Mahasiswa PLP Universitas Tidar Bekali Siswa MAN Kota Magelang Literasi Finansial dan Kewirausahaan

Mahasiswa PLP UNTIDAR berfoto bersama pemateri, panitia, guru pembimbing, dan peserta Seminar Literasi Finansial usai penyerahan sertifikat kepada pemateri. (Dok. Pribadi/PLP UNTIDAR MAN Kota Magelang)
Mahasiswa PLP UNTIDAR berfoto bersama pemateri, panitia, guru pembimbing, dan peserta Seminar Literasi Finansial usai penyerahan sertifikat kepada pemateri. (Dok. Pribadi/PLP UNTIDAR MAN Kota Magelang)

Magelang, Krajan.id – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di MAN Kota Magelang diisi dengan kegiatan yang tidak sekadar bersifat seremonial. Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Universitas Tidar menggabungkan literasi finansial dan praktik kewirausahaan dalam rangkaian kegiatan yang digelar selama dua hari, 14-15 Agustus 2026.

Rangkaian kegiatan tersebut terdiri atas Seminar Literasi Finansial pada Jumat (14/8/2026) dan Market Day pada Sabtu (15/8/2026). Keduanya dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang berkaitan langsung dengan kehidupan peserta didik.

Bacaan Lainnya

Seminar Literasi Finansial digelar di Aula MAN Kota Magelang pada Jumat pukul 09.00-10.30 WIB. Kegiatan dibuka oleh Kepala MAN Kota Magelang H. Khoirul Umam, M.Pd. Peserta seminar merupakan perwakilan siswa kelas X, XI, dan XII, dengan masing-masing kelas mengutus dua orang.

Seminar mengangkat tema “Generasi Merdeka Finansial: Mengisi Kemerdekaan Lewat Aksi Bijak Kelola Uang”. Materi diarahkan pada pemahaman dasar mengenai pengelolaan keuangan pribadi yang dapat diterapkan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Narasumber seminar, Fatimahtul Zahra, membahas cara mengelola uang saku dan menentukan skala prioritas kebutuhan. Materi tersebut juga diarahkan untuk membangun kesadaran siswa terhadap pola konsumsi dan gaya hidup yang berkembang di kalangan remaja.

Selain pengelolaan uang saku, peserta diperkenalkan dengan sejumlah risiko yang berkembang di ruang digital. Materi mencakup bahaya judi online, penipuan digital atau scam, serta pengenalan investasi secara bijak.

Peserta juga mengikuti simulasi investasi menggunakan aplikasi Stockbit. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan konsep investasi kepada siswa melalui pengalaman yang lebih praktis.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan Market Day pada Sabtu (15/8/2026). Kegiatan berlangsung pukul 08.00-11.00 WIB dan diikuti seluruh peserta didik kelas XI dari jurusan MIPA, IPS, dan Agama.

Mahasiswa PLP UNTIDAR berfoto bersama peserta Market Day saat penjurian.  (Dok. Pribadi/PLP UNTIDAR MAN Kota Magelang)
Mahasiswa PLP UNTIDAR berfoto bersama peserta Market Day saat penjurian. (Dok. Pribadi/PLP UNTIDAR MAN Kota Magelang)

Dalam kegiatan tersebut, setiap kelas mendirikan stan dan menjual berbagai makanan serta minuman. Peserta didik tidak hanya dituntut menyiapkan produk, tetapi juga mengemas dan mempromosikannya agar menarik perhatian.

Penilaian Market Day mencakup tiga aspek, yakni kreativitas promosi, inovasi produk kuliner, dan dekorasi stan bertema kemerdekaan. Dengan format tersebut, kegiatan menjadi ruang bagi siswa untuk menerapkan kemampuan bekerja sama sekaligus mengembangkan gagasan kreatif.

Kegiatan Market Day juga diarahkan untuk memberikan pengalaman awal mengenai kewirausahaan. Peserta didik belajar berkomunikasi, mengelola kegiatan usaha, bekerja dalam tim, serta membangun kepercayaan diri dalam menjalankan ide yang telah mereka susun.

Ketua PLP Universitas Tidar di MAN Kota Magelang, Ulfi Yuki Ristiawati, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut dirancang sebagai bagian dari kontribusi mahasiswa selama menjalankan program PLP.

“Kami merancang rangkaian kegiatan ini sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa PLP Universitas Tidar. Harapannya, momen kemerdekaan tidak berhenti di acara seremonial saja, melainkan jadi pengalaman belajar yang langsung dirasakan oleh peserta didik MAN Kota Magelang,” kata Ulfi.

Pihak MAN Kota Magelang turut memberikan apresiasi terhadap program kerja mahasiswa PLP Universitas Tidar tersebut. Waka Kurikulum MAN Kota Magelang, Chasanah, M.Pd., menilai kombinasi kegiatan seminar dan praktik usaha memberikan pengalaman belajar yang saling berkaitan.

“Teori keuangan di hari pertama yang langsung disambung dengan praktik usaha di hari kedua ini menjadi wadah yang sangat efektif untuk melatih mentalitas serta keterampilan para peserta didik,” ujar Chasanah.

Perpaduan seminar dan Market Day membuat kegiatan tidak berhenti pada penyampaian materi. Pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan yang diberikan pada hari pertama kemudian dilanjutkan dengan pengalaman praktik melalui kegiatan usaha pada hari berikutnya.

Bagi mahasiswa PLP Universitas Tidar, rangkaian tersebut menjadi bagian dari program kerja selama berada di MAN Kota Magelang. Sementara bagi peserta didik, kegiatan memberikan ruang untuk memahami bahwa kecakapan mengelola uang, mengenali risiko transaksi digital, dan menjalankan aktivitas usaha merupakan keterampilan yang dapat dipelajari sejak bangku sekolah.

Momentum HUT RI ke-81 pun dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran yang lebih kontekstual. Semangat kemerdekaan diterjemahkan melalui kegiatan yang mendorong siswa menjadi lebih mandiri, kreatif, dan memiliki kemampuan mengambil keputusan secara bijak dalam kehidupan sehari-hari.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *