Tegalgondo, Krajan.id – Pembelajaran seni dapat menjadi ruang bagi siswa sekolah dasar untuk mengembangkan kreativitas melalui kegiatan yang melibatkan proses mencoba dan menghasilkan karya. Hal tersebut juga terlihat dalam sebuah penelitian pada siswa kelas III SDN Semeru 1 Bogor. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kreativitas siswa dalam pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) berbasis proyek meningkat dari 69 persen pada siklus pertama menjadi 90 persen pada siklus kedua.
Sejalan dengan pentingnya memberikan ruang bagi siswa untuk bereksplorasi, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 142 Universitas Sebelas Maret (UNS) menghadirkan kegiatan Kreasi Eco Print Tote Bag bagi siswa kelas 3 dan 4 SDN 1 Tegalgondo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (29/7/2026) tersebut turut mendukung SDGs ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui kegiatan belajar yang kreatif dan melibatkan siswa secara langsung.
Kegiatan ini memanfaatkan daun dan bunga yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar sebagai bahan untuk menghasilkan motif pada kain. Sebelum memulai praktik, siswa diperkenalkan dengan konsep dasar eco print serta bahan-bahan yang dapat digunakan.
Siswa kemudian memilih daun dan bunga sesuai dengan keinginan masing-masing. Bahan yang telah dipilih disusun di atas kain tote bag untuk menentukan bentuk dan komposisi motif. Setelah susunan selesai, siswa memindahkan pigmen alami dari daun dan bunga ke kain menggunakan teknik pounding atau pukul. Proses tersebut membuat siswa dapat melihat secara langsung perubahan bahan alam menjadi motif pada kain.
Setiap siswa menghasilkan motif yang berbeda sesuai dengan bahan dan susunan yang dipilih. Perbedaan hasil tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengekspresikan ide dan kreativitas masing-masing.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif memilih bahan, menyusun daun dan bunga, serta mencoba teknik pounding. Siswa juga menunjukkan rasa penasaran ketika melihat warna dan bentuk bahan alam mulai muncul pada permukaan tote bag. Tote bag yang dibuat juga dapat digunakan kembali dalam kegiatan sehari-hari.

Wali kelas turut memberikan respons positif terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan yang melibatkan siswa secara langsung dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran rutin di kelas.
“Anak-anak kelihatan senang karena belajarnya tidak cuma di kelas. Mereka bisa langsung mencoba dan berkreasi, jadi kegiatan belajarnya tidak monoton,” ujar wali kelas siswa kelas 4 SDN 1 Tegalgondo.
Adib, selaku penanggung jawab program Kreasi Eco Print Tote Bag KKN 142 UNS, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dirancang agar siswa dapat belajar melalui proses yang menyenangkan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa bahan-bahan sederhana di sekitar kita bisa diolah menjadi sesuatu yang menarik dan memiliki nilai guna. Selain menghasilkan karya, siswa juga bisa belajar mengeksplorasi bentuk dan warna melalui proses yang menyenangkan,” ujar Adib.

KKN 142 UNS berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mendorong siswa untuk lebih aktif bereksplorasi. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran kreatif sehingga aktivitas belajar tidak monoton.





