Mahasiswa KKN 155 UNS Kenalkan Literasi Keuangan dan Wirausaha kepada Siswa SDN Lebak

Siswa SDN Lebak mewarnai dan menghias celengan dalam kegiatan Celengan Kreatif. (Dok. Pribadi/KKN 155 UNS, 2026)
Siswa SDN Lebak mewarnai dan menghias celengan dalam kegiatan Celengan Kreatif. (Dok. Pribadi/KKN 155 UNS, 2026)

Lebakayu, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 155 Universitas Sebelas Maret (UNS) mengenalkan literasi keuangan dan kewirausahaan kepada siswa SDN Lebak, Desa Lebakayu, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun. Edukasi tersebut dikemas melalui kegiatan yang melibatkan siswa secara langsung, mulai dari menghias celengan hingga membuat kerajinan dari kawat bulu atau pipe cleaner.

Program tersebut dilaksanakan dalam dua tahap berdasarkan jenjang kelas. Siswa kelas 1–3 mengikuti program “Celengan Kreatif: Mewarnai dan Edukasi Menabung” pada 30–31 Juli 2026. Sementara siswa kelas 4–6 mengikuti program “Edupreneur Cilik” pada 6–7 Agustus 2026.

Bacaan Lainnya

Kedua kegiatan tersebut memiliki fokus berbeda. Program Celengan Kreatif diarahkan untuk mengenalkan kebiasaan menabung dan pencatatan keuangan sederhana, sedangkan Edupreneur Cilik memperkenalkan dasar kewirausahaan melalui kegiatan membuat produk kerajinan.

Membiasakan Siswa Menabung dan Mencatat Keuangan

Pada program Celengan Kreatif, mahasiswa KKN memberikan pengenalan mengenai pengertian menabung, manfaat menyisihkan uang, serta pentingnya mengelola uang dalam kehidupan sehari-hari.

Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami siswa kelas 1 hingga 3. Pendekatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan kegiatan praktik. Setiap siswa mendapatkan celengan untuk diwarnai dan dihias sesuai dengan kreativitas masing-masing.

Kegiatan menghias celengan tidak hanya menjadi aktivitas seni. Mahasiswa KKN menggunakannya sebagai bagian dari pendekatan untuk mengenalkan kebiasaan menabung melalui benda yang dibuat dan dihias sendiri oleh siswa.

Dengan terlibat langsung dalam proses tersebut, siswa tidak hanya menerima penjelasan mengenai pentingnya menabung, tetapi juga memiliki pengalaman membuat media yang nantinya dapat digunakan untuk menyimpan uang.

Selain celengan, mahasiswa KKN memperkenalkan buku kas sederhana. Siswa diarahkan untuk mencatat uang yang ditabung, termasuk jumlah uang serta pencatatannya secara rutin.

Pengenalan buku kas menjadi bagian penting dalam kegiatan karena kebiasaan menabung juga berkaitan dengan kemampuan mengetahui dan memantau jumlah uang yang telah disisihkan. Siswa mulai diperkenalkan pada konsep sederhana bahwa uang yang dimiliki dapat dicatat dan dikelola.

Selama kegiatan berlangsung, siswa mengikuti penyampaian materi dan aktivitas mewarnai. Mereka juga mengikuti arahan mahasiswa KKN ketika melakukan pencatatan tabungan menggunakan buku kas sederhana.

Kegiatan tersebut menempatkan pengalaman langsung sebagai bagian dari proses belajar. Siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang menabung, tetapi juga mencoba menerapkannya melalui media yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Mengenalkan Wirausaha melalui Kerajinan

Berbeda dengan siswa kelas bawah, siswa kelas 4–6 mengikuti program Edupreneur Cilik yang dilaksanakan pada 6–7 Agustus 2026.

Program tersebut dirancang untuk mengenalkan dasar-dasar kewirausahaan sekaligus mendorong siswa mengembangkan kreativitas melalui pembuatan produk. Mahasiswa KKN terlebih dahulu mengenalkan sejumlah nilai yang berkaitan dengan kewirausahaan, antara lain kreativitas, ketekunan, keberanian mencoba, dan kemampuan mengembangkan ide.

Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik membuat kerajinan menggunakan kawat bulu atau pipe cleaner. Mahasiswa KKN memberikan contoh tahapan pembuatan sebelum mendampingi siswa selama proses pengerjaan.

Siswa SDN Lebak membuat kerajinan menggunakan kawat bulu dengan pendampingan mahasiswa KKN 155 UNS. (Dok. Pribadi/KKN 155 UNS, 2026)
Siswa SDN Lebak membuat kerajinan menggunakan kawat bulu dengan pendampingan mahasiswa KKN 155 UNS. (Dok. Pribadi/KKN 155 UNS, 2026)

Dalam praktik tersebut, siswa diberi ruang untuk mengembangkan bentuk kerajinan berdasarkan ide dan kreativitas masing-masing. Kawat bulu dipilih karena relatif mudah dibentuk sehingga dapat digunakan untuk menghasilkan beragam kreasi.

Dari kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada proses sederhana mengubah bahan menjadi sebuah produk. Tidak berhenti pada kemampuan membuat kerajinan, mereka juga dikenalkan pada gagasan bahwa suatu karya dapat memiliki nilai guna dan nilai jual.

Pengenalan tersebut menjadi pintu masuk untuk memahami konsep dasar kewirausahaan. Kreativitas tidak hanya dilihat sebagai kemampuan menghasilkan karya, tetapi juga sebagai modal untuk menciptakan sesuatu yang dapat dimanfaatkan atau dikembangkan menjadi produk.

Mahasiswa KKN juga mengarahkan siswa untuk memahami hubungan antara keterampilan, produk, dan kebutuhan. Sebuah produk yang dibuat dari bahan sederhana tetap dapat memiliki nilai apabila dikembangkan dengan kreativitas dan mempertimbangkan kebutuhan pasar.

Belajar dari Uang hingga Produk

Dua program di SDN Lebak tersebut menunjukkan pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan usia siswa. Kelas 1–3 mendapatkan pengenalan literasi keuangan melalui kegiatan menabung, menghias celengan, dan mencatat tabungan. Sementara itu, kelas 4–6 mendapatkan pengenalan kewirausahaan melalui proses menciptakan produk kerajinan.

Perbedaan pendekatan tersebut membuat materi tidak berhenti pada penyampaian teori. Siswa mendapatkan kesempatan untuk mencoba secara langsung konsep yang diperkenalkan mahasiswa KKN.

Pada program Celengan Kreatif, praktik diarahkan pada pembentukan kebiasaan mengelola uang sejak dini. Sementara pada Edupreneur Cilik, praktik diarahkan pada pengembangan kreativitas dan pengenalan proses menghasilkan produk.

Kegiatan tersebut juga mempertemukan dua keterampilan yang berbeda tetapi saling berkaitan. Kemampuan mengelola uang menjadi dasar bagi pengenalan literasi keuangan, sedangkan kemampuan menghasilkan dan mengembangkan produk menjadi bagian dari pengenalan kewirausahaan.

Mahasiswa KKN 155 UNS bersama siswa SDN Lebak menunjukkan hasil kerajinan kawat bulu dalam kegiatan Edupreneur Cilik. (Dok. Pribadi/KKN 155 UNS, 2026)
Mahasiswa KKN 155 UNS bersama siswa SDN Lebak menunjukkan hasil kerajinan kawat bulu dalam kegiatan Edupreneur Cilik. (Dok. Pribadi/KKN 155 UNS, 2026)

Bagi siswa sekolah dasar, pengenalan tersebut diberikan melalui aktivitas yang sederhana dan dekat dengan dunia mereka. Menabung dilakukan melalui celengan yang dihias sendiri, sedangkan konsep kewirausahaan diperkenalkan melalui kerajinan yang dibuat menggunakan bahan yang mudah dibentuk.

Melalui dua program tersebut, mahasiswa KKN 155 UNS memberikan pengalaman belajar yang menempatkan siswa sebagai pelaku kegiatan. Mereka tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga membuat, mencatat, mencoba, dan mengembangkan ide.

Program tersebut sekaligus memperkenalkan keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal awal bagi siswa, mulai dari membangun kebiasaan menyisihkan uang dan mencatat keuangan hingga memahami bahwa kreativitas dapat dikembangkan menjadi sebuah produk yang memiliki manfaat dan nilai ekonomi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *