Mahasiswa MKT Untidar Mengajak Siswa Kelas IX Beri Nama pada Tanaman di SMP Negeri 4 Kota Magelang

Dokumentasi rangkaian program kerja yang memadukan seminar dan penamaan tanaman yang dilakukan oleh mahasiswa MKT Untidar untuk murid SMP Negeri 4 Kota Magelang. (Dok. Pribadi/MKT Untidar)
Dokumentasi rangkaian program kerja yang memadukan seminar dan penamaan tanaman yang dilakukan oleh mahasiswa MKT Untidar untuk murid SMP Negeri 4 Kota Magelang. (Dok. Pribadi/MKT Untidar)

Magelang, Krajan.id – Lingkungan sekolah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan belajar di dalam kelas. Di SMP Negeri 4 Kota Magelang, keberadaan tanaman di halaman sekolah dimanfaatkan sebagai bagian dari pembelajaran untuk mengenalkan klasifikasi tumbuhan sekaligus menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan.

Upaya tersebut dilakukan mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) yang tergabung dalam Magang Kependidikan Terintegrasi (MKT) melalui program penamaan dan klasifikasi tanaman. Kegiatan puncak berupa pemasangan papan nama tanaman bersama siswa kelas IX berlangsung pada Kamis (10/9/2026).

Bacaan Lainnya

Program tersebut dirancang sebagai bagian dari dukungan terhadap program Adiwiyata di SMP Negeri 4 Kota Magelang. Selain memperkenalkan nama lokal dan nama ilmiah tanaman, kegiatan diarahkan untuk memperkuat literasi siswa melalui media edukasi yang dapat digunakan di lingkungan sekolah.

Ketua MKT SMP Negeri 4 Kota Magelang, Muhtadin, mengatakan kegiatan itu tidak berdiri sebagai satu aktivitas tunggal. Rangkaian program dimulai dari pendataan hingga pemasangan papan nama tanaman.

“Kegiatan diawali dengan pendataan tanaman, mengidentifikasi tanaman, penentuan area setiap jenis tanaman, sosialisasi terkait plang nama tanaman, pembuatan plang dan mading, kemudian tahapan terakhir pemasangan,” ujar Muhtadin.

Rangkaian kegiatan dimulai pada 7 Agustus 2026 melalui seminar pembuatan papan nama dan klasifikasi tanaman yang berlangsung di Aula SMP Negeri 4 Kota Magelang. Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada berbagai tanaman yang tumbuh di lingkungan sekolah.

Materi seminar juga mencakup pentingnya penggunaan nama ilmiah, informasi yang dicantumkan pada papan nama tanaman, serta peran warga sekolah dalam menjaga keberadaan tanaman. Dengan cara itu, tanaman yang selama ini menjadi bagian dari lingkungan sekolah tidak hanya dipandang sebagai unsur penghijauan, tetapi juga sebagai sumber belajar yang dapat diamati secara langsung.

Setelah seminar, mahasiswa MKT melakukan pendataan dan klasifikasi tanaman yang terdapat di lingkungan sekolah. Pada tahap tersebut, mahasiswa mengidentifikasi tanaman sekaligus menentukan area untuk setiap jenis tanaman yang akan diberi penanda.

Papan nama yang dibuat memuat identitas tanaman berupa nama lokal dan nama ilmiah. Informasi tersebut diharapkan membantu siswa mengenali tanaman secara lebih sistematis dan memahami bahwa setiap jenis tumbuhan memiliki identitas ilmiah yang menjadi bagian dari kajian ilmu pengetahuan.

Selain membuat papan nama, mahasiswa MKT menyusun mading edukasi dengan tema yang selaras dengan program kerja. Mading tersebut menjadi pelengkap kegiatan karena menyediakan informasi yang dapat dibaca siswa secara mandiri.

Tahap penerapan berlangsung pada Selasa (8/9/2026) hingga Kamis (10/9/2026). Siswa kelas IX A hingga IX C mengikuti kegiatan secara bergantian untuk mengenali tanaman sekaligus terlibat dalam proses pemasangan papan nama di lingkungan sekolah.

Kegiatan lapangan tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk menghubungkan materi yang diperoleh saat seminar dengan kondisi nyata di sekitar mereka. Siswa tidak hanya menerima informasi mengenai tanaman secara teoritis, tetapi juga mengamati dan mengenali objek pembelajaran secara langsung.

Di sela-sela pemasangan papan nama, siswa juga diarahkan membaca informasi yang tersedia pada mading edukasi. Media tersebut diharapkan dapat digunakan secara mandiri oleh siswa untuk memperluas pengetahuan mengenai tanaman dan lingkungan.

Salah seorang siswa kelas IX C, Aren, menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru. Ia juga mengaku tertarik dengan mading edukasi yang dibuat mahasiswa MKT.

“Mading edukasi memiliki visual yang keren, isinya juga membuat saya lebih mengetahui tentang tanaman,” jelas Aren.

Bagi sekolah, kegiatan tersebut juga berkaitan dengan upaya memperkuat fungsi lingkungan sekolah sebagai ruang pembelajaran. Ketua Tim Adiwiyata SMP Negeri 4 Kota Magelang, Istarodah, mengatakan mahasiswa turut membantu pengembangan program Adiwiyata, khususnya dalam aspek penghijauan dan penataan lingkungan.

“Harapannya murid bisa melanjutkan apa yang telah dimulai dengan menjaga tanaman-tanaman, dan menjadi pengalaman untuk mengenal tanaman, serta memudahkan murid untuk lebih paham terutama pada mata pelajaran IPA kelas 7 pada materi klasifikasi atau kokurikuler terkait hidup berkelanjutan,” ungkap Ista.

Keterkaitan dengan pembelajaran IPA menjadi salah satu sisi penting dari program tersebut. Papan nama yang terpasang di sekitar sekolah dapat menjadi penanda yang membantu siswa mengenali tanaman ketika berada di luar kelas. Informasi nama lokal dan nama ilmiah juga dapat menjadi pengantar bagi siswa untuk memahami materi klasifikasi secara lebih kontekstual.

Program MKT itu juga menempatkan siswa sebagai bagian aktif dalam proses pembelajaran. Keterlibatan mereka dalam mengenali tanaman, membaca informasi, hingga mengikuti pemasangan papan nama membuat kegiatan tidak berhenti pada pemberian informasi dari mahasiswa kepada siswa.

Dari sisi literasi lingkungan, keberadaan mading dan papan nama tanaman dapat menjadi media belajar yang dapat diakses berulang kali. Siswa memiliki kesempatan untuk mengenali tanaman yang ada di sekitar mereka tanpa harus menunggu pembelajaran berlangsung di dalam kelas.

Lebih dari sekadar memberikan identitas pada tanaman, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun kesadaran mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekolah. Interaksi antara siswa dan mahasiswa MKT selama pelaksanaan menjadi bagian dari proses untuk mengenalkan kepedulian, tanggung jawab, serta kebiasaan merawat tanaman.

Rangkaian seminar, pendataan, klasifikasi, pembuatan papan nama, penyusunan mading, hingga pemasangan menjadi satu kesatuan program. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa edukasi lingkungan dapat dikembangkan melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan keseharian siswa.

Melalui program itu, mahasiswa MKT Untidar berharap pengetahuan siswa mengenai tanaman terus berkembang dan diikuti dengan kepedulian untuk menjaga lingkungan sekolah. Bagi SMP Negeri 4 Kota Magelang, papan nama tanaman dan mading edukasi juga diharapkan dapat menjadi bagian dari lingkungan belajar yang mendukung program Adiwiyata, penghijauan, serta pembiasaan hidup berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *