Magelang, Krajan.id – Area depan ruang kelas yang sebelumnya belum banyak dimanfaatkan di SMA Negeri 2 Kota Magelang kini ditata menjadi ruang hijau sederhana. Penataan tersebut dilakukan mahasiswa Magang Kependidikan Terintegrasi (MKT) Universitas Tidar 2026 sebagai bagian dari upaya mendukung lingkungan sekolah yang bersih, hijau, dan nyaman.
Program tersebut tidak hanya berfokus pada penambahan tanaman, tetapi juga pada bagaimana ruang sekolah dapat dimanfaatkan untuk membangun kebiasaan warga sekolah dalam merawat lingkungan. Mahasiswa MKT menata tanaman di depan kelas X menggunakan rak agar lebih terorganisasi dan menyesuaikan dengan ruang yang tersedia.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menanam 10 pohon pucuk merah, 10 tanaman lidah mertua, dan empat pohon palem. Tanaman dipilih dan ditempatkan untuk menambah unsur hijau di lingkungan sekolah sekaligus membuat area depan kelas terlihat lebih tertata.
Pemanfaatan area depan kelas sebagai ruang hijau menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Lokasi yang berada dekat dengan aktivitas peserta didik memungkinkan keberadaan tanaman tidak hanya berfungsi sebagai elemen penghijauan, tetapi juga menjadi bagian dari lingkungan belajar sehari-hari.
Keberadaan tanaman di sekitar ruang kelas dapat memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik untuk berinteraksi dengan lingkungan. Perawatan tanaman juga dapat menjadi aktivitas sederhana yang mendorong kepedulian terhadap kebersihan dan keberlangsungan ruang hijau di sekolah.
Bagi mahasiswa MKT, kegiatan penghijauan tersebut menjadi bentuk keterlibatan dalam menciptakan budaya peduli lingkungan di lingkungan pendidikan. Kegiatan dilakukan melalui langkah sederhana, mulai dari menanam, menata, hingga mendorong perawatan tanaman secara bersama-sama.
Semangat tersebut sejalan dengan upaya pengembangan Sekolah Adiwiyata, yang tidak hanya berkaitan dengan keberadaan tanaman atau ruang terbuka hijau, tetapi juga dengan keterlibatan warga sekolah dalam menjaga dan mengelola lingkungan.
Karena itu, keberlanjutan program menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan penghijauan. Tanaman yang telah ditempatkan di depan kelas X membutuhkan perawatan secara rutin agar tetap tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah.
Keterlibatan peserta didik, guru, serta warga sekolah dalam merawat tanaman juga dapat membuat program tidak berhenti sebagai kegiatan mahasiswa selama masa MKT. Penanaman diharapkan menjadi titik awal untuk membangun kebiasaan menjaga ruang sekolah secara berkelanjutan.
Melalui penataan ruang sederhana tersebut, area depan kelas X tidak hanya menjadi lebih hijau dan rapi. Ruang tersebut juga dapat berfungsi sebagai pengingat bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dibangun dari lingkungan terdekat dan melalui aktivitas sehari-hari.
Program penghijauan mahasiswa MKT 2026 di SMA Negeri 2 Kota Magelang pada akhirnya diarahkan untuk memperkuat keterlibatan warga sekolah dalam menjaga lingkungan. Dengan perawatan yang dilakukan secara konsisten, tanaman yang telah ditanam dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.





