KKM UNIBA 27 Dorong Warga Kebon Ratu Olah Sekam Padi Jadi Briket dan Kompos

Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan workshop pemanfaatan sekam padi menjadi briket ramah lingkungan dan pupuk kompos di Kantor Desa Kebon Ratu, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (28/7/2026). (Dok. KKM UNIBA 27)
Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan workshop pemanfaatan sekam padi menjadi briket ramah lingkungan dan pupuk kompos di Kantor Desa Kebon Ratu, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (28/7/2026). (Dok. KKM UNIBA 27)

Kebon Ratu, Krajan.id – Limbah sekam padi yang selama ini berpotensi menjadi persoalan lingkungan didorong untuk dimanfaatkan sebagai produk bernilai guna. Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (UNIBA) 27 menggelar workshop pemanfaatan sekam padi menjadi briket ramah lingkungan dan pupuk kompos di Kantor Desa Kebon Ratu, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu program KKM UNIBA 27 untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah pertanian. Selain mengurangi limbah, pengolahan sekam padi diarahkan agar menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan kembali dan berpotensi memiliki nilai ekonomi.

Bacaan Lainnya

Workshop diikuti masyarakat Desa Kebon Ratu, terutama petani, kelompok tani, perangkat desa, serta ibu-ibu PKK. Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai potensi sekam padi, tetapi juga mengikuti demonstrasi dan praktik pengolahan secara langsung.

Dalam kegiatan itu, mahasiswa memperkenalkan pemanfaatan sekam padi sebagai bahan baku briket yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Selain itu, peserta diperkenalkan dengan pengolahan bahan organik menjadi pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kesuburan tanah.

Pelaksanaan workshop pemanfaatan sekam padi menjadi briket ramah lingkungan dan pupuk kompos di Kantor Desa Kebon Ratu, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (28/7/2026). (Dok. KKM UNIBA 27)

Pelaksanaan workshop pemanfaatan sekam padi menjadi briket ramah lingkungan dan pupuk kompos di Kantor Desa Kebon Ratu, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (28/7/2026). (Dok. KKM UNIBA 27)

Pendekatan melalui sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung dipilih agar masyarakat tidak berhenti pada pemahaman teoritis. Dengan keterampilan yang diperoleh, warga diharapkan dapat mengolah bahan yang tersedia di lingkungan sekitar secara mandiri.

Ketua Kelompok KKM UNIBA, Tb Muh Rafi Adz Dzikra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian mahasiswa dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di Desa Kebon Ratu.

“Melalui workshop ini kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa limbah sekam padi bukan hanya menjadi sisa hasil pertanian yang dibuang begitu saja, tetapi memiliki potensi besar untuk diolah menjadi briket ramah lingkungan dan pupuk kompos yang bermanfaat. Harapan kami, pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat terus diterapkan sehingga mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, mengurangi limbah pertanian, serta membuka peluang ekonomi baru bagi warga Desa Kebon Ratu,” ujar Tb Muh Rafi Adz Dzikra.

Pemanfaatan sekam padi tersebut juga diharapkan dapat mengurangi kebiasaan membakar limbah pertanian. Pengolahan menjadi briket dan kompos menawarkan alternatif agar sisa hasil pertanian tidak sekadar dibuang, tetapi dapat dikembalikan ke dalam siklus pemanfaatan yang lebih produktif.

Bagi sektor pertanian, pengolahan limbah organik menjadi kompos dapat mendukung pemanfaatan kembali bahan yang tersedia di sekitar lahan. Sementara itu, briket dari sekam padi diperkenalkan sebagai salah satu alternatif pemanfaatan limbah menjadi bahan bakar.

Pemerintah Desa Kebon Ratu turut mengapresiasi pelaksanaan workshop tersebut. Kegiatan dinilai memberikan wawasan baru kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah berdasarkan potensi lokal.

Kolaborasi mahasiswa KKM UNIBA, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan workshop. Pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh dapat menjadi dasar bagi warga untuk mengembangkan pengelolaan limbah pertanian secara mandiri.

Program tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan limbah pertanian dapat didekati dari sisi lingkungan dan ekonomi. Sekam padi yang sebelumnya dipandang sebagai sisa produksi dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna, sekaligus membuka kemungkinan pengembangan potensi ekonomi lokal di Desa Kebon Ratu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *