Sulap Bambu Jadi Produk Bernilai, Mahasiswa KKN UNS Gelar Pelatihan Kerajinan di Desa Petung

Seorang peserta menggunakan mesin bor untuk menghaluskan dan membentuk komponen bambu dalam pelatihan kerajinan yang digelar mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) di Desa Petung, Kecamatan Jatiyoso, Sabtu (7/2/2026). (doc. pribadi)
Seorang peserta menggunakan mesin bor untuk menghaluskan dan membentuk komponen bambu dalam pelatihan kerajinan yang digelar mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) di Desa Petung, Kecamatan Jatiyoso, Sabtu (7/2/2026). (doc. pribadi)

Petung, Krajan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar pelatihan pembuatan kerajinan bambu di Desa Petung, Kecamatan Jatiyoso, pada Sabtu, (7/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan potensi desa wisata berbasis sumber daya lokal.

Pelatihan yang berlangsung di Balai Desa Petung tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengolah bambu menjadi produk kerajinan fungsional dengan nilai estetika dan ekonomi. Program dirancang secara terstruktur, memadukan praktik produksi dengan penguatan wawasan pemasaran agar hasilnya dapat berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Peserta utama dalam kegiatan ini adalah anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), yang dinilai memiliki peran strategis dalam pengembangan ekosistem desa wisata. Melalui pendekatan aplikatif dan partisipatif, peserta dilibatkan langsung dalam setiap tahapan pembuatan produk, mulai dari pemilihan bahan hingga tahap akhir.

Bambu dipilih sebagai bahan dasar karena ketersediaannya melimpah di lingkungan sekitar. Selain itu, material ini memiliki keunggulan dari sisi kekuatan, fleksibilitas, serta ramah lingkungan. Dengan potensi tersebut, bambu dinilai layak dikembangkan sebagai identitas produk kerajinan desa.

Dalam sesi praktik, peserta dilatih membuat satu paket tea set berbahan bambu yang terdiri atas teko, gelas, dan nampan. Proses pelatihan meliputi identifikasi bahan baku, teknik pemotongan dan pembentukan, perakitan, penghalusan, hingga finishing. Peserta juga diperkenalkan pada prinsip ketelitian ukuran, kerapian sambungan, serta standar kualitas dasar.

Sejumlah warga bersama mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti pelatihan pembuatan kerajinan bambu di Desa Petung, Kecamatan Jatiyoso, Sabtu (7/2/2026). (doc. pribadi)
Sejumlah warga bersama mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti pelatihan pembuatan kerajinan bambu di Desa Petung, Kecamatan Jatiyoso, Sabtu (7/2/2026). (doc. pribadi)

Metode pembelajaran berbasis praktik langsung dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman teknis. Peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam proses produksi.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Project Bamboo, Anton Eka Wahyudi. Ia memberikan pendampingan teknis sekaligus berbagi wawasan terkait pengembangan usaha kerajinan bambu.

“Kunci utama produk kerajinan itu ada pada konsistensi kualitas dan desain yang sederhana, tetapi memiliki nilai jual. Bambu punya potensi besar jika dikelola dengan tepat,” ujar Anton dalam sesi pelatihan.

Selain praktik produksi, peserta juga mendapatkan materi mengenai strategi pemasaran. Materi tersebut mencakup penentuan harga berbasis biaya dan nilai tambah, teknik pengemasan produk, serta pemanfaatan media digital untuk memperluas jangkauan pasar.

Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama warga dan narasumber berfoto bersama usai pelatihan kerajinan bambu di Balai Desa Petung, Kecamatan Jatiyoso, Sabtu (7/2/2026). (doc. pribadi)
Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama warga dan narasumber berfoto bersama usai pelatihan kerajinan bambu di Balai Desa Petung, Kecamatan Jatiyoso, Sabtu (7/2/2026). (doc. pribadi)

Kepala Desa Petung dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN UNS. Ia menilai pelatihan ini selaras dengan arah pengembangan desa wisata dan ekonomi kreatif.

“Kegiatan ini membuka wawasan masyarakat bahwa bambu tidak hanya digunakan untuk kebutuhan tradisional, tetapi juga bisa diolah menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomi,” ujarnya.

Ia berharap pelatihan serupa dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi unit usaha kerajinan yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Salah satu anggota Pokdarwis mengaku pelatihan ini memberikan pengalaman baru, terutama karena peserta dapat langsung mempraktikkan seluruh proses pembuatan produk.

“Materi pemasaran juga sangat membantu kami memahami bagaimana cara menjual produk agar diminati pasar,” katanya.

Ia berharap ke depan terdapat pelatihan lanjutan dengan variasi produk bambu yang lebih beragam.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Kelompok KKN 54 UNS yang terdiri atas Muhammad Faiz Yana Putra, Dewi Lanjarwati Kusumaningrum, Elliana Kristi Sulistyo, Ajeng Dinar Saraswati, Gabriella Vallencia Ucha Jr, Isabela Anandita Betanindya, Dwiki Santiko, Muhammad Fuad Hassan, dan Karistya Tirta Kusuma. Mereka berperan sebagai fasilitator yang menjembatani transfer pengetahuan antara praktisi dan masyarakat desa.

Melalui kolaborasi ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan fungsi pengabdian, tetapi juga mendorong lahirnya inisiatif ekonomi baru di tingkat desa. Pendekatan berbasis potensi lokal dan keterampilan terapan diharapkan mampu melahirkan produk kerajinan khas yang memperkuat identitas Desa Petung sebagai desa wisata.

Satu paket tea set berbahan bambu yang telah berhasil dibuat. (doc. pribadi)
Satu paket tea set berbahan bambu yang telah berhasil dibuat. (doc. pribadi)

Ke depan, program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekonomi kreatif berbasis bambu yang berkelanjutan. Dengan dukungan berbagai pihak, potensi lokal yang selama ini belum tergarap optimal dapat berkembang menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *