Karanganyar, Krajan.id – Perubahan pola transaksi di era digital mendorong pelaku usaha mikro untuk tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga memahami cara mengelola keuangan secara aman dan efisien. Kebutuhan tersebut menjadi perhatian mahasiswa KKN Tematik Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 50 melalui program Literasi Keuangan Edukatif bagi pelaku UMKM di Desa Karanganyar.
Kegiatan yang digelar di Tamariz Cafe, Desa Karanganyar, Sabtu (25/7), tersebut memberikan pemahaman kepada pemilik usaha mengenai pemanfaatan mobile banking dan sejumlah layanan keuangan digital untuk mendukung aktivitas bisnis sehari-hari.
Program tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 1 tentang Tanpa Kemiskinan dan SDGs Nomor 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Edukasi tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi, tetapi juga pada kemampuan pelaku usaha mengenali manfaat sekaligus risiko layanan keuangan digital.
Di tingkat desa, sebagian pelaku UMKM masih mengandalkan transaksi tunai dan pencatatan keuangan secara konvensional. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan ketika aktivitas usaha semakin membutuhkan transaksi yang praktis, fleksibel, dan memiliki aspek keamanan yang memadai.
Penanggung Jawab Program Kerja, Muamar Rasyid Ridho, mengatakan pemahaman terhadap teknologi keuangan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan usaha mikro di tengah perubahan pola transaksi.
“Banyak pelaku UMKM yang sebenarnya memiliki potensi produk yang bagus, namun masih ragu atau takut memanfaatkan teknologi keuangan digital karena minimnya informasi. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan edukasi agar para pemilik usaha bisa menggunakan mobile banking dan layanan digital secara aman, bijak, serta efektif,” ujar Rasyid.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi dan simulasi penggunaan aplikasi transaksi digital. Peserta diperkenalkan pada cara memanfaatkan layanan keuangan digital untuk mendukung transaksi harian dan membantu pengelolaan arus kas usaha.
Aspek keamanan transaksi digital juga menjadi perhatian dalam edukasi tersebut. Peserta diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengurangi risiko kejahatan siber (cyber crime) saat menggunakan layanan keuangan digital.
Sesi diskusi menjadi bagian yang cukup aktif dalam kegiatan. Sejumlah peserta menyampaikan kesulitan dalam mengoperasikan aplikasi mobile banking dan memperoleh pendampingan selama proses simulasi.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNS Kelompok 50 berharap pelaku UMKM di Desa Karanganyar semakin siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi keuangan. Kemampuan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengelola transaksi dan keuangan secara lebih efektif sekaligus mendukung keberlanjutan usaha di tingkat keluarga dan desa.





