Mahasiswa PKM UNPAM Serang Edukasi Perpajakan untuk Dorong Kepatuhan dan Daya Saing UMKM di Cilegon

Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan kegiatan edukasi perpajakan bagi pelaku UMKM yang berlangsung di Tuvva Coffe, Kota Cilegon, Banten, Rabu (23/4/2026). (doc. PKM UNPAM PSDKU Serang Kelompok 39)
Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan kegiatan edukasi perpajakan bagi pelaku UMKM yang berlangsung di Tuvva Coffe, Kota Cilegon, Banten, Rabu (23/4/2026). (doc. PKM UNPAM PSDKU Serang Kelompok 39)

Cilegon, Krajan.id – Mahasiswa Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Pamulang (UNPAM) PSDKU Serang, Kelompok 39, menggelar kegiatan edukasi perpajakan bagi pelaku UMKM di Kota Cilegon, Banten, Rabu (23/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di Tuvva Coffe dan menyasar peningkatan kepatuhan pajak sekaligus penguatan daya saing usaha kecil di tingkat lokal.

Pajak merupakan komponen penting dalam struktur perekonomian negara. Selain menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan dan layanan publik, pajak juga berperan dalam mengatur aktivitas ekonomi serta mendorong pemerataan pendapatan. Namun, dalam praktiknya, masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi kendala dalam memahami aturan dan administrasi perpajakan.

Bacaan Lainnya

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa UNPAM menghadirkan program edukasi yang dirancang untuk menyederhanakan pemahaman tentang sistem pajak. Mereka memberikan pendampingan langsung kepada pelaku usaha, mulai dari pengenalan dasar kewajiban pajak, pencatatan keuangan sederhana, hingga strategi pengelolaan administrasi fiskal yang tertib.

“Kami ingin mengubah persepsi bahwa pajak itu rumit dan membebani. Justru dengan pengelolaan yang baik, pajak bisa menjadi alat untuk memperkuat bisnis,” tulis tim mahasiswa Kelompok 39 dalam keterangan yang diberikan.

Program ini tidak hanya berfokus pada aspek kepatuhan, tetapi juga menekankan hubungan antara legalitas usaha dan peluang pengembangan bisnis. Mahasiswa menjelaskan bahwa pelaku UMKM yang memiliki status pajak tertib akan lebih mudah mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan serta meningkatkan kepercayaan mitra bisnis.

Pendekatan yang digunakan bersifat dialogis. Para mahasiswa membuka ruang diskusi bagi pelaku usaha untuk menyampaikan kendala yang mereka hadapi, seperti kesulitan menghitung pajak atau kurangnya pemahaman terhadap regulasi terbaru. Dengan metode ini, edukasi menjadi lebih aplikatif dan relevan dengan kebutuhan lapangan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi lokal yang lebih inklusif. Dengan meningkatnya kepatuhan pajak, diharapkan UMKM tidak hanya berkembang dari sisi omzet, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan daerah melalui partisipasi dalam sistem perpajakan nasional.

Mahasiswa PKM UNPAM juga berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan berkelanjutan. Mereka berharap pelaku UMKM di Kota Cilegon mampu bertransformasi menjadi usaha yang lebih profesional, adaptif, dan memiliki tata kelola keuangan yang baik.

Inisiatif ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah. Dengan pemahaman perpajakan yang lebih baik, UMKM diharapkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas sekaligus menjadi pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *