Tandassura, Krajan.id – Pengenalan terhadap potensi desa tidak harus dimulai dari masyarakat dewasa. Mahasiswa KKN Kolaborasi STAIN Majene dan UIN Sunan Ampel Surabaya Posko 1 Desa Tandassura mengajak siswa kelas 5 dan 6 SDN 028 Tandassura mengenali aset alam di lingkungan sekitar melalui kegiatan edukasi pada Kamis (20/8/2026) dan dilanjutkan Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan tersebut menempatkan siswa sebagai bagian dari proses mengenali dan memahami potensi yang dimiliki Desa Tandassura. Salah satu aset yang menjadi fokus pembelajaran ialah pohon kelapa, tanaman yang banyak dijumpai di lingkungan masyarakat setempat.
Pendekatan itu merupakan bagian dari pengenalan Asset-Based Community Development (ABCD) kepada anak-anak sejak dini. ABCD merupakan pendekatan pengembangan masyarakat yang menjadikan aset atau potensi yang telah dimiliki suatu lingkungan sebagai titik awal untuk dikembangkan.
Melalui pendekatan tersebut, siswa tidak hanya diajak melihat lingkungan sebagai tempat tinggal, tetapi juga mengenali berbagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan secara bijak. Pemahaman itu diharapkan dapat membentuk cara pandang anak terhadap potensi yang berada di sekitar mereka.
Dalam kegiatan pembelajaran, mahasiswa KKN memperkenalkan berbagai bagian pohon kelapa, mulai dari akar, batang, daun, bunga hingga buah. Setiap bagian dikenalkan berdasarkan fungsi dan manfaatnya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Kegiatan diawali dengan pemutaran video edukasi mengenai pohon kelapa. Setelah itu, mahasiswa menyampaikan materi dengan menggunakan contoh-contoh yang mudah ditemukan dalam kehidupan siswa.
Salah satu peserta KKN, Arini Subaer, mengatakan pengenalan aset sejak dini diharapkan membantu siswa memahami cara melihat dan mengembangkan potensi yang tersedia di desanya.
“Sekarang kan kelapa asetnya, kalau tahun depan sudah ada aset baru seperti tanaman kakao, mereka sudah tahu apa yang harus dikembangkan karena udah ngerti,” ujar Arini.
Setelah materi disampaikan, siswa diajak keluar kelas untuk melakukan pengamatan langsung di lingkungan sekitar sekolah. Mahasiswa KKN memperkenalkan sejumlah tumbuhan yang ditemukan di sekitar sekolah sekaligus menjelaskan fungsi dan manfaatnya.
Kegiatan tersebut menjadi pengalaman belajar yang menghubungkan materi dengan lingkungan nyata. Siswa diarahkan untuk mengidentifikasi potensi yang ada sebelum membicarakan berbagai keterbatasan yang mungkin ditemui.
Dengan demikian, pengenalan aset tidak berhenti pada pengetahuan mengenai jenis tanaman. Siswa juga diperkenalkan pada cara berpikir yang melihat potensi alam sebagai sumber daya yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab.
Antusiasme siswa terlihat dari respons mereka setelah mengikuti materi. Nabila, siswa kelas 6 SDN 028 Tandassura, mengatakan kegiatan tersebut membuatnya mengetahui manfaat berbagai bagian pohon kelapa yang selama ini dianggap biasa.
“Biasanya di sini banyak yang dibuang-buang, kayak daun, sabut. Baru tahu juga kalau banyak gunanya,” ujarnya.
Selain potensi kelapa, mahasiswa KKN juga memberikan materi mengenai ekoteologi. Materi tersebut mengajak siswa memahami hubungan manusia dengan lingkungan dalam perspektif keagamaan, termasuk tanggung jawab manusia untuk menjaga dan merawat lingkungan sebagai bagian dari ciptaan Tuhan.
Konsep tersebut disampaikan melalui contoh yang sederhana dan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak tanaman, serta menggunakan sumber daya alam secara bijak.
Pengenalan potensi alam dan ekoteologi dalam satu rangkaian pembelajaran membuat kegiatan tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan sumber daya. Siswa juga diajak memahami bahwa pemanfaatan aset desa perlu diikuti dengan kesadaran untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan edukasi tersebut sekaligus menjadi program pendukung KKN Kolaborasi STAIN Majene dan UIN Sunan Ampel Surabaya Posko 1 Desa Tandassura. Program utama mahasiswa KKN berfokus pada optimalisasi potensi kelapa, antara lain melalui pengembangan Virgin Coconut Oil (VCO) dan diversifikasi produk menjadi VCO sereh.
Pengenalan kelapa kepada siswa menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman mengenai aset desa, termasuk kepada generasi yang tumbuh di lingkungan tersebut. Dengan mengenali potensi sejak sekolah dasar, siswa diharapkan memiliki pengetahuan awal mengenai kekayaan alam yang ada di sekitar mereka.
Bagi mahasiswa KKN, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkenalkan gagasan bahwa pengembangan desa dapat dimulai dari aset yang sudah tersedia. Sementara bagi siswa, pembelajaran dilakukan dengan cara yang lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari, yakni mengamati tanaman dan lingkungan yang mereka jumpai.
Melalui kegiatan itu, siswa kelas 5 dan 6 SDN 028 Tandassura tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang pohon kelapa. Mereka juga diperkenalkan pada proses identifikasi aset desa, pemanfaatan sumber daya alam, serta tanggung jawab menjaga lingkungan. Pendekatan tersebut menjadi salah satu upaya menanamkan kesadaran mengenai potensi desa sejak usia sekolah.





