten secara sederhana. Peserta dituntut menentukan ide, mengambil gambar, menyusun materi, kemudian melakukan penyuntingan sebelum menghasilkan video yang siap dipublikasikan.
Dari proses tersebut, pemuda Desa Kersoharjo diharapkan memiliki kemampuan dasar untuk mengomunikasikan potensi desa secara mandiri. Media digital tidak hanya dipandang sebagai ruang hiburan, tetapi juga sebagai medium untuk memperkenalkan produk dan potensi ekonomi lokal.
Pemerintah Desa Kersoharjo turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Kepala Desa Kersoharjo mengatakan pemerintah desa akan memberikan apresiasi kepada remaja yang mampu menghasilkan konten kreatif.
“Pemerintah desa sangat mendukung program ini. Sebagai pemantik semangat, kami akan memberikan apresiasi dan reward bagi remaja yang sukses membuat konten kreatif dengan views atau kualitas terbaik,” ujar Kepala Desa Kersoharjo.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang bagi remaja untuk terus mengembangkan kemampuan setelah pelatihan berakhir. Dengan adanya apresiasi, peserta diharapkan memiliki motivasi untuk menghasilkan konten yang berkaitan dengan potensi Desa Kersoharjo.
Program yang digelar mahasiswa KKN UNS tersebut juga diarahkan untuk mendukung gagasan desa digital. Pelatihan tidak ditempatkan semata-mata sebagai kegiatan untuk memenuhi luaran KKN, tetapi sebagai upaya memberikan keterampilan yang dapat digunakan masyarakat secara berkelanjutan.
Bagi pemuda desa, kemampuan membuat konten dapat menjadi salah satu modal untuk memperkenalkan berbagai potensi yang selama ini berada di lingkungan sekitar. Produk UMKM, potensi alam, maupun aktivitas masyarakat dapat dikemas dalam bentuk konten digital sehingga lebih mudah dikenal oleh masyarakat di luar desa.
Kegiatan tersebut sekaligus memberikan alternatif ruang kreativitas bagi remaja. Mereka tidak hanya menjadi konsumen informasi di media sosial, tetapi juga memiliki kesempatan untuk memproduksi dan menyebarkan informasi mengenai lingkungan mereka sendiri.
Mahasiswa KKN Tematik UNS berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat terus diterapkan setelah kegiatan selesai. Pengetahuan mengenai sinematografi dasar dan pemasaran digital diharapkan dapat membantu pemuda dalam mengembangkan konten yang berkaitan dengan produk UMKM dan potensi lokal.
Jika dilakukan secara berkelanjutan, kemampuan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi potensi ekonomi Desa Kersoharjo melalui kanal digital. Pemuda pun memiliki peran lebih besar dalam memperkenalkan berbagai potensi desa kepada masyarakat luas.
Kegiatan KKN Tematik UNS di Desa Kersoharjo mendapat arahan dari Dr. Tuhana, M.Si. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Kelompok 186 KKN Tematik UNS diketuai Luthfi Hanan Tamimi.
Adapun anggota kelompok tersebut terdiri dari Larasati Amalia Putri, Ratih Haniyah, Farizza Luvita Maharani, Destasya Rima Wibowo, Annisa Salsabila Nurussalma, Gita Riska Permata, Sekar Ayu Wirasati, Figo Anugrah Illahi, dan Nabilla Cahya Ramadhan.





