Wonogiri, Krajan.id – Digitalisasi menjadi salah satu kebutuhan yang semakin penting bagi pelaku usaha mikro di tingkat kelurahan. Tidak hanya berkaitan dengan metode pembayaran, kehadiran usaha di ruang digital juga menentukan seberapa mudah produk dan lokasi usaha ditemukan calon konsumen.
Kondisi tersebut mendorong Tim KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 268 menggelar Sosialisasi Digitalisasi UMKM di Kelurahan Mlokomanis Kulon, Kabupaten Wonogiri. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kelurahan Mlokomanis Kulon itu diarahkan untuk membantu pelaku UMKM mulai memanfaatkan teknologi digital dalam aktivitas usaha.
Program tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni 28 dan 29 Juli 2026. Pada hari pertama, peserta mendapatkan pendampingan mengenai pembuatan QRIS sebagai sarana pembayaran digital. Sementara pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan pendaftaran dan penandaan lokasi usaha melalui Google Maps.

Kegiatan menyasar pelaku UMKM se-Kelurahan Mlokomanis Kulon. Pelaksanaannya melibatkan Dinas Perdagangan dan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Wonogiri serta Pemerintah Kelurahan Mlokomanis Kulon.
Dinas Perdagangan dan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Wonogiri menghadirkan Kepala Bidang UMKM, Dwi Rahayuningsih, sebagai narasumber. Materi yang disampaikan mencakup strategi pengembangan usaha, pentingnya beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta pemanfaatan platform digital untuk memperluas jangkauan pemasaran.
Sementara itu, Pemerintah Kelurahan Mlokomanis Kulon mendukung kegiatan melalui penerbitan surat undangan dan penyediaan aula sebagai lokasi pelaksanaan program.
Penanggung jawab salah satu program kerja, Dytha Articka, mengatakan kegiatan tersebut disusun berdasarkan analisis terhadap kondisi pelaku usaha di wilayah Mlokomanis Kulon.
Menurut dia, terdapat cukup banyak warung dan usaha mikro di wilayah tersebut, tetapi sebagian belum memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan usahanya.
“Dalam kegiatan ini, ada beberapa materi penting yang disampaikan oleh Ibu Dwi Rahayuningsih meliputi berbagai strategi pengembangan usaha, pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi, serta pemanfaatan platform digital sebagai sarana memperluas jangkauan pemasaran produk UMKM dan membantu para pelaku UMKM untuk terus bersaing,” kata Dytha dalam rilis kegiatan.
Dari kebutuhan tersebut, Tim KKN UNS Kelompok 268 tidak berhenti pada pemberian materi. Peserta juga mendapatkan pendampingan secara langsung agar dapat menerapkan sejumlah perangkat digital yang relevan dengan kegiatan usaha sehari-hari.
Salah satunya melalui QRIS. Tim KKN memberikan pelatihan pembuatan QRIS dengan memanfaatkan aplikasi Gopay pada hari pertama. Pendampingan ini ditujukan agar pelaku UMKM memiliki alternatif pembayaran non-tunai yang dapat digunakan dalam transaksi dengan konsumen.
Tama, salah satu anggota Tim KKN UNS Kelompok 268, menjelaskan alasan penggunaan Gopay dalam pendampingan tersebut.
“Pemilihan menggunakan Gopay karena tidak perlu membutuhkan dokumen yang banyak, hanya perlu menggunakan KTP saja,” ujar Tama.
Menurut dia, program tersebut memiliki tujuan utama membantu pemilik UMKM memiliki dan menggunakan QRIS sebagai salah satu alat pembayaran digital sehingga transaksi menjadi lebih mudah.
Digitalisasi kemudian diperluas pada hari kedua melalui Google Maps. Pelaku usaha didampingi untuk melakukan geotagging atau menambahkan lokasi usahanya pada peta digital. Langkah ini dinilai penting karena keberadaan usaha di platform digital dapat membantu calon konsumen menemukan lokasi secara lebih mudah.

Pendampingan tersebut juga menjadi ruang interaksi antara peserta dan mahasiswa. Sejumlah peserta menyampaikan pertanyaan mengenai prosedur pembuatan QRIS dan cara melakukan geotagging yang tepat.
Setelah mengikuti pendampingan, para pelaku UMKM berhasil memiliki QRIS untuk mendukung transaksi non-tunai. Mereka juga mendaftarkan lokasi usaha ke Google Maps sehingga keberadaan usaha dapat lebih mudah ditemukan masyarakat.
Program digitalisasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan pendataan profil UMKM. Data yang dihimpun meliputi informasi usaha, produk, dokumentasi, serta kontak pelaku usaha.
Data tersebut direncanakan terintegrasi ke dalam katalog digital UMKM pada website resmi Kelurahan Mlokomanis Kulon yang tengah dikembangkan Tim KKN UNS Kelompok 268. Katalog itu diarahkan menjadi media promosi sekaligus pusat informasi kelurahan.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi UMKM tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi untuk menerima pembayaran. Kehadiran usaha pada platform digital, ketersediaan informasi produk, hingga kemudahan calon konsumen menemukan lokasi menjadi bagian dari proses memperluas akses pasar.
Kolaborasi mahasiswa, pemerintah daerah, dan pemerintah kelurahan juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Pendampingan yang diberikan diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan KKN selesai, tetapi dapat menjadi bekal bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha secara lebih adaptif.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung SDGs 8, yakni Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Pemanfaatan teknologi di tingkat usaha mikro diharapkan dapat membuka akses pasar yang l





