Mahasiswa Magang Berdampak UNS Tanam 1.825 Bibit Kopi di Wonogiri, Dorong Produktivitas Petani

Mahasiswa program Magang Berdampak dari Universitas Sebelas Maret berfoto bersama saat pelaksanan kegiatan penanaman bibit kopi di Desa Semagar, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, dengan menunjukkan bibit kopi yang siap ditanam sebagai bagian dari upaya peningkatan produktivitas dan kualitas hasil panen petani. (doc pribadi)
Mahasiswa program Magang Berdampak dari Universitas Sebelas Maret berfoto bersama saat pelaksanan kegiatan penanaman bibit kopi di Desa Semagar, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, dengan menunjukkan bibit kopi yang siap ditanam sebagai bagian dari upaya peningkatan produktivitas dan kualitas hasil panen petani. (doc pribadi)

Semagar, Krajan.id – Mahasiswa Magang Berdampak Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar sosialisasi dan penanaman bibit kopi di lahan Ndorog, Desa Semagar, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, pada (23/4/2026). Sebanyak 1.825 bibit kopi yang terdiri dari 1.800 bibit robusta dan 25 bibit liberica ditanam bersama petani sebagai langkah konkret meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi lokal.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari petani setempat. Salah satu petani, Miftah, mengungkapkan bahwa program tersebut memberikan wawasan baru dalam pengelolaan tanaman kopi.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami mendapatkan pengetahuan baru tentang teknik budidaya kopi yang lebih baik. Harapannya tentu hasil panen ke depan bisa lebih meningkat,” ujarnya.

Ketua kelompok Magang Berdampak UNS, Sansain Waasi Prameidiarka, menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas petani melalui pendekatan edukatif dan praktis. Ia menekankan bahwa penguatan pengetahuan dan keterampilan menjadi kunci dalam mendorong kemajuan sektor kopi di tingkat desa.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam teknik penanaman dan pemeliharaan kopi, sehingga mampu meningkatkan produktivitas serta kualitas hasil panen secara berkelanjutan,” jelasnya.

Ia menambahkan, Desa Semagar dipilih karena memiliki kondisi agroklimat yang sesuai untuk budidaya kopi, mulai dari ketinggian wilayah, curah hujan, hingga jenis tanah yang mendukung. Selain itu, masyarakat setempat juga menunjukkan minat untuk mengembangkan kopi sebagai sumber pendapatan alternatif.

Program ini diawali dengan koordinasi bersama pihak pengelola kopi Ndorog dan survei lokasi. Selanjutnya, mahasiswa menggelar sosialisasi mengenai teknik penanaman dan pemeliharaan kopi, dilanjutkan dengan demonstrasi serta praktik langsung di lahan bersama petani.

Mahasiswa Magang Berdampak dari Universitas Sebelas Maret bersama warga melakukan praktik penanaman bibit kopi di Desa Semagar, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, sebagai bagian dari upaya peningkatan keterampilan budidaya dan produktivitas hasil panen petani setempat. (doc pribadi)
Mahasiswa Magang Berdampak dari Universitas Sebelas Maret bersama warga melakukan praktik penanaman bibit kopi di Desa Semagar, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, sebagai bagian dari upaya peningkatan keterampilan budidaya dan produktivitas hasil panen petani setempat. (doc pribadi)

Penanggung jawab program, Bagas Rizky Kurniawan, mengatakan bahwa pendekatan praktik langsung menjadi kunci agar petani lebih mudah memahami materi yang disampaikan.

“Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan cara penanaman bibit kopi di lapangan bersama petani, sehingga mereka bisa melihat dan mencoba sendiri,” ujarnya.

Jenis kopi yang diperkenalkan dalam program ini adalah robusta dan liberica. Robusta dipilih karena memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap hama dan kondisi lingkungan, serta produktivitas yang relatif stabil. Sementara itu, liberica diperkenalkan sebagai alternatif pengembangan komoditas dengan karakteristik berbeda.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan berjalan lancar meskipun terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu, kondisi cuaca yang tidak menentu, serta masih adanya petani yang ragu untuk mengadopsi metode baru.

“Sebagian petani masih terbiasa dengan cara lama, sehingga membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan teknik yang lebih modern,” kata Bagas.

Meski demikian, antusiasme petani tetap tinggi selama kegiatan berlangsung. Hal ini terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam sesi sosialisasi maupun praktik penanaman.

Mahasiswa berharap program ini dapat memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi, tetapi juga mendorong kemandirian petani dalam mengelola usaha tani secara lebih inovatif.

Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan sosialisasi dan penanaman bibit kopi di lahan Ndorog, Desa Semagar, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, pada (23/4/2026). (doc. pribadi)
Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan sosialisasi dan penanaman bibit kopi di lahan Ndorog, Desa Semagar, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, pada (23/4/2026). (doc. pribadi)

Dukungan dari pemerintah desa turut menjadi faktor penting dalam keberhasilan kegiatan ini. Perangkat desa berperan aktif dalam memfasilitasi pelaksanaan program, mulai dari perizinan hingga koordinasi dengan masyarakat.

Program ini berada di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan, Dr. Ir. Sapja Anantanyu, S.P., M.Si., yang mendorong mahasiswa untuk terjun langsung memberikan kontribusi nyata di sektor pertanian. Ia menilai kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang efektif bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu di lapangan.

Selain ketua dan penanggung jawab program, kegiatan ini juga melibatkan sejumlah mahasiswa lain yang bekerja secara kolaboratif dalam setiap tahapan. Mereka adalah Shidia Rahma Sari, Sidik Ramadhan, Tika Dwi Bakti, Zanuar Ismail Bima Alviansyah, Dhafa Fauzan Rishanda, Dian Suva Aryanti, Dyah Puspita Chandra, dan Emara Puji Rahayu. Seluruh anggota tim berperan aktif mulai dari persiapan materi, pelaksanaan sosialisasi, hingga pendampingan praktik di lapangan, sehingga program dapat berjalan secara terstruktur dan efektif.

Keterlibatan tim yang solid ini menjadi salah satu kunci keberhasilan program, sekaligus menunjukkan komitmen mahasiswa dalam mendukung pengembangan potensi desa. Dengan sinergi antara mahasiswa, petani, dan pemerintah desa, potensi kopi di lahan Ndorog diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi masyarakat.

Simak berita terbaru kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Krajan.id WhatsApp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaAD5sdDOQIbeQkBct03 Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *