Muncang Kopong, Krajan.id – Kegiatan olahraga bersama dimanfaatkan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 82 Universitas Bina Bangsa (Uniba) untuk memperkuat interaksi sosial warga Desa Muncang Kopong, Kabupaten Lebak. Puluhan warga dari berbagai kelompok usia mengikuti senam pagi yang digelar di ruang terbuka desa.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB itu menjadi bagian dari program kerja mahasiswa KKM 82 Uniba di bidang sosial budaya, pemberdayaan masyarakat, dan kesehatan. Selain mendorong kebiasaan berolahraga, kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang pertemuan warga di tengah aktivitas sehari-hari.
Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari kalangan ibu rumah tangga. Anak-anak dan pemuda turut mengikuti rangkaian gerakan senam yang dipandu mahasiswa KKM 82 Uniba. Suasana kegiatan berlangsung cair dengan iringan musik dan gerakan senam yang dilakukan bersama-sama.
Bagi mahasiswa KKM, aktivitas sederhana seperti senam dapat menjadi pintu masuk untuk membangun komunikasi dengan masyarakat. Interaksi tidak berhenti ketika rangkaian olahraga selesai. Mahasiswa juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbincang dengan warga dan menggali berbagai aspirasi serta potensi yang dapat dikembangkan di desa.
Ketua Kelompok KKM 82 Uniba Muncang Kopong mengatakan program senam bersama dipilih dengan mempertimbangkan kondisi dan antusiasme masyarakat di lapangan. Kegiatan olahraga, menurut dia, dapat dilakukan dengan cara sederhana sekaligus menjadi bagian dari aktivitas sosial warga.
“Kami melihat potensi besar pada antusiasme warga Muncang Kopong terhadap kegiatan luar ruangan. Melalui senam bersama ini, kami ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membudayakan hidup sehat dengan cara yang mudah dan menyenangkan. Olahraga bukan lagi hal yang kaku, melainkan sarana rekreasi sosial,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Dari sisi kesehatan, senam bersama diarahkan untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya aktivitas fisik. Olahraga ringan yang dilakukan secara rutin dapat menjadi salah satu kebiasaan sederhana dalam menjaga kebugaran tubuh.
Namun, nilai kegiatan tersebut tidak hanya terletak pada aktivitas fisiknya. Pertemuan warga dalam satu kegiatan turut membuka ruang komunikasi lintas kelompok. Warga dapat berinteraksi secara lebih santai, sementara mahasiswa memperoleh kesempatan memahami kehidupan sosial masyarakat secara langsung.

Kepala Desa Muncang Kopong menyambut baik kegiatan yang digagas mahasiswa tersebut. Ia menilai keberadaan KKM tidak hanya dapat diwujudkan melalui pembangunan fisik atau program yang bersifat teknis, tetapi juga melalui kegiatan yang melibatkan warga secara langsung.
“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik KKM 82 Uniba yang telah menginisiasi kegiatan senam sehat ini. Kegiatan seperti ini sangat efektif untuk merangkul masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan. Harapannya, kebiasaan baik ini dapat terus berlanjut meskipun masa KKM nanti telah usai,” ungkap sang kepala desa.
Selain senam, mahasiswa menyampaikan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Pesan tersebut disampaikan melalui komunikasi informal agar lebih mudah diterima warga.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat tidak selalu harus dikemas dalam agenda yang kompleks. Aktivitas yang dekat dengan keseharian warga dapat menjadi sarana membangun partisipasi sekaligus memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.
Bagi KKM 82 Uniba, keberlanjutan kegiatan menjadi salah satu hal yang penting. Program yang telah dijalankan selama masa KKM diharapkan tidak berhenti setelah mahasiswa meninggalkan desa, tetapi dapat diteruskan oleh masyarakat sesuai kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki.
Melalui kegiatan senam bersama, mahasiswa berupaya menggabungkan dua kebutuhan sekaligus, yakni peningkatan kesadaran terhadap kesehatan masyarakat dan penguatan hubungan sosial. Dari ruang terbuka desa, interaksi sederhana tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan hidup aktif sekaligus menjaga solidaritas warga Muncang Kopong.





