Magelang, Krajan.id – Memilih jenjang pendidikan setelah lulus sekolah menengah pertama masih menjadi tantangan bagi sebagian siswa. Kondisi tersebut mendorong Tim Magang Kependidikan Terintegrasi (MKT) Universitas Tidar 2026 di MTsN 2 Kota Magelang menggelar Seminar Pengenalan Jurusan untuk membantu siswa memahami berbagai pilihan pendidikan yang tersedia.
Kegiatan bertema “Kenali Dirimu, Tentukan Pilihanmu, Raih Masa Depanmu” itu berlangsung pada Sabtu (5/9/2026) di Gedung Mushala MTsN 2 Kota Magelang. Seminar diikuti siswa kelas IX dan menghadirkan narasumber Rana Fadhila, mahasiswi berprestasi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Tidar.
Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai pilihan jurusan di tingkat SMA, SMK, maupun pendidikan tinggi. Materi yang disampaikan tidak hanya membahas ragam jurusan, tetapi juga pentingnya mengenali minat, bakat, dan potensi diri sebelum menentukan pilihan pendidikan lanjutan.
Ketua panitia, Mey Nur Aini, mengatakan seminar tersebut diselenggarakan karena masih banyak siswa yang belum memiliki gambaran jelas mengenai jalur pendidikan setelah lulus dari MTs.
Menurutnya, kebingungan dalam menentukan pilihan sekolah lanjutan kerap dialami siswa kelas IX. Karena itu, seminar dirancang untuk memberikan referensi sekaligus membantu mereka mempertimbangkan pilihan berdasarkan kemampuan dan ketertarikan masing-masing.
“Siswa masih bimbang dalam memilih jenjang pendidikan yang akan ditempuh, baik SMA/SMK maupun MA. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu siswa kelas IX memantapkan pilihan dengan mempertimbangkan minat dan bakat masing-masing,” jelas Mey.
Kegiatan berlangsung melalui beberapa rangkaian acara, mulai dari pembukaan, sambutan, penyampaian materi, hingga sesi diskusi dan tanya jawab. Pada sesi tersebut, siswa diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan seputar jurusan, prospek pendidikan, serta langkah yang perlu dipersiapkan untuk melanjutkan studi.
Pendekatan yang digunakan dalam seminar tidak hanya berfokus pada pengenalan jurusan, tetapi juga mengajak siswa memahami hubungan antara potensi diri dan pilihan pendidikan. Hal ini dinilai penting agar keputusan yang diambil tidak semata-mata mengikuti tren atau pengaruh lingkungan.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Sejumlah siswa mengaku mendapatkan wawasan baru yang membantu mereka dalam menentukan arah pendidikan setelah lulus.

Salah satunya disampaikan Robi Ardi Saputra, siswa kelas IX D. Ia mengaku seminar tersebut memberikan pemahaman yang sebelumnya belum ia miliki terkait pilihan jurusan.
“Sebelumnya bingung, sekarang sudah agak lebih paham. Karena materi tadi, saya jadi lebih mantap untuk daftar ke salah satu jurusan,” ujarnya.
Pengalaman serupa juga dirasakan Qonita Putri dari kelas IX C. Menurutnya, informasi yang diperoleh tidak hanya bermanfaat untuk menentukan pilihan sekolah menengah atas, tetapi juga memberikan gambaran mengenai jenjang pendidikan hingga perguruan tinggi.
“Berkat materi tersebut saya jadi tahu tentang jurusan yang akan saya ambil, bahkan sampai kuliah saya sekarang sudah mempunyai pandangan,” tuturnya.
Dampak positif kegiatan tersebut juga dirasakan pihak sekolah. Guru Bimbingan dan Konseling (BK) MTsN 2 Kota Magelang, Umi, menilai seminar semacam ini dapat menjadi pelengkap layanan pendampingan karier yang diberikan sekolah kepada siswa.

Menurutnya, materi yang disampaikan tidak hanya mengarahkan siswa pada pilihan jurusan tertentu, tetapi juga mendorong mereka mempertimbangkan kemampuan dan potensi yang dimiliki sebelum mengambil keputusan.
“Saya rasa bagus ya, karena saya lihat kegiatan ini tidak hanya mengarahkan siswa saja, tapi juga mempertimbangkan aspek potensi mereka dalam memilih jurusan,” ungkap Umi.
Melalui seminar tersebut, Tim MKT Universitas Tidar berupaya menghadirkan ruang refleksi bagi siswa menjelang kelulusan. Di tengah banyaknya pilihan pendidikan yang tersedia, pemahaman terhadap minat dan kemampuan diri menjadi bekal penting agar siswa dapat menentukan langkah yang lebih terarah.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan pentingnya pendampingan pendidikan sejak dini. Dengan informasi yang memadai, siswa diharapkan tidak hanya memiliki pilihan sekolah lanjutan, tetapi juga memahami alasan dan pertimbangan di balik keputusan yang mereka ambil untuk masa depan.





