Mahasiswa MKT Untidar 2026 Hadirkan Siniar Edukatif ‘Kelas dalam Suara’ di SMPN 8 Magelang

Mahasiswa Magang Kependidikan Terintegrasi (MKT) Universitas Tidar 2026 memproduksi siniar edukatif bertajuk “Kelas dalam Suara” di SMP Negeri 8 Magelang yang disiarkan lewat kanal YouTube @smpnegeri8magelang413, dengan materi lintas studi yaitu Bahasa Indonesia, IPA, Matematika, serta Bahasa Inggris yang dikemas dalam format percakapan santai. (Dok. Pribadi/MKT Untidar 2026)
Mahasiswa Magang Kependidikan Terintegrasi (MKT) Universitas Tidar 2026 memproduksi siniar edukatif bertajuk “Kelas dalam Suara” di SMP Negeri 8 Magelang yang disiarkan lewat kanal YouTube @smpnegeri8magelang413, dengan materi lintas studi yaitu Bahasa Indonesia, IPA, Matematika, serta Bahasa Inggris yang dikemas dalam format percakapan santai. (Dok. Pribadi/MKT Untidar 2026)

Magelang, Krajan.id – Materi pembelajaran yang semula hanya disampaikan di ruang kelas kini dapat diakses kembali melalui media digital. Mahasiswa Magang Kependidikan Terintegrasi (MKT) Universitas Tidar 2026 memanfaatkan siniar sebagai sarana untuk memperluas jangkauan pembelajaran bagi siswa SMP Negeri 8 Magelang.

Program bertajuk “Kelas dalam Suara” tersebut menghadirkan empat episode dengan materi Bahasa Indonesia, IPA, Matematika, dan Bahasa Inggris. Siniar diproduksi pada 8–15 September 2026 dan disiarkan melalui kanal YouTube @smpnegeri8magelang413.

Bacaan Lainnya

Kehadiran program ini berangkat dari keterbatasan jangkauan pembelajaran selama mahasiswa menjalani Praktik Lapangan Persekolahan (PLP). Dalam kegiatan tatap muka, mahasiswa hanya dapat menyampaikan materi kepada siswa di kelas yang mereka ampu.

Melalui siniar, materi tersebut dapat diakses oleh siswa di luar kelas dan di luar jam pembelajaran. Format percakapan yang lebih santai juga digunakan agar materi pelajaran dapat disampaikan dalam bentuk yang lebih dekat dengan keseharian siswa.

Ketua MKT Universitas Tidar 2026, Darmawan Fadhil, mengatakan program tersebut dirancang sebagai alternatif belajar yang dapat diakses secara fleksibel.

“Program kerja ini dilaksanakan sebagai salah satu alternatif belajar siswa di luar pembelajaran tatap muka. Mereka bisa mengakses pembelajaran secara mandiri di manapun dan kapanpun,” ujarnya, 16 September 2026.

Kepala SMP Negeri 8 Kota Magelang, Tri Kusnandi, S.Pd., M.Pd., juga melihat siniar sebagai salah satu cara untuk memperluas penyampaian materi yang sebelumnya terbatas di ruang kelas.

“Jika penyampaian materi di kelas oleh mahasiswa PLP jangkauannya terbatas, maka fasilitas siniar sekolah bisa menjadi solusi agar materi tersebut dapat didengarkan oleh seluruh murid maupun pendengar umum secara langsung,” katanya, 18 Agustus 2026.

Empat episode dalam “Kelas dalam Suara” menggunakan tagline “Pinter 8: Edukasi Seru, Inspirasi untuk Maju!”. Produksi siniar melibatkan 15 mahasiswa dari Program Studi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, S1 Pendidikan IPA, S1 Pendidikan Bahasa Inggris, dan S1 Pendidikan Matematika.

Keempat episode tersebut mengangkat topik sesuai bidang keilmuan masing-masing. Materinya meliputi “Teks Deskripsi: Ternyata Sering Kita Pakai Lho!”, “Dari Makanan Jadi Energi: Rahasia Sistem Pencernaan Manusia”, “Dari ‘Matematika Itu Sulit’ Jadi ‘Matematika Itu Bisa Dipahami!’”, serta “From Hello to Know! Ngobrol Asik Pakai English”.

Penggunaan media digital membuat materi yang diberikan mahasiswa tidak berhenti setelah pembelajaran selesai. Siswa dari kelas maupun angkatan berbeda dapat kembali mengakses materi tersebut, sementara masyarakat umum juga dapat memanfaatkannya sebagai referensi belajar tambahan.

Bagi mahasiswa, proses produksi siniar sekaligus menjadi bagian dari pengalaman praktik kependidikan. Mereka tidak hanya dituntut memahami materi sesuai bidang studi, tetapi juga mengemasnya agar dapat disampaikan melalui medium audio-visual yang mudah diakses.

Kolaborasi lintas program studi juga menjadi bagian dari pelaksanaan program tersebut. Mahasiswa dari bidang Bahasa Indonesia, IPA, Bahasa Inggris, dan Matematika terlibat dalam penyusunan materi serta produksi episode sesuai kompetensi masing-masing.

Darmawan berharap siniar yang telah diproduksi dapat mendorong guru dan siswa untuk terus berbagi pengalaman serta pengetahuan melalui media yang dapat menjangkau lebih banyak pendengar.

“Dari episode siniar yang telah dibuat, semoga dapat menjadi motivasi bagi guru maupun siswa untuk berbagi pengalaman belajar serta menjadi wadah untuk mengemukakan fenomena-fenomena pembelajaran yang informatif dan dibagikan secara luas,” pungkasnya, 16 September 2026.

Program “Kelas dalam Suara” menunjukkan bahwa pengalaman mahasiswa selama PLP tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Dengan memanfaatkan media digital, materi yang disusun untuk kebutuhan pembelajaran dapat dikembangkan menjadi sumber belajar yang dapat diakses kembali oleh siswa di luar batas ruang dan waktu pembelajaran tatap muka.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *