Karanganyar, Krajan.id – Tim pengabdian kepada masyarakat Grup Riset Pengelolaan Hutan Tropika dan Ekowisata, Program Studi Pengelolaan Hutan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta akan melaksanakan program “Penyuluhan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tingkat Sekolah Menengah Atas” di SMA Negeri 2 Karanganyar. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Juli 2026 ini bertujuan untuk meningkatkan literasi ekologis siswa serta menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian hutan dan ekosistem.
Kegiatan ini merupakan respons terhadap rendahnya pemahaman generasi muda mengenai isu-isu lingkungan, khususnya terkait fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan. Padahal, Indonesia sebagai negara megabiodiversitas menghadapi ancaman serius berupa deforestasi, kebakaran hutan dan lahan, serta kepunahan spesies yang semakin meningkat. Generasi muda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan karena berada pada fase pembentukan pengetahuan, sikap, dan nilai-nilai keberlanjutan.
“Kami melihat bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Diperlukan perubahan perilaku masyarakat secara luas melalui peningkatan literasi lingkungan sejak dini. Sekolah menengah atas memiliki peran penting dalam membangun kesadaran ekologis generasi muda,” ujar PIC kegiatan penyuluhan, Ibu Galuh Masyithoh, S.Hut., M.Si.
Penyuluhan ini akan menghadirkan materi interaktif mengenai fungsi hutan, keanekaragaman hayati, dampak kerusakan hutan seperti kebakaran dan deforestasi, serta upaya konservasi. Selain itu, siswa akan diajak untuk mengikuti praktik pembuatan batik ecoprint dan pemetaan sebaran pohon di lingkungan sekolah. Kegiatan akan dievaluasi melalui pemberian pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa. Hal ini sejalan dengan temuan bahwa pendidikan lingkungan terbukti mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pro-lingkungan.

Kepala SMA Negeri 2 Karanganyar menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, sekolah yang terletak di wilayah penyangga kawasan pegunungan dan tidak jauh dari Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Gunung Bromo ini memiliki relevansi yang kuat terhadap isu lingkungan, khususnya terkait pengelolaan sumber daya alam, konservasi hutan, serta mitigasi bencana banjir dan longsor. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Hibah Grup Riset (HGR) UNS dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas), ke-13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan ke-17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan siswa SMA Negeri 2 Karanganyar tidak hanya memiliki pemahaman teoritis, tetapi juga mampu merefleksikan perannya dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan di sekitarnya. Selain kegiatan tatap muka, tim pengabdi juga akan menyusun artikel ilmiah, publikasi media online, serta video dokumentasi sebagai luaran wajib dari program pengabdian ini. Rangkaian persiapan kegiatan telah dilakukan sejak awal tahun 2026, meliputi komunikasi awal dengan pihak sekolah, rapat koordinasi tim, hingga finalisasi rancangan kegiatan.

Sebagai bentuk persiapan dalam kegiatan penyuluhan nantinya, telah dilakukan kegiatan survei lokasi di SMAN 2 Karanganyar pada hari Kamis, 16 Juli 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan program yang akan diselenggarakan di sekolah tersebut. Survei bertujuan untuk meninjau secara langsung kondisi lokasi, melakukan pengecekan terhadap ruangan yang akan digunakan, serta meninjau ketersediaan berbagai fasilitas yang dimiliki oleh SMAN 2 Karanganyar untuk mendukung rangkaian kegiatan yang akan dilakukan.
Rencananya kegiatan akan melibatkan 40 siswa aktif dari berbagai organisasi SMAN 2 Karanganyar dengan beberapa kegiatan interaktif guna mendukung implementasi teori yang lebih efektif, menerapkan konsep penggabungan teori dan praktik berbasis pengalaman (experiential learning). Tim juga berkoordinasi dengan pihak sekolah guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana sehingga pelaksanaan nantinya dapat berjalan lancar sesuai dengan rancangan yang telah disusun. Pelaksanaan penyuluhan ini merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan literasi ekologis siswa, memperkuat pemahaman mengenai fungsi hutan dan keanekaragaman hayati, serta mendorong sikap kepedulian siswa dalam menjaga keberlanjutan ekosistem.





