Sekam Padi Diolah Jadi Briket, KKN UNS dan Pertamina Dorong Kemandirian Energi Warga Karanganyar

Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan sosialisasi dan praktik pembuatan briket biomassa di Tamariz Cafe pada Jumat (14/8/2026) (Dok. Pribadi/KKN 50 UNS)
Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan sosialisasi dan praktik pembuatan briket biomassa di Tamariz Cafe pada Jumat (14/8/2026) (Dok. Pribadi/KKN 50 UNS)

Karanganyar, Krajan.id – Tumpukan sekam padi yang selama ini menjadi limbah pertanian di Desa Karanganyar, Karanganyar, Jawa Tengah, didorong untuk memiliki nilai guna baru. Mahasiswa KKN Tematik Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 50 bersama PT Pertamina Patra Logistik memperkenalkan pengolahan sekam padi menjadi briket biomassa melalui program SEHATI (Sekam Padi Menjadi Energi Alternatif).

Sosialisasi sekaligus praktik pembuatan briket tersebut digelar di Tamariz Cafe, Desa Karanganyar, Jumat (14/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dan mitra untuk mendorong pengelolaan limbah pertanian secara lebih berkelanjutan sekaligus mengenalkan alternatif pemanfaatan energi berbasis potensi lokal.

Bacaan Lainnya

Sekam padi merupakan salah satu limbah yang mudah ditemukan di wilayah pertanian Desa Karanganyar. Selama ini, sekam tersebut sebagian masih dibuang, ditumpuk, atau dibakar secara langsung. Jika tidak dikelola dengan baik, penumpukan dan pembakaran limbah pertanian berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan.

Melalui program SEHATI, mahasiswa KKN UNS Kelompok 50 mengajak masyarakat melihat sekam padi dari perspektif berbeda. Limbah hasil penggilingan padi tersebut tidak hanya dipandang sebagai sisa produksi, tetapi juga dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomis.

Penanggung Jawab Program SEHATI, Dimas Wahyu Prasetyo, mengatakan program tersebut berangkat dari kepedulian terhadap persoalan limbah pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Melalui program SEHATI ini, kami ingin mengedukasi warga bahwa limbah pertanian bisa diolah menjadi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan sekaligus menekan pengeluaran energi rumah tangga,” ujar Wahyu.

Dalam pelaksanaannya, warga tidak hanya menerima materi mengenai pemanfaatan sekam padi sebagai sumber energi alternatif. Peserta juga mengikuti demonstrasi pembuatan briket biomassa dan mempraktikkan secara langsung tahapan pengolahannya.

Praktik tersebut memperkenalkan sejumlah tahapan, mulai dari pemanfaatan sekam padi sebagai bahan utama, teknik pencampuran, hingga proses pencetakan menjadi briket. Dengan pendekatan praktik langsung, masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih konkret mengenai cara mengolah limbah pertanian menjadi produk yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Kolaborasi KKN UNS Kelompok 50 dengan PT Pertamina Patra Logistik dalam program ini juga diarahkan untuk memperkuat edukasi masyarakat mengenai pengelolaan limbah dan pemanfaatan energi alternatif. Program tersebut sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Bagi masyarakat Desa Karanganyar, pemanfaatan sekam padi menjadi briket membuka peluang untuk mengolah potensi yang tersedia di sekitar mereka. Limbah yang sebelumnya kurang termanfaatkan dapat diarahkan menjadi produk dengan fungsi baru, sekaligus menjadi bagian dari upaya mengurangi persoalan lingkungan akibat pengelolaan limbah pertanian yang tidak optimal.

Setelah kegiatan SEHATI dilaksanakan, masyarakat diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara mandiri. Pengolahan sekam padi menjadi briket juga diharapkan dapat mendorong pemanfaatan sumber daya lokal dan memperkuat kemandirian energi berbasis potensi desa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *