Mahasiswa Amikom Yogyakarta Dokumentasikan Proses Pembuatan Jenang Ayu Niten

Klaten, Krajan.id – Proses pembuatan kuliner tradisional tidak sekadar berkaitan dengan pengolahan bahan pangan. Di dalamnya terdapat pengetahuan, keterampilan, serta tradisi yang diwariskan lintas generasi. Hal itu menjadi perhatian Adnan Maulana Muhammad Al Hakim, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta Angkatan 2022, yang mendokumentasikan proses pembuatan Jenang Ayu Niten melalui karya photo story.

Jenang Ayu Niten merupakan salah satu kuliner tradisional khas Kabupaten Klaten yang disebut telah bertahan sejak 1928. Di tengah perkembangan industri makanan modern, proses produksinya masih mempertahankan cara manual serta resep yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Bacaan Lainnya

Adnan memilih proses produksi Jenang Ayu Niten sebagai objek karya foto jurnalistik untuk memperlihatkan tahapan pembuatan kuliner tersebut secara visual. Dokumentasi itu tidak hanya menampilkan produk akhir, tetapi juga menggambarkan proses panjang yang dilalui sejak bahan baku hingga jenang siap dipasarkan.

Menurut Adnan, photo story menjadi salah satu media komunikasi visual yang dapat digunakan untuk mendokumentasikan proses produksi kuliner tradisional. Dalam rilis yang diberikan, ia menjelaskan, “photo story merupakan media komunikasi visual yang efektif untuk mendokumentasikan proses produksi kuliner tradisional karena mampu menggabungkan nilai informasi, dokumentasi, dan estetika dalam satu rangkaian karya.”

Melalui rangkaian foto tersebut, proses pembuatan Jenang Ayu Niten ditampilkan secara sistematis. Setiap tahapan menjadi bagian dari cerita visual yang menunjukkan bahwa produksi jenang membutuhkan ketelitian, pengalaman, dan konsistensi untuk mempertahankan kualitas serta cita rasa yang menjadi cirinya.

Karya tersebut disusun sebagai bagian dari karya foto jurnalistik di bawah bimbingan Sheila Lestari Giza Pudrianisa, M.I.Kom. Pendekatan jurnalistik digunakan untuk memastikan dokumentasi tidak berhenti pada aspek visual, tetapi juga menyampaikan informasi mengenai proses produksi secara faktual.

Sebelum menyusun rangkaian foto, Adnan melakukan observasi langsung di lokasi produksi. Ia juga melakukan wawancara mendalam dengan pemilik Jenang Ayu Niten sebagai narasumber utama. Informasi dari observasi dan wawancara tersebut kemudian menjadi dasar dalam membangun alur cerita visual.

Dalam penyusunan photo story, Adnan menggunakan metode EDFAT, yakni Entire, Detail, Frame, Angle, dan Time. Metode tersebut digunakan dalam fotografi jurnalistik untuk membantu fotografer menyusun cerita melalui variasi pengambilan gambar sekaligus menjaga keterkaitan antarfoto.

Rangkaian foto dimulai dari tampak depan bangunan Jenang Ayu Niten untuk memperkenalkan lokasi produksi. Cerita kemudian bergerak ke sejumlah tahapan pengolahan bahan, mulai dari pembelahan kelapa, pemarutan, pemerasan santan, hingga proses pembakaran tungku.

Tahapan berikutnya memperlihatkan penuangan bahan baku, pengadukan adonan, penuangan jenang ke dalam cetakan, pemotongan, dan pengemasan. Rangkaian tersebut ditutup dengan foto produk akhir yang siap dipasarkan.

Urutan itu disusun secara kronologis agar proses produksi dapat dipahami dari awal hingga akhir. Pendekatan tersebut sekaligus memberikan konteks bahwa produk yang terlihat sederhana memiliki proses pengolahan yang cukup panjang sebelum sampai ke tangan konsumen.

Metode EDFAT diterapkan melalui fungsi berbeda pada setiap pengambilan gambar. Unsur Entire digunakan untuk memberikan gambaran umum mengenai lokasi produksi. Detail digunakan untuk menampilkan tekstur bahan maupun produk. Frame membantu mengarahkan perhatian pada aktivitas utama, sedangkan Angle memberikan variasi sudut pandang.

Adapun unsur Time digunakan untuk menangkap momen penting dalam setiap tahapan produksi. Perpaduan kelima unsur tersebut membantu membangun alur visual sehingga foto-foto yang dihasilkan tidak berdiri sendiri, melainkan saling terhubung dalam satu cerita.

Pendekatan itu juga memperlihatkan bahwa kuliner tradisional dapat menjadi objek karya jurnalistik yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menyimpan informasi mengenai kebiasaan produksi dan pengetahuan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Bagi Adnan, dokumentasi Jenang Ayu Niten diharapkan dapat memperkenalkan kuliner tersebut kepada masyarakat secara lebih luas. Ia juga berharap karya photo story itu dapat mendorong apresiasi terhadap keberadaan kuliner tradisional, khususnya di kalangan generasi muda.

Dalam rilis tersebut, Adnan menyebut karya ini diharapkan dapat menjadi dokumentasi visual sekaligus media yang memperkenalkan nilai sejarah, budaya, dan ekonomi yang terdapat di balik Jenang Ayu Niten.

Dokumentasi melalui fotografi menjadi salah satu cara untuk merekam proses yang mungkin tidak banyak diketahui masyarakat. Dengan menyajikan tahapan produksi secara berurutan, karya tersebut memberikan gambaran bahwa keberlangsungan kuliner tradisional tidak hanya bergantung pada produk yang dijual, tetapi juga pada pengetahuan dan keterampilan yang terus dipertahankan.

Melalui karya photo story ini, proses pembuatan Jenang Ayu Niten ditempatkan bukan sekadar sebagai aktivitas produksi makanan, melainkan sebagai bagian dari warisan kuliner Klaten yang memiliki cerita dan nilai budaya. Dokumentasi tersebut sekaligus menjadi upaya untuk memperkenalkan kekayaan kuliner lokal melalui pendekatan fotografi jurnalistik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *