Kalikobok, Krajan.id – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) di Desa Kalikobok, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, tidak hanya diarahkan pada kegiatan pengabdian di masyarakat. Selama 45 hari, mahasiswa KKN UNS Kelompok 88 turut membawa sejumlah kegiatan literasi dan edukasi ke sekolah untuk memperkaya pengalaman belajar siswa di berbagai jenjang pendidikan.
Kegiatan tersebut menyasar lima satuan pendidikan, yakni SD Negeri Kalikobok 1, SD Negeri Kalikobok 2, MI Mualimin, MI Miftakhul Falah, serta SMP IT Darussalam Tanon. Program yang dijalankan disesuaikan dengan jenjang dan kebutuhan peserta didik, mulai dari kegiatan membaca dan menulis hingga pengenalan perlindungan diri, tanaman obat keluarga, dan bahasa Inggris.
Salah satu fokus utama kegiatan adalah penguatan literasi. Program tersebut dilaksanakan melalui KKN Tematik Literasi yang melibatkan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek). Dalam program ini, mahasiswa ditempatkan sebagai penggerak literasi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Di Desa Kalikobok, penguatan literasi dilakukan melalui sejumlah aktivitas yang dirancang agar siswa tidak hanya membaca, tetapi juga memahami, mengolah, dan menghasilkan sesuatu dari bahan bacaan.
Program pertama berupa Membaca Nyaring yang dilaksanakan di SD Negeri Kalikobok 1 dan SD Negeri Kalikobok 2 untuk siswa kelas 1–3. Mahasiswa KKN membacakan buku cerita secara lantang dan ekspresif. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan membaca bersama, pengenalan kosakata, serta kesempatan bagi siswa untuk membaca secara bergantian bersama mahasiswa.
Metode tersebut diarahkan untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan dan pemahaman membaca sekaligus membangun kepercayaan diri sejak usia dini. Kegiatan membaca tidak berhenti pada aktivitas mengenali kata, tetapi juga memberi ruang kepada siswa untuk terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran.
Pendekatan serupa diterapkan melalui program Cerdas Mengulas Buku. Kegiatan ini juga menyasar siswa kelas 1–3 di kedua sekolah dasar tersebut. Setelah membaca buku bersama, siswa diajak mendiskusikan tokoh, peristiwa, dan pesan moral yang terdapat dalam cerita.
Melalui kegiatan itu, siswa didorong untuk menyampaikan kembali informasi yang diperoleh dari bacaan. Dengan demikian, aktivitas literasi diarahkan tidak hanya pada kemampuan membaca, tetapi juga pada pemahaman dan keberanian mengemukakan pendapat.
Penguatan literasi kemudian dikembangkan melalui kegiatan berbasis karya. Program Membuat Proyek Berbasis Isi Buku Bacaan ditujukan kepada siswa kelas 5 dan 6 di MI Miftakhul Falah dan MI Mualimin.
Siswa diajak mengolah gagasan dari bahan bacaan menjadi karya sesuai kreativitas masing-masing. Di MI Miftakhul Falah, misalnya, siswa membuat gantungan kunci menggunakan clay foam. Sementara di MI Mualimin, siswa membuat kolase pola pakaian dari kain serta rangkaian bunga menggunakan kertas origami.
Mahasiswa KKN mendampingi proses pengerjaan agar siswa dapat menerjemahkan gagasan dari bacaan ke dalam bentuk karya. Model kegiatan tersebut mempertemukan aktivitas membaca dengan kreativitas, sehingga bahan bacaan tidak berhenti sebagai teks yang dibaca, tetapi dapat menjadi sumber ide untuk kegiatan lain.
Pengalaman literasi juga diperluas melalui Kunjungan Literasi ke Perpustakaan Desa. Kegiatan ini melibatkan siswa kelas 1 dan 2 SD Negeri Kalikobok 1. Mereka diajak mengenal lingkungan serta koleksi Perpustakaan Desa yang berada di Balai Desa Kalikobok.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan perpustakaan sebagai salah satu ruang belajar bagi anak. Pengenalan sejak dini diharapkan dapat mendukung tumbuhnya ketertarikan siswa terhadap aktivitas membaca.
Sementara itu, siswa kelas 7 SMP IT Darussalam Tanon mendapatkan program Menulis Cerita Berbasis Buku Bacaan. Kegiatan ini diarahkan untuk mengembangkan kemampuan membaca dan menulis sekaligus melatih kreativitas siswa dalam mengolah gagasan.
Siswa diberi ruang untuk membuat karya tulis yang terinspirasi dari bahan bacaan dengan menggunakan bahasa dan gaya penulisan mereka sendiri. Program tersebut menjadi tahapan lanjutan dalam penguatan literasi karena siswa tidak hanya ditempatkan sebagai pembaca, tetapi juga sebagai pencipta karya.
Rangkaian penguatan literasi ditutup melalui Apresiasi Literasi Tingkat Desa yang diselenggarakan di SMP IT Darussalam Tanon. Kegiatan tersebut mengulas karya siswa kelas 7 yang telah dibuat dalam program menulis. Dari karya yang dihasilkan, dipilih tiga karya dan penulis terbaik untuk mendapatkan apresiasi dari mahasiswa KKN serta perangkat Desa Kalikobok.
Di luar program literasi, mahasiswa KKN UNS juga menghadirkan edukasi yang berkaitan dengan aspek kehidupan sehari-hari siswa. Salah satunya adalah Edukasi Perlindungan Diri dan Pengenalan Batasan Tubuh Anak yang ditujukan kepada siswa kelas 3 dan 4 SD Negeri Kalikobok 1 dan SD Negeri Kalikobok 2.

Materi diberikan untuk membantu siswa memahami bagian tubuh yang perlu dilindungi serta langkah sederhana yang dapat dilakukan ketika menghadapi kondisi yang membuat mereka merasa tidak nyaman atau tidak aman.
Pembelajaran dilakukan secara interaktif melalui presentasi, diskusi, tanya jawab, dan penggunaan alat peraga. Untuk melihat pemahaman siswa, kegiatan juga dilengkapi pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan perkembangan positif dalam pemahaman siswa mengenai perlindungan diri dan batasan tubuh.
Program lain menyentuh aspek kesehatan melalui edukasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kegiatan ini menyasar siswa kelas 5 SD Negeri Kalikobok 1 dan SD Negeri Kalikobok 2.
Mahasiswa memperkenalkan sejumlah tanaman obat, antara lain jahe, kunyit, kencur, dan lengkuas. Pengenalan kemudian dilanjutkan dengan praktik penanaman dan perawatan tanaman. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai tanaman obat, tetapi juga diajak mengenal proses merawat tanaman dan membangun rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekolah.
Pembelajaran bahasa menjadi bagian lain dari rangkaian program KKN. Melalui pengenalan dan peningkatan Bahasa Inggris dengan metode storytelling, siswa diajak mempelajari bahasa Inggris menggunakan cerita rakyat Indonesia, seperti Malin Kundang serta Bawang Merah dan Bawang Putih.
Cerita dibacakan dalam bahasa Inggris secara bertahap. Setiap kalimat disertai penjelasan arti agar siswa lebih mudah memahami alur cerita sekaligus mengenali kosakata baru. Kegiatan kemudian ditutup dengan kuis interaktif untuk mengukur pemahaman siswa sekaligus menjaga keterlibatan mereka selama pembelajaran.
Beragam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa KKN UNS Kelompok 88 di Desa Kalikobok diarahkan pada pengalaman belajar yang lebih beragam. Program tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memberi kesempatan kepada siswa untuk membaca, berdiskusi, berkarya, menulis, bereksperimen, dan berinteraksi secara aktif.
Selama 45 hari pelaksanaan, kegiatan di sekolah menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung proses pendidikan di Desa Kalikobok. Literasi, kreativitas, pemahaman perlindungan diri, kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan, serta kemampuan bahasa menjadi sejumlah aspek yang disentuh melalui rangkaian program tersebut.
Dengan pendekatan yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan, kegiatan KKN UNS Kelompok 88 mempertemukan aktivitas pengabdian mahasiswa dengan kebutuhan belajar siswa. Sekolah menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan sekaligus bagi siswa untuk memperoleh pengalaman belajar di luar pola pembelajaran rutin.





