Prodi Pendidikan Geografi FKIP UNS Hadirkan Profesor Internasional dari Kanada untuk Perkuat Kolaborasi Riset Kebencanaan dan Ketangguhan Masyarakat

Sivitas akademika Pendidikan Geografi FKIP UNS bersama Assoc. Prof. Dr. Brent Doberstein (tengah) dari University of Waterloo, Kanada, dalam rangkaian Visiting Top Professor Program yang memperkuat kerja sama internasional di bidang riset kebencanaan dan ketangguhan masyarakat. (Dok. FKIP UNS)
Sivitas akademika Pendidikan Geografi FKIP UNS bersama Assoc. Prof. Dr. Brent Doberstein (tengah) dari University of Waterloo, Kanada, dalam rangkaian Visiting Top Professor Program yang memperkuat kerja sama internasional di bidang riset kebencanaan dan ketangguhan masyarakat. (Dok. FKIP UNS)

Surakarta, Krajan.id – Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan Visiting Top Professor Program yang berlangsung pada 20–24 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Brent Doberstein dari University of Waterloo, Kanada, seorang akademisi dan peneliti yang dikenal luas atas kontribusinya di bidang manajemen bencana, adaptasi perubahan iklim, tata kelola lingkungan, dan pembangunan masyarakat tangguh.

Program yang didanai melalui skema UNS Equity Fund 2025 – Visiting (Inviting) Top Professor ini menjadi salah satu upaya strategis Universitas Sebelas Maret dalam memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi, meningkatkan kualitas penelitian, serta membuka peluang kolaborasi akademik dengan institusi bereputasi dunia.

Bacaan Lainnya

Mengusung tema “From Disaster Management to Sustainable Governance – Advancing Partnerships for Resilient Communities”, kegiatan ini dirancang sebagai wadah pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas riset, dan pengembangan kerja sama internasional untuk menjawab berbagai tantangan global yang semakin kompleks, terutama terkait risiko bencana, perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan.

Salah satu agenda utama dalam program tersebut adalah kuliah tamu internasional yang diikuti oleh mahasiswa sarjana, mahasiswa pascasarjana, dosen, serta peneliti dari berbagai bidang keilmuan. Dalam sesi tersebut, Dr. Brent Doberstein membagikan pengalaman dan hasil penelitiannya terkait pengurangan risiko bencana, strategi adaptasi perubahan iklim, hingga pendekatan tata kelola yang mampu meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman lingkungan.

Peserta memperoleh wawasan mengenai praktik-praktik terbaik yang telah diterapkan di berbagai negara serta perkembangan terkini penelitian internasional dalam bidang kebencanaan dan pembangunan berkelanjutan. Diskusi yang berlangsung secara interaktif juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk bertukar gagasan mengenai tantangan yang dihadapi Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat risiko bencana yang tinggi.

Tidak hanya menghadirkan kegiatan akademik di ruang kelas, program ini juga dilengkapi dengan kunjungan lapangan ke Kampung Sewu di Kota Surakarta dan Kecamatan Ngargoyoso di Kabupaten Karanganyar. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki berbagai praktik baik dalam pengurangan risiko bencana dan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Melalui kegiatan lapangan tersebut, peserta dapat mengamati secara langsung bagaimana masyarakat berperan aktif dalam membangun ketangguhan komunitas, mengelola risiko bencana, serta mengembangkan berbagai inisiatif yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk menghubungkan konsep-konsep teoritis yang dipelajari di perguruan tinggi dengan implementasi nyata di lapangan.

Selain kuliah tamu dan kunjungan lapangan, rangkaian kegiatan juga mencakup lokakarya metodologi penelitian yang ditujukan bagi mahasiswa dan dosen. Lokakarya tersebut membahas berbagai aspek penting dalam penelitian, mulai dari penyusunan desain penelitian, pengembangan kerangka konseptual, strategi pengumpulan data, hingga teknik penulisan artikel ilmiah yang memenuhi standar publikasi internasional.

Mahasiswa dan dosen Program Studi Pendidikan Geografi FKIP UNS mengikuti kuliah tamu internasional yang menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Brent Doberstein dari University of Waterloo, Kanada, dalam rangka Visiting Top Professor Program di Surakarta. (Dok. FKIP UNS)
Mahasiswa dan dosen Program Studi Pendidikan Geografi FKIP UNS mengikuti kuliah tamu internasional yang menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Brent Doberstein dari University of Waterloo, Kanada, dalam rangka Visiting Top Professor Program di Surakarta. (Dok. FKIP UNS)

Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh pendampingan mengenai strategi publikasi pada jurnal bereputasi internasional, khususnya jurnal yang terindeks Scopus Q1. Materi yang diberikan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas akademik sivitas akademika UNS dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan memiliki dampak yang lebih luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Salah satu capaian penting dari program ini adalah dimulainya proses penyusunan proposal penelitian internasional serta perencanaan riset kolaboratif antara Universitas Sebelas Maret dan University of Waterloo. Kerja sama tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi penelitian bersama, publikasi internasional, pertukaran akademisi, serta pengajuan hibah penelitian pada berbagai lembaga pendanaan internasional.

Ketua Program Studi Pendidikan Geografi FKIP UNS sekaligus Ketua Program Visiting Top Professor, Dr. Pipit Wijayanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat posisi UNS dalam jaringan akademik global.

“Program ini memberikan kesempatan yang sangat berharga bagi mahasiswa dan dosen untuk berinteraksi secara langsung dengan akademisi internasional terkemuka. Kami berharap kolaborasi yang terbangun melalui kegiatan ini dapat terus berlanjut dalam bentuk penelitian bersama, publikasi internasional, serta pengembangan proposal riset yang kompetitif dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Assoc. Prof. Dr. Brent Doberstein (tengah) menyampaikan materi dalam kuliah tamu internasional yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Geografi FKIP UNS. (Dok. FKIP UNS)
Assoc. Prof. Dr. Brent Doberstein (tengah) menyampaikan materi dalam kuliah tamu internasional yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Geografi FKIP UNS. (Dok. FKIP UNS)

Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Brent Doberstein menegaskan bahwa tantangan global seperti perubahan iklim, peningkatan risiko bencana, dan isu keberlanjutan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Menurutnya, kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan solusi yang efektif dan berkelanjutan.

“Kolaborasi internasional memungkinkan kita saling belajar dan berbagi pengalaman untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Kerja sama lintas negara dan lintas disiplin sangat penting dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh dan adaptif,” ungkapnya.

Melalui penyelenggaraan Visiting Top Professor Program ini, Program Studi Pendidikan Geografi FKIP UNS kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat unggulan dalam pendidikan dan penelitian geografi yang berdaya saing internasional. Kehadiran profesor kelas dunia tidak hanya memperkuat budaya akademik dan kualitas penelitian, tetapi juga membuka peluang kerja sama global yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan di masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *