Riset Mahasiswa Teknik Sipil UNDIP tentang Tol Jogja-Bawen Dipresentasikan di Forum Asia Pasifik

Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Diponegoro (UNDIP), Alya Marsekal Islami, berpose di depan latar acara Asian Graduate Studies Summit (A-GRASS) 2026 di Tagaytay City, Filipina. Alya menjadi presenter dalam forum akademik yang berlangsung pada 25–29 Mei 2026. (Dok.Pribadi)
Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Diponegoro (UNDIP), Alya Marsekal Islami, berpose di depan latar acara Asian Graduate Studies Summit (A-GRASS) 2026 di Tagaytay City, Filipina. Alya menjadi presenter dalam forum akademik yang berlangsung pada 25–29 Mei 2026. (Dok.Pribadi)

Tagaytay City, Krajan.id – Riset mengenai material timbunan dan sistem perkuatan tanah pada pembangunan infrastruktur jalan tol dipresentasikan mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Diponegoro (UNDIP), Alya Marsekal Islami, dalam Asian Graduate Studies Summit (A-GRASS) 2026 di Tagaytay City, Filipina, 25–29 Mei 2026.

Dalam forum yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik tersebut, Alya memaparkan penelitian berjudul “Evaluation of Embankment Material Performance and GSRW System in MSE Wall Construction.”

Bacaan Lainnya

Penelitian itu mengambil objek pada Proyek Jalan Tol Jogja–Bawen Seksi 1. Fokus kajiannya mencakup evaluasi kinerja material timbunan (embankment material) serta penerapan sistem Geosynthetic Reinforced Soil Wall (GSRW) dalam konstruksi Mechanically Stabilized Earth (MSE) Wall.

Alya mempresentasikan riset tentang kinerja material timbunan dan sistem GSRW pada konstruksi MSE Wall di Proyek Jalan Tol Jogja–Bawen Seksi 1. (Dok.Pribadi)
Alya mempresentasikan riset tentang kinerja material timbunan dan sistem GSRW pada konstruksi MSE Wall di Proyek Jalan Tol Jogja–Bawen Seksi 1. (Dok.Pribadi)

Kajian terhadap kedua aspek tersebut berkaitan dengan upaya memastikan struktur penahan tanah dapat bekerja sesuai kebutuhan konstruksi. Dalam penelitian tersebut, evaluasi material, pengendalian mutu pemadatan, dan sistem perkuatan tanah menjadi sejumlah aspek yang mendapat perhatian.

Pemilihan proyek jalan tol sebagai objek penelitian juga memperlihatkan keterkaitan antara kajian akademik dan persoalan teknis dalam pembangunan infrastruktur. Evaluasi material timbunan dan sistem perkuatan diperlukan untuk mendukung stabilitas serta kinerja struktur penahan tanah pada konstruksi MSE Wall.

Alya Marsekal Islami, mahasiswa Teknik Sipil UNDIP, menerima sertifikat presenter dalam Asian Graduate Studies Summit (A-GRASS) 2026 di Tagaytay City, Filipina. (Dok.Pribadi)
Alya Marsekal Islami, mahasiswa Teknik Sipil UNDIP, menerima sertifikat presenter dalam Asian Graduate Studies Summit (A-GRASS) 2026 di Tagaytay City, Filipina. (Dok.Pribadi)

A-GRASS 2026 diselenggarakan oleh Asia-Pacific Consortium of Researchers and Educators (APCORE), Inc. Forum tersebut menjadi ruang bagi peserta dari berbagai latar belakang akademik untuk mempresentasikan hasil penelitian sekaligus memperoleh tanggapan dari peserta dan akademisi dari negara lain.

Bagi Alya, keikutsertaan sebagai presenter memberikan kesempatan untuk mendapatkan masukan terhadap penelitian yang dilakukan. Forum tersebut sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan mengenai isu-isu akademik dan praktik rekayasa yang berkembang di kawasan Asia Pasifik.

Keterlibatan mahasiswa Teknik Sipil UNDIP dalam forum ilmiah internasional juga menunjukkan adanya upaya membawa kajian terkait rekayasa sipil dan infrastruktur ke ruang diskusi yang lebih luas. Penelitian yang berangkat dari proyek pembangunan di Indonesia dapat menjadi bahan pertukaran gagasan dengan peserta dari berbagai negara.

Selain aspek akademik, forum internasional tersebut menjadi kesempatan untuk membangun jejaring dengan peneliti dan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Interaksi dalam forum semacam ini dapat memperluas perspektif terhadap penerapan hasil penelitian, khususnya dalam bidang konstruksi dan pengembangan infrastruktur.

Melalui presentasi penelitian tentang material timbunan dan GSRW pada MSE Wall, kontribusi mahasiswa tidak hanya berada pada lingkungan kampus, tetapi juga dibawa ke forum akademik tingkat Asia Pasifik. Riset konstruksi yang berkaitan langsung dengan pembangunan jalan tol di Indonesia menjadi bagian dari pertukaran pengetahuan mengenai praktik rekayasa dan pengembangan infrastruktur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *