UBSI Surakarta Raih Prestasi di Pekan Inovasi Nasional  2026, Empat Tim Bimbingan Maria Atik Sunarti Ekowati Sabet Medali

Surakarta, Krajan.id – Empat tim mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Surakarta meraih prestasi dalam Pekan Inovasi Nasional 2026 yang dilaksanakan pada 27-28 Juli 2026 di Universitas Mercu Buana, Jakarta. Keempat tim tersebut berhasil membawa pulang tiga medali perunggu dan satu medali perak.

Keberhasilan itu tidak hanya menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam kompetisi inovasi tingkat nasional. Karya yang dihasilkan juga mengangkat sejumlah persoalan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari layanan transportasi, pengelolaan logistik farmasi, transparansi pelayanan desa, hingga pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bacaan Lainnya

Keempat tim tersebut berada di bawah bimbingan dosen UBSI Surakarta, Maria Atik Sunarti Ekowati, S.T., M.Kom. Karya mereka mengusung pemanfaatan teknologi informasi untuk mengembangkan layanan yang lebih terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Salah satu tim yang meraih medali perunggu terdiri atas Oktavian Ramadhani, Aliya Safira Rais, dan Ahnaf Ogy Pratista. Mereka mengembangkan inovasi berjudul Inovasi Layanan Pengaduan dan Evaluasi Batik Solo Trans Berbasis Web dengan Integrasi Big Data dan AI untuk Smart City Surakarta.

Karya tersebut menempatkan layanan transportasi publik sebagai ruang pengembangan teknologi. Pemanfaatan Big Data dan Artificial Intelligence (AI) diarahkan untuk mendukung layanan pengaduan sekaligus evaluasi Batik Solo Trans dalam kerangka pengembangan kota cerdas.

Medali perunggu lainnya diraih Muhammad Farhan, Muhammad Faisal Rizqi, dan Radyandra Prasya melalui karya berjudul Inovasi Inventory Logistik Farmasi Cerdas dengan Integrasi Early Warning System.

Tim tersebut mengangkat persoalan pengelolaan persediaan logistik farmasi. Sistem yang dikembangkan mengintegrasikan pengelolaan inventaris dengan early warning system sehingga dapat menjadi pendekatan berbasis teknologi dalam mendukung pemantauan kebutuhan logistik.

Tim ketiga yang meraih medali perunggu terdiri atas Adriansyah, Brandon Aji Prastyo, dan Iksan Nurudin Effendi. Mereka menghadirkan SIDESA: Platform Digitalisasi Desa Berbasis Web untuk Meningkatkan Akses dan Transparansi Pelayanan Masyarakat.

Melalui karya tersebut, mahasiswa menyoroti kebutuhan digitalisasi pelayanan di tingkat desa. Platform berbasis web itu diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan sekaligus mendorong transparansi dalam penyelenggaraan layanan publik.

Sementara itu, medali perak diraih Muhammad Fahrel Yuliyanto, Muhammad Rizky Nurrohman, dan Imron Azhari. Tim ini mengembangkan Pengembangan Sistem Informasi Terintegrasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Berbasis Web pada SPPG Nusukan Banjarsari Kota Surakarta.

Karya tersebut mengambil isu yang berkaitan dengan pelaksanaan program gizi masyarakat. Pengembangan sistem informasi terintegrasi ditujukan untuk mendukung pengelolaan informasi dalam pelaksanaan MBG pada SPPG Nusukan, Banjarsari, Kota Surakarta.

Jika dilihat dari tema yang diangkat, keempat karya memiliki satu benang merah. Mahasiswa tidak sekadar mengembangkan teknologi sebagai produk, tetapi berupaya menghubungkan teknologi dengan kebutuhan pelayanan masyarakat.

Topik transportasi publik, logistik farmasi, pelayanan desa, dan program gizi merupakan bidang yang membutuhkan pengelolaan data dan informasi secara sistematis. Karena itu, penggunaan teknologi dalam karya-karya tersebut diarahkan untuk menjawab persoalan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Prestasi empat tim tersebut sekaligus menunjukkan peran dosen pembimbing dalam proses pengembangan gagasan mahasiswa. Maria Atik Sunarti Ekowati menjadi pembimbing keempat tim yang mengikuti kompetisi tersebut.

Dalam rilis yang disampaikan UBSI, Maria disebut aktif mendampingi mahasiswa dalam riset dan inovasi berbasis teknologi. Bidang yang menjadi perhatian akademiknya antara lain data science, artificial intelligence, jaringan komputer, dan smart city innovation.

Pendampingan dalam kompetisi tidak berhenti pada aspek teknis pengembangan sistem. Mahasiswa juga diarahkan untuk menghasilkan gagasan yang memiliki relevansi dengan persoalan di masyarakat.

Wakil Rektor II Bidang Nonakademik UBSI, Adi Supriyatna, M.Kom., mengapresiasi capaian mahasiswa sekaligus peran dosen pembimbing dalam kompetisi tersebut.

“Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UBSI Surakarta mampu bersaing di tingkat nasional dengan karya inovatif yang relevan bagi masyarakat. Kami bangga atas dedikasi mahasiswa dan dosen pembimbing yang telah mengharumkan nama kampus. Harapan kami, inovasi ini dapat terus dikembangkan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat Surakarta maupun Indonesia,” kata Adi.

Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran aktivitas mahasiswa UBSI Surakarta dalam mengembangkan inovasi berbasis teknologi. Empat medali yang diperoleh juga memperlihatkan beragam pendekatan yang digunakan mahasiswa dalam menghubungkan bidang informatika dengan kebutuhan pelayanan masyarakat.

Selain membimbing mahasiswa dalam kompetisi, Maria juga memiliki aktivitas penelitian dan pengabdian masyarakat. Dalam rilis tersebut, ia disebut memiliki perhatian pada sistem informasi, kecerdasan buatan, digitalisasi layanan masyarakat, data science, dan jaringan komputer.

Sejumlah publikasi yang dicantumkan dalam rilis antara lain Predictive Modeling for Underweight Detection in Toddlers Using Support Vector Machine, K-Nearest Neighbors, and Decision Tree C4.5 Algorithms yang ditulis bersama N Hidayat dan A Karim dalam Jurnal Teknik Informatika (Jutif) volume 6 nomor 6 pada 2025.

Publikasi lain yang dicantumkan adalah Integration of Artificial Intelligence in Writing Scientific Papers dalam Jurnal Mandiri IT pada 2024, Pengembangan Sistem Kelas Cerdas Berbasis IoT untuk SMP di Surakarta dalam JITU Journal pada 2023, serta CapCut dan Canva sebagai Media Efektif Pembelajaran Visual dalam Jurnal Akademik Pengabdian Masyarakat pada 2025.

Rilis juga mencantumkan penelitian berjudul Utilization of AI in Cyber Security Systems to Face Quantum Computing dalam Journal of Scientific Insights pada 2025.

Dalam aktivitas akademiknya, Maria juga disebut terlibat dalam pengabdian masyarakat, terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan desa, digitalisasi layanan publik, dan edukasi berbasis teknologi.

Capaian empat tim mahasiswa di Pekan Inovasi Nasional 2026 dengan demikian menjadi bagian dari rangkaian aktivitas akademik tersebut. Kompetisi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji gagasan sekaligus mengembangkan kemampuan menerjemahkan persoalan masyarakat ke dalam solusi berbasis teknologi.

Bagi UBSI Surakarta, keberhasilan itu juga dapat menjadi pijakan untuk mendorong pengembangan karya mahasiswa agar tidak berhenti pada kompetisi. Inovasi mengenai transportasi, logistik farmasi, pelayanan desa, dan sistem informasi MBG memiliki ruang untuk dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan pengguna.

Terlebih, pengembangan teknologi pelayanan publik membutuhkan proses lanjutan, mulai dari pengujian sistem, pemutakhiran data, keamanan informasi, hingga penyesuaian dengan kebutuhan lembaga dan masyarakat yang menjadi pengguna.

Dari empat karya tersebut, terlihat bahwa inovasi mahasiswa dapat mengambil persoalan yang berbeda tetapi memiliki tujuan serupa, yakni meningkatkan kualitas pengelolaan informasi dan pelayanan. Pendekatan semacam ini membuat kompetisi inovasi tidak semata-mata menjadi ajang mengejar penghargaan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk memahami persoalan nyata.

Empat medali yang diraih mahasiswa UBSI Surakarta menjadi hasil dari proses tersebut. Tiga medali perunggu dan satu medali perak sekaligus mencatatkan kontribusi mahasiswa dalam Pekan Inovasi Nasional 2026.

Ke depan, nilai penting dari capaian itu tidak hanya terletak pada jumlah medali yang diperoleh. Tantangan berikutnya adalah bagaimana gagasan yang telah dikembangkan dapat terus diuji, disempurnakan, dan jika memungkinkan diterapkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, teknologi informasi dapat ditempatkan bukan sekadar sebagai perangkat digital, melainkan sebagai instrumen untuk membantu menyelesaikan persoalan pelayanan publik. Empat karya mahasiswa UBSI Surakarta menunjukkan arah tersebut melalui isu transportasi, logistik farmasi, pelayanan desa, dan program gizi masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *