KKN UNS 033 Edukasi Warga Tegalrejo Olah Sampah Organik dengan LAHSAMOR

Penyerahan alat kepada Pengelola Bank Miguno Dusun Tegaalrejo, Desa Ngersep. (Dok. Pribadi/KKN 033 UNS)
Penyerahan alat kepada Pengelola Bank Miguno Dusun Tegaalrejo, Desa Ngersep. (Dok. Pribadi/KKN 033 UNS)

Ngesrep, Krajan.id – Kelompok 033 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar edukasi pengelolaan sampah organik rumah tangga melalui penerapan LAHSAMOR di Dusun Tegalrejo, Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Senin (10/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo RT 03 RW 06 Dusun Tegalrejo tersebut menyasar warga dan pengelola Bank Sampah Miguna. Program ini menjadi bagian dari tema KKN UNS 033 Desa Ngesrep, yakni optimalisasi potensi lingkungan hidup melalui implementasi program Zero Waste Village, edukasi kesehatan, dan pemberdayaan sosial menuju Desa Ngesrep yang berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Penanggung jawab kegiatan, Dhimas Julios Kartifin, mengatakan program tersebut dilaksanakan untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan kepada masyarakat dalam mengelola sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga.

Menurutnya, Dusun Tegalrejo memiliki aktivitas rumah tangga yang cukup padat setiap hari. Kondisi tersebut menghasilkan sampah organik seperti sisa sayuran, kulit buah, dan sisa makanan dalam jumlah yang cukup banyak.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan edukasi mengenai pentingnya memilah sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya, kemudian memanfaatkan sampah organik dengan LAHSAMOR agar dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” kata Dhimas.

Berdasarkan hasil observasi kelompok KKN, pengelolaan sampah rumah tangga di Dusun Tegalrejo masih menghadapi sejumlah kendala. Fasilitas penampungan dan pemilahan sampah di tingkat keluarga masih terbatas sehingga sampah organik dan anorganik kerap tercampur.

Sebagian warga juga masih memiliki kebiasaan membuang atau membakar sampah secara terbuka di pekarangan rumah. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan program pengelolaan sampah organik.

KKN UNS 033 kemudian memperkenalkan LAHSAMOR sebagai alat sekaligus metode sederhana untuk mengelola sampah organik rumah tangga. Penggunaan LAHSAMOR ditujukan untuk membantu mempercepat proses dekomposisi bahan organik sehingga dapat menghasilkan kompos.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi. Warga juga diajak mengikuti praktik langsung penggunaan LAHSAMOR. Tahapan yang diperkenalkan meliputi pemilahan sampah organik, pencacahan, hingga memasukkan bahan tersebut ke media pengomposan.

Pengenalan alat dan penjelasan proses kerja alat. (Dok. Pribadi/KKN 033 UNS)
Pengenalan alat dan penjelasan proses kerja alat. (Dok. Pribadi/KKN 033 UNS)

Dhimas mengatakan praktik langsung dilakukan agar masyarakat tidak hanya mengetahui konsep pengelolaan sampah organik, tetapi juga memahami tahapan yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah.

“Setelah mengikuti kegiatan, warga menjadi lebih memahami bahwa sampah dapur yang biasanya dibuang begitu saja ternyata masih bisa diolah menjadi kompos yang bermanfaat,” ujarnya.

Antusiasme warga menjadi salah satu faktor yang mendukung kelancaran kegiatan. Selain itu, ketersediaan bahan baku berupa sampah organik di lingkungan rumah tangga membuat penerapan metode tersebut relatif mudah diperkenalkan kepada masyarakat.

Warga juga membantu menyediakan tempat pelaksanaan kegiatan sehingga proses sosialisasi dan praktik penggunaan LAHSAMOR dapat berlangsung dengan baik.

Meski demikian, kelompok KKN masih menemukan kendala berupa kebiasaan masyarakat membuang sampah secara tercampur. Perubahan kebiasaan tersebut dinilai membutuhkan waktu sehingga edukasi dan penerapan pemilahan sampah perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan sosialisasi. (Dok. Pribadi/KKN 033 UNS)
Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan sosialisasi. (Dok. Pribadi/KKN 033 UNS)

Sebagai bagian dari tindak lanjut program, masyarakat diharapkan mulai menerapkan pengelolaan sampah organik menggunakan LAHSAMOR di rumah masing-masing. Alat LAHSAMOR yang digunakan dalam kegiatan tersebut juga dihibahkan kepada Bank Sampah Miguna di Dusun Tegalrejo, Desa Ngesrep, agar dapat dimanfaatkan setelah kegiatan KKN selesai.

Menurut Dhimas, keberadaan alat tersebut diharapkan dapat membantu keberlanjutan praktik pengelolaan sampah organik yang telah diperkenalkan kepada warga.

Program tersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan sampah organik sebagai bahan yang memiliki nilai guna. Hasil pengomposan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk mendukung tanaman di pekarangan maupun pertanian warga.

Kegiatan KKN UNS 033 di Desa Ngesrep melibatkan 10 mahasiswa, yakni Annisa Putri Atikasari, Ade Danur Windy, Cicilia Tarisa Chelsy Dea Puspita, Eka Shinta Yunia, Rhosa Monica, Nally Amalia, Alya Irsya Anggraeni, Anandito Zaky Maulana, Raihan Restu Bhakti, dan Dhimas Julios Kartifin. Kelompok tersebut berada di bawah bimbingan DPL Prof. Dr. Ir. Sumani, M.Si.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *