Edukasi Pubertas, KKN 06 UNS Bekali Siswa SD Negeri 1 Wijirejo tentang Menstruasi dan Batasan Diri

Sesi materi edukasi kesehatan menstruasi untuk siswi kelas 4, 5, dan 6 di SD Negeri 1 Wijirejo. (Dok. Pribadi/KKN 06 UNS)
Sesi materi edukasi kesehatan menstruasi untuk siswi kelas 4, 5, dan 6 di SD Negeri 1 Wijirejo. (Dok. Pribadi/KKN 06 UNS)

Wijirejo, Krajan.id – Pemahaman tentang perubahan tubuh dan perlindungan diri perlu diperkenalkan sejak anak memasuki masa pubertas. Hal itu menjadi perhatian Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 06 Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui kegiatan edukasi kesehatan menstruasi dan batasan diri bagi siswa SD Negeri 1 Wijirejo, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti siswa kelas 4, 5, dan 6. Materi diberikan secara terpisah kepada siswa laki-laki dan perempuan agar pembahasan dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta tahap perkembangan peserta.

Bacaan Lainnya

Siswi mengikuti edukasi kesehatan menstruasi di ruang perpustakaan sekolah. Sementara itu, siswa laki-laki mengikuti materi mengenai batasan diri di aula sekolah. Pembagian tersebut juga dimaksudkan untuk menciptakan ruang belajar yang lebih nyaman sehingga siswa dapat mengikuti pembahasan secara terbuka.

Pada sesi untuk siswi, Tim KKN 06 UNS menjelaskan menstruasi sebagai proses biologis yang normal. Materi mencakup pengenalan menstruasi, fakta-fakta seputar menstruasi, siklus menstruasi secara sederhana, serta cara menjaga kebersihan diri selama menstruasi.

Penanggung jawab program, Imaya Lubna, mengatakan edukasi tersebut penting karena sebagian anak usia sekolah dasar mulai memasuki masa pubertas, tetapi belum tentu memperoleh informasi yang memadai mengenai menstruasi.

“Masa akhir sekolah dasar itu tahap penting karena sebagian anak sudah mulai mengalami atau bersiap menghadapi menstruasi pertama. Makanya kami ingin menstruasi ini dipahami sebagai proses biologis yang normal, bukan sesuatu yang tabu untuk dibicarakan,” ujarnya.

Menurut Imaya, pengenalan informasi mengenai menstruasi sejak dini diharapkan dapat membantu anak memahami perubahan tubuhnya dengan lebih baik. Pengetahuan tersebut juga menjadi bagian dari pembentukan kebiasaan menjaga kebersihan diri ketika memasuki masa pubertas.

Sementara itu, materi bagi siswa laki-laki berfokus pada batasan tubuh dan perlindungan diri. Siswa diajak memahami bahwa setiap orang memiliki batas pribadi yang perlu dihormati, termasuk dalam interaksi fisik dengan teman.

Materi yang diberikan meliputi pemahaman bahwa tubuh merupakan milik pribadi, pentingnya meminta izin sebelum menyentuh orang lain, hak untuk menolak perlakuan yang tidak diinginkan, serta kewajiban menghormati penolakan orang lain.

Siswa juga diperkenalkan pada tiga langkah ketika menghadapi situasi yang membuat mereka tidak nyaman. Langkah tersebut meliputi menolak dengan tegas, menjauh dari situasi tersebut, dan segera menceritakan kejadian kepada orang dewasa yang dipercaya.

Sesi materi edukasi kesehatan menjaga batasan untuk siswa kelas 4, 5, dan 6 di SD Negeri 
1 Wijirejo. (Dok. Pribadi/KKN 06 UNS)
Sesi materi edukasi kesehatan menjaga batasan untuk siswa kelas 4, 5, dan 6 di SD Negeri
1 Wijirejo. (Dok. Pribadi/KKN 06 UNS)

Selain perlindungan diri secara langsung, edukasi juga menyentuh aspek keamanan digital. Siswa diberikan empat poin dasar mengenai pentingnya menjaga data pribadi ketika menggunakan gawai. Seluruh materi dirangkum dalam akronim “SIAGA” agar lebih mudah diingat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Penyampaian materi pada kedua sesi dilakukan dengan metode yang serupa. Tim KKN menyampaikan materi, memutar video edukasi, kemudian mengadakan mini kuis interaktif untuk mengetahui sejauh mana peserta memahami informasi yang diberikan.

Kegiatan tidak berhenti pada penyampaian materi di dalam kelas. Tim KKN 06 UNS juga menyiapkan flyer edukasi untuk masing-masing topik. Materi tersebut dapat digunakan siswa sebagai bahan informasi tambahan dan dipelajari kembali setelah kegiatan berlangsung.

Melalui kegiatan tersebut, Tim KKN 06 UNS berupaya memperkenalkan literasi kesehatan dan perlindungan diri sejak usia sekolah dasar. Edukasi mengenai pubertas tidak hanya berkaitan dengan pemahaman perubahan fisik, tetapi juga dengan kemampuan anak menjaga kebersihan, mengenali batas pribadi, serta mengambil tindakan ketika menghadapi situasi yang tidak aman atau tidak nyaman.

Kegiatan di SD Negeri 1 Wijirejo tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya pendekatan edukasi yang disesuaikan dengan usia anak. Informasi mengenai tubuh, menstruasi, batasan diri, dan keamanan digital disampaikan dengan bahasa sederhana serta metode interaktif agar lebih mudah dipahami peserta.

Dengan pemahaman yang diberikan sejak dini, siswa diharapkan memiliki bekal untuk menghadapi masa pubertas secara lebih siap sekaligus mampu membangun relasi yang sehat dengan lingkungan di sekitarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *