Muncangkopong, Krajan.id – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 82 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) membantu Pemerintah Desa Muncangkopong, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, menata informasi wilayah melalui pembuatan dan penyerahan peta desa fisik.
Peta tersebut disusun setelah mahasiswa menemukan bahwa Kantor Desa Muncangkopong belum memiliki media informasi geospasial berupa peta fisik yang dapat menampilkan wilayah desa secara mudah dipahami. Peta kemudian dibuat dengan melibatkan pemerintah desa dan masyarakat dalam proses pengumpulan serta verifikasi data.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi KKM 82 UNIBA dalam mendukung kebutuhan administrasi dan informasi wilayah desa. Peta fisik yang telah selesai kemudian diserahkan kepada Pemerintah Desa Muncangkopong untuk ditempatkan di ruang pelayanan kantor desa.
Gagasan pembuatan peta bermula dari observasi mahasiswa pada awal masa pengabdian. Dari peninjauan tersebut, mahasiswa melihat adanya kebutuhan terhadap media visual yang dapat memberikan gambaran mengenai pembagian wilayah, batas administratif, hingga keberadaan sejumlah fasilitas di Desa Muncangkopong.
Keberadaan peta dinilai penting karena informasi mengenai wilayah tidak hanya dibutuhkan untuk kepentingan administrasi, tetapi juga dapat menjadi salah satu rujukan visual ketika pemerintah desa memberikan informasi kepada masyarakat maupun pihak lain yang berkepentingan.
Berangkat dari Kebutuhan Desa
Sebelum peta dibuat, mahasiswa melakukan pengumpulan data bersama perangkat Desa Muncangkopong. Proses tersebut dilakukan melalui pemetaan partisipatif dengan menggali informasi mengenai kondisi wilayah yang diketahui oleh aparatur desa dan tokoh masyarakat.
Data yang dihimpun antara lain berkaitan dengan pembagian rukun tetangga (RT), rukun warga (RW), batas antardusun, serta sejumlah titik penting di wilayah desa.
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Pengetahuan warga mengenai kondisi lapangan digunakan untuk membantu mahasiswa memahami karakteristik wilayah secara lebih rinci.
Setelah memperoleh data awal, mahasiswa melakukan groundchecking atau pengecekan lapangan. Tahapan ini dilakukan untuk mencocokkan informasi yang telah diperoleh dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Sejumlah lokasi penting turut diperiksa, seperti kantor desa, sarana ibadah, lembaga pendidikan, fasilitas kesehatan, jalur transportasi utama, serta batas-batas wilayah yang menjadi penanda Desa Muncangkopong.
Data yang terkumpul selanjutnya diolah mahasiswa menggunakan perangkat desain dan pemetaan. Pengolahan dilakukan agar informasi yang telah dihimpun dapat disajikan dalam bentuk visual yang mudah dibaca ketika peta dicetak dalam ukuran besar.
Proses tersebut juga menjadi upaya untuk memastikan informasi yang ditampilkan pada peta sesuai dengan data yang diperoleh selama pengumpulan dan pengecekan lapangan.
Bukan Sekadar Produk KKN
Ketua Kelompok KKM 82 UNIBA mengatakan pembuatan peta tersebut tidak semata-mata ditujukan sebagai pemenuhan program kerja mahasiswa. Peta diharapkan dapat menjadi fasilitas yang tetap digunakan pemerintah desa setelah masa KKM berakhir.
“Kami menyadari bahwa administrasi desa yang tertib harus diawali dari ketersediaan data geospasial yang jelas. Dengan adanya peta fisik ini, kami ingin membantu pemerintah desa agar memiliki acuan visual yang kuat dalam merumuskan kebijakan pembangunan, mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, serta mempermudah pendataan potensi wilayah di masa mendatang,” ungkapnya di sela-sela penyerahan peta tersebut.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa program diarahkan pada kebutuhan yang ditemukan mahasiswa selama berada di Desa Muncangkopong. Peta tidak hanya ditempatkan sebagai hasil akhir kegiatan, tetapi diharapkan dapat digunakan dalam aktivitas pemerintahan desa.
Bagi pemerintah desa, keberadaan media informasi visual juga dapat membantu ketika harus memberikan penjelasan mengenai wilayah kepada pihak luar. Informasi yang sebelumnya harus dijelaskan secara lisan dapat ditunjukkan melalui peta yang dipasang di ruang pelayanan.
Memudahkan Akses Informasi Wilayah
Pemerintah Desa Muncangkopong menyambut baik penyerahan peta tersebut. Kepala desa bersama jajaran perangkat desa memberikan apresiasi terhadap proses yang dilakukan mahasiswa KKM 82 UNIBA.

Sebelum adanya peta fisik, perangkat desa disebut mengalami kendala ketika harus memberikan informasi mengenai batas wilayah dan sebaran fasilitas kepada tamu dari instansi pemerintah, pihak kecamatan, peneliti, maupun instansi vertikal.
Kehadiran peta berukuran besar di ruang pelayanan utama kantor desa diharapkan dapat mempermudah akses terhadap informasi wilayah tersebut.
Peta juga dapat menjadi media informasi bagi masyarakat yang datang ke kantor desa. Warga dapat melihat gambaran wilayah Desa Muncangkopong beserta informasi yang ditampilkan secara lebih terstruktur.
Meski demikian, peta fisik tetap merupakan media informasi yang perlu diperbarui apabila terjadi perubahan administrasi wilayah, fasilitas, maupun informasi lain yang ditampilkan. Pemanfaatan dan pemeliharaan peta menjadi bagian penting agar informasi yang tersedia tetap relevan dengan kondisi desa.
Dorong Tata Kelola Desa
Program pembuatan peta Desa Muncangkopong memperlihatkan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa yang berangkat dari persoalan administratif di tingkat desa. Alih-alih hanya menjalankan kegiatan yang bersifat sementara, mahasiswa memilih membuat fasilitas yang dapat digunakan setelah program KKM selesai.
Bagi KKM 82 UNIBA, pemetaan wilayah juga menjadi pengalaman dalam mengolah data lapangan menjadi informasi yang dapat digunakan masyarakat. Proses tersebut mencakup pengumpulan informasi, pengecekan kondisi lapangan, pengolahan data, hingga penyajian dalam bentuk peta fisik.
Program ini sekaligus mempertemukan pengetahuan mahasiswa dengan kebutuhan pemerintah desa. Informasi mengenai wilayah yang sebelumnya tersebar pada pengetahuan aparatur dan masyarakat kemudian disusun dalam sebuah media visual yang dapat dilihat bersama.
Dengan adanya peta tersebut, Pemerintah Desa Muncangkopong memiliki tambahan sarana untuk mendukung administrasi wilayah, penyampaian informasi publik, serta pengenalan kondisi desa kepada masyarakat dan pihak yang membutuhkan.
KKM 82 UNIBA berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dapat terus berkembang. Pengabdian mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosial yang berlangsung selama masa KKM, tetapi dapat menghasilkan keluaran yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Peta fisik yang diserahkan menjadi salah satu bentuk kontribusi tersebut. Pemanfaatannya selanjutnya berada di tangan Pemerintah Desa Muncangkopong agar fasilitas tersebut dapat digunakan secara optimal dalam kegiatan pelayanan dan administrasi desa.
Program tersebut juga menjadi pengingat bahwa penataan wilayah membutuhkan data yang jelas dan mudah diakses. Ketika informasi wilayah dapat disajikan secara terstruktur, pemerintah desa memiliki media tambahan untuk menjelaskan kondisi wilayahnya, sementara masyarakat memperoleh akses informasi yang lebih mudah.
Dengan pendekatan tersebut, kehadiran mahasiswa KKM 82 UNIBA di Desa Muncangkopong tidak hanya menghasilkan sebuah peta, tetapi juga membantu menyediakan media informasi wilayah yang dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari kebutuhan tata kelola desa.





